
Waktu berputar, Matahari pagi sudah mulai menampakkan diri lewat sela-sela jendela kamar Panji dan Nadia.
Pagi ini Panji hanya mengenakan baju santai dan celana pendek.Padahal hari ini adalah senin, hari dimana kebanyakan orang stress saat berhadapan dengan nya.
"Mas gak kerja?" Tanya Nadia saat melihat Panji berjalan mendekati meja makan
"Gak, libur"
"Presdir mah bebas mau masuk kapan aja" Nadia menutup mulut nya dengan tangan, kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut nya.
Panji hanya menatap Nadia tanpa ekspresi.
"Besok kita akan pergi bulan madu" Panji duduk di kursi, sambil meminum teh yang sudah Nadia siap kan
"aa... apa mas? bulan madu?"
"iya, kamu mau kemana? besok kita berangkat" jawab Panji santai
Waah, orang kaya mah bebas mau kapan aja berangkat, bulan madu? dia mau bawa aku kemana? .Nadia
"Kamu gak niat kasih aku sarapan?"Tanya Panji saat melihat Nadia termenung sementara di tangan nya memegang sendok nasi.
"Eeh, iya maas maaf"
"Pagi-pagi udah melamun" Panji meminun teh nya yang sudah tinggal setengah.
"Mas, Bik Siti sama Pak Warto masih kerja sama kita kan?"
__ADS_1
Karena sibuk pindahan Nadia sampai lupa untuk menanyakan ke Panji masalah Bik Siti dah Pak Warto.
"Terserah kamu, kalau kamu nyaman,mereka boleh kerja lagi"
Jawab Panji di sela-sela sarapan pagi nya
"Makasih mas, aku udah cocok sama Bik Siti"
"Hmm" jawab Panji lagi sambil berdiri meninggalkan meja makan.
******
"Jadi besok kamu mau kita berangkat kemana?"
Tanya Panji sambil mengelap rambut yang masih basah.
"Mas serius? aku kirain becanda lo mas" Jawab Nadia sambil menaiki tempat tidur.Bersiap-siap untuk tidur.
"Kita belum packing lo mas, gimana mau berangkat besok?"tanya Nadia setelah sadar dia belum packing baju-baju sedikit pun
Panji tersenyum, kali ini dia sudah mendekat ke arah Nadia, memainkan rambut Nadia.
"Kamu jangan pikirkan masalah itu, pikirkan saja nasib mu saat kita bulan madu"
Nadia merinding, seketika ia langsung melorotkan badan nya di bawah selimut tebal itu.
"heiii, kita belum selesai bicara" Goda Panji yang kini sudah memeluk Nadia dari belakang, tangan nya kini sudah bermain di area kesukaan nya.
__ADS_1
Malam panjang baru di mulai, yang terdengar hanya desahan dua insan yang sedang di mabuk cinta.
******
Pagi kembali menyapa, tapi Nadia tak kunjung bangun dari tidur nya.
Entah apa yang membuat ia tak sadar seperti hari-hari biasa nya.
Panji yang sejak pagi sudah bersiap-siap pun tak tega untuk membangunkan Nadia.
Jam menunjukkan pukul sembilan pagi,Nadia baru membuka mata nya.
"Kamu mimpi apa sampai tidur selama itu?" Tanya Panji sambil menyerup teh yang dia buat sendiri.
Nadia terkejut, ia langsung duduk sambil menutup tubuh polos nya dengan selimut.
"Mas kenapa gak bangunin aku?" wajah bersalah
"Gara-gara tidur Panjang kamu akhirnya penerbangan pagi ini batal.
Kamu sudah menetukan kita akan kemana?"Tanya Panji
"Maa.... maaf mas, aku kecapekan.
terserah mas Panji aja mau bulan madu kemana, aku ikut Mas" Jawab Nadia,ia berdiri sambil membungkus badan nya dengan selimut menuju kamar mandi.
Panji hanya tersenyum melihat Nadia yang salah tingkah.
__ADS_1
Akhirnya penerbangan di tunda ke penerbangan sore, kemanakah mereka bulan madu?
Bersambung