Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Teman Baru


__ADS_3

"kamu sudah menikah ya? "Tampak guratan kecewa di wajah laki-laki bernama Angga itu.


Tadi nya dia berharap bisa lebih dekat dengan Nadia.Tetapi setelah Nadia memberitahu bahwa dia sudah menikah, harapan itu seketika pupus.


Entah mengapa Angga bisa langsung menyukai Nadia saat pandangan pertama.


Nadia memandang jam di pergelangan tangan nya. sudah hampir 2 jam dia dan Angga duduk di tepi kolam sambil memberikan makan ikan.


Sesekali tampak Nadia tertawa mendengar cerita Angga. Setelah di pikir-pikir Angga bukan lah orang yang buruk jika di jadikan teman.


"Aku pamit pulang ya ngga, udah terlalu lama aku keluar rumah" Nadia bangkit dari kursi dan pamit ke Angga.


"Mau aku antar?" tanya Angga penuh harap.


"gak perlu ngga, aku naik taksi aja" tolak Nadia halus.


Nadia pun melangkah meninggalkan Angga yang masih berdiri melihat Nadia dari kejauhan.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan dengan pandang yang penuh kebencian.


******


Nadia membuka pagar dan melangkahkan kaki memasuki rumah, dia heran kenapa Panji sudah pulang,padahal ini masih jam kantor.

__ADS_1


Dia mengucapkan salam ketika memasuki rumah, namun tidak ada jawaban dari Panji.


ceklek,,, Nadia membuka pintu kamar,ia memandangi setiap sudut ruangan di kamar, tapi tidak menemukan Panji dimana pun.


Setelah memasuki kamar, Nadia mendengar suara air dari dalam kamar mandi.


oh dia lagi mandi* batin Nadia


Nadia duduk di sofa sambil sesekali memandang pintu kamar mandi yang sedari tadi tidak terbuka.


Tak lama kemudian,keluarlah panji yang masih memakai handuk yang hanya menutupi bagian bawah perut sampai ke lutut. Nadia memalingkan wajah nya, karena tidak ingin melihat Panji yang belum menggunakan baju.


"Seharian ini kamu kemana? Tanya Panji sinis, Nadia pun menghentikan langkah kaki nya yang ingin ke kamar mandi.


"ke taman" jawab Nadia singkat


"temen" Nadia menjawab tanpa melihat Panji dan langsung menutup pintu kamar mandi.


Beraninya kamu bertemu laki-laki di belakang ku Nadia. *panji seakan lupa isi dari perjanjian yang pernah dia buat, tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing.


******


Ponsel Nadia bergetar, Angga yang meminta nomor Nadia tadi siang mengirimi Nadia pesan.

__ADS_1


"Malam Nadia, jangan lupa makan"


Nadia hanya membaca pesan dari Angga, tanpa ada niat untuk membalas nya.


Mana ada orang yang lupa makan, mau mati ya sampai lupa makan? Nadia berbicara sendiri.


Kemudian ia keluar kamar menuju dapur untuk memasak makan malam nya sendiri, karena tidak mungkin Panji mau makan masakannya.


Setelah selesai masak dan menghidangkan nya di meja makan, Nadia pun memgambil piring lalu menyendokkan nasi serta lauk pauk ke dalam piring.


"Makan sendiri, gak ngajak-ngajak" Nadia tersedak saat mendengar suara dari belakang nya, Panji berdiri tidak jauh dari meja makan.


"bapak mau makan juga?" tanya Nadia setelah selesai meneguk segelas air putih


"ya iyalah, saya juga manusia, butuh makan" kata Panji sambil melangkah dan duduk tepat di hadapan Nadia.


"Biasa nya kan pak Panji ti...... "


"Ambilin makananku" Panji memotong kata-kata Nadia


"satu lagi, mulai sekarang jangan panggil saya bapak" Nadia termenung, kenapa Panji yang dingin dan acuh ini sekarang berubah menjadi ramah


"Nadia.... mana makanan ku" Nadia tersadar dari lamunan nya dan segera mengambil piring untuk Panji. Untuk pertama kali nya Panji memanggil nama nya.

__ADS_1


Selama makan tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut mereka, hanya bunyi sendok dan piring yang beradu.


Bersambung


__ADS_2