
Setelah tiga hari berada di rumah sakit dengan demam yang turun naik, akhirnya hari ini Nadia di perbolehkan pulang.
Bu Dewi yang sejak pagi sudah sibuk merayu Nadia agar pulang kerumah nya,sayang nya di tolak oleh Nadia.
Dengan alasan tidak mau meninggalkan suami nya sendirian.
Padahal selama ini Panji tidak pernah menganggap Nadia ada.
Mau tidak mau buk Dewi harus mengikuti keinginan Nadia. Dengan janji buk Dewi tidur di rumah mereka selama 3 hari.
Awal nya Panji menolak,karena jika ada mama nya itu berarti dia harus berpura-pura baik dan mesra dengan Nadia.
******
Setelah mengantar Nadia dan mama nya kerumah, Panji pun langsung kembali ke kantor.
Bik siti yang melihat majikan nya datang, segera menyiapkan minuman dan cemilan.
"kamu udah bener-bener sembuh kan nak? " tanya bu Dewi sambil duduk di sofa, dia begitu khawatir saat mendengar Nadia pingsan dan di bawa kerumah sakit.
"iya ma, Nadia udah sembuh kok
gimana kalau hari ini Nadia yang masak? mama belum pernah makan masakan Nadia kan?" Nadia berharap mama nya mengizinkan dia untuk memasak, karena sudah lama rasa nya Nadia tidak memyentuh kompor lagi, di tambah Panji tidak ingin makan masakan dia.
__ADS_1
"serius kamu mau masak nak? " Bu Dewi memegang kening Nadia, memastikan kalau menantu nya ini sudah benar benar sembuh
"Serius dong ma,ayo ke dapur ma, mama duduk aja ya liatin Nadia masak" Nadia berdiri dan berjlan bersampingan dengan mertua nya menuju dapur
******
Panji duduk termenung, memikirkan cara agar bu Dewi segera pulang dari rumah nya.
Dia tidak bisa berpura-pura bahagia hidup bersama Nadia.
Selama menikah Panji tidak pernah membawa Nadia kerumah mama nya, dengan alasan banyak kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.
Bu Dewi tidak tau kalau Panji dan Nadia tidak tidur seranjang, bahkan Panji lebih sering tidur di tempat Bima.
Bima masuk keruangan Panji membawa berkas-berkas yang harus di tanda tangani Panji.
"Nih, tanda tangani proyek di kota A" Bima melemparkan berkas yang dia bawa tadi ke hadapan Panji
"lu bisa sopan gak? masuk kesini ketuk pintu dulu, jangan mentang-mentang lu sahabat gue jadi main lempar aja ni berkas" Panji mulai emosi, karena terkejut saat Bima melempar berkas di hadapan nya.
"Ya Allah nji, gue udah berkali-kali ngetuk pintu, pas gue masuk lu malah melamun. di panggil gak nyaut-nyaut ya udah gue lempar aja biar lu sadar" Bima dengan santai nya duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"lagian lu ngelamunin apa sih nji?"lanjut bima,sekarang posisi nya sudah berbaring di atas sofa
__ADS_1
"bangun lu, kalau mau tidur di rumah bukan disini" Panji berjalan ke arah Bima, sambil membawa Berkas yang sudah ia tanda tangani.
Bima pura-pura tidur,tidak mendengarkan semua omelan Panji.
"woooy... "Panji menendang sofa yang Bima tiduri.
"Berisik nji, 10 menit aja kasih gue waktu buat tidur, gue ngantuk semalam begadang nonton bola" jawab Bima tanpa membuka mata nya.
Ponsel Panji berbunyi, "MAMA" tertulis di panggilan nya.
"hallo ma"
"kamu cepat pulang ya hari ini, Nadia udah masak banyak, kalau perlu ajak Bima buat makan di rumah kamu" Panji yang mendengar Nadia yang memasak hanya diam, dia sudah pernah bilang ke Nadia kalau dia tidak akan pernah makan masakan Nadia sampai kapan pun.
"hallo panji" Bu dewi memanggil Panji karena tidak ada jawaban dari Panji
"iya ma, ntar Panji ajakin Bima" Panji menutup panggilan dan mendekati Bima
"wooy,,,, lu mau ikut kerumah gue gak? mama ngajakin makan malam bersama" kata Panji sambil menggoyang-goyang kan badan Bima.
Bima yang mendengar kata makanan pun langsung duduk.
"Ayoo" jawab bima dengan semangat.
__ADS_1
"makan aja lu cepet Bim" Panji menendang kaki Bima .
Bersambung