Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Cemburu


__ADS_3

Sudah tiga hari Nadia dan Panji di kampung,bulan madu ala-ala Nadia pun sukses membuat Panji betah dan nyaman tinggal di kampung halaman Nadia.


Karena penasaran dengan pasar,akhirnya Panji hari ini memutuskan untuk ikut bersama Nadia dan Bibi.Lagi-lagi Panji menawarkan untuk membawa mobil ke pasar,hal itu membuat Nadia dan Bibi tertawa.Bagaimana tidak,jalanan yang tidak terlalu besar dan banyak warga yang berjalan kaki sangat tidak memungkin kan untuk membawa mobil ke pasar,lagi-lagi Panji harus menyerah dan mengalah.


Sepanjang perjalanan Nadia banyak bercerita tentang masa-masa kecil dan remaja nya saat berada di kampung nya ini,dia menunjukkan tempat ia selalu berkumpul dan bermain bersama teman-teman nya dahulu.


"Nadia......"


Suara itu berhasil membuat Nadia gugup,dan berkeringat dingin,suara itu milik Wira.


"kamu ikut Bibi ke pasar lagi Nad?aku ikut ya,soalnya ada yang ingin aku beli" Lanjut nya tanpa memperdulikan laki-laki yang ada di samping Nadia.


"Wira,ini suami ku" tunjuk Nadia ke arah Panji


"oh....." jawab Wira sambil mengangguk


oh???siapa dia?kenapa keliatan nya dia dekat dengan istriku. Panji


"Mas,dia Wira teman sekolah ku dulu" Akhirnya Nadia memecah rasa canggung di antara mereka


"oh......" kali ini Panji membalas dengan kata oh seperti yang Wira lakukan.


"Kamu masih lama di sini Nad?" tanya Wira seolah-olah tak menganggap adanya Panji.


"besok kita sudah pulang"belum sempat Nadia menjawab,Panji lebih dulu menjawab pertanyaan Wira.


"bener nad?kok cepet pulang nya Nad?Alumni kita lusa ada reunian lo Nad,hampir aja aku lupa buat ngasih tau kamu."

__ADS_1


"Reunian?" wajah Nadia memelas sambil menatap Panji,berharap mendapat izin dari suami nya untuk ikut ke reunian Alumni nya.


sudah bertahun-tahun setelah selesai sekolah nadia tidak pernah mengikuti acara reunian yang di buat oleh teman-teman nya.


selesai sekolah ia di sibukkn dengan bekerja,dia menggantikan ibu nya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga karena ibu nya yang sakit-sakitan.


sampai akhirnya ibu dan bapak nya meninggal akibat kecelakaan yang membuat ia merantau ke kota.


Panji hanya diam,semetara Bibi sudah sejak tadi pergi berbelanja.


Wira tidak putus asa,dia tetap memohon ke Nadia untuk tinggal beberapa hari lagi di kampung,tanpa memikirkan posisi Panji sebagai suami Nadia.


"Ayo lah Nad,kapan lagi kita kumpul-kumpul bareng temen sekolah,selama ini kamu gak pernah bisa di ajak buat kumpul-kumpul,nah sekarang mumpung kamu di kampung Nad,please."


"Maaf Wira,tanpa izin suamiku aku tidak bisa ikut"


********


Sepanjang perjalanan pulang kerumah,Panji hanya diam.Beberapa kali Nadia mengajak ia bicara tapi tak di gubris oleh Panji.


Sesampainya dirumah pun ia masih tetap diam,tidak berbicara sedikit pun.


"Nak Panji kenapa?" Tanya Paman ke Nadia


"Gak tau paman,tadi mas Panji gak gitu,apa karena dia gak suka sama suasana pasar nya ya?" Bibi yang mendengar penjelasan Nadia hanya tertawa.


"oalah Nadia,kamu gak tau ya kalau suami mu itu sedang cemburu?"

__ADS_1


"cemburu?sama siapa?sama Wira ya Bi?" Tanya Nadia dengan polos nya.


"kamu ihhh,buruan pujuk suami mu sana" Bibi mendorong tubuh Nadia sambil tertawa.


Nadia bingung harus melakukan apa,dia tidak tau bagaimana cara membujuk seseorang yang sedang cemburu,bahkan ciri-ciri orang cemburu pun ia tidak tau haha.


Perlahan Nadia membuka pintu kamar,dia tidak Melihat Panji di atas tempat tidur,dari kamar mandi terdengar suara air,berarti Panji sedang mandi.


beberapa menit kemudian,Panji keluar dengan rambut yang masih basah dan handuk yang masih melilit di pinggang nya.


"Mas,kamu marah ya sama aku?atau kamu cemburu? Tanya Nadia dengan penuh percaya diri.


Panji tertawa mendengar pertanyaan polos dari istri nya itu.


" kok ketawa mas?serius ini mas."


"Percaya diri banget kamu bilang aku cemburu?"


lagi-lagi Panji tertawa.


"oh,jadi gak ya mas?,ya udah deh aku kirain mas cemburu sama Wira" Nadia tertawa pelan,dia tidak menyadari kalau suami nya itu memang sedang cemburu.


Panji hanya menatap Nadia dan bertanya kepada diri nya sendiri,kenapa istri nya sepolos ini.


Bersambung


Mohon kritik dan saran nya ya kaka

__ADS_1


selamat membaca,mohon maaf jika banyak kurang nya.


__ADS_2