
"Nji, kita jadi Dinner kan?" Maya mengirimi Panji pesan singkat melalui Aplikasi WA.
setelah beberapa menit masuk notifikasi di layar ponsel nya. entah sejak kapan mereka saling bertukar nomor.
"Jadi" Panji membalas dengan singkat
"cuek banget sih lu nji, liat aja malam ini gue bakalan buat lu jadi milik gue selamanya" Maya tersenyum dengan penuh kelicikan.
Masih ada waktu 3 jam menjelang Dinner, Maya memanfaat kan waktu itu untuk menyusun rencana nya dengan sangat matang.
"lu harus buat dia mau ketemu sama lu,gue gak mau tau. " Maya berbicara dengan seorang laki-laki di telpon.
"oke, gue gak bisa mastiin,dia mau apa gak ketemu gue may" jawab laki-laki itu
"gue gak mau tau ngga, gue udah bayar lu mahal. kalau sampai kali ini gagal, gue gak mau ada hubungan apapun sama lu lagi" Maya mulai kesal ia langsung memutuskan panggilan dan melemparkan ponsel nya ke ranjang.
"ngurus satu cewek aja gak bisa, bisa nya lu tu apa sih?" gerutu Maya penuh emosi.
Ternyata laki-laki yang di hubungi Maya tadi adalah Angga. Dia bersekongkol dengan Maya untuk menghancurkan rumah tangga Panji dan Nadia.
Awal nya Angga hanya mengikuti perintah Maya, untuk berpura-pura jatuh cinta dengan Nadia.
Tapi setelah melihat Nadia, Angga benar-benar jatuh cinta lewat pandangan pertama,
Nadia yang cantik dan sederhana mampu menarik perhatian Angga.
******
"lu mau ikut dinner sama Maya gak? Tanya Panji kepada Bima setelah selesai meeting
__ADS_1
"ikut lah, gak bakal gue biarin lu dinner berdua aja sama Maya"jawab Bima sambil menepuk2 dada nya dengan bangga.
"alaah bilang aja lu mau makan gratis"Panji melangkahkan kaki meninggalkan Bima
"emang nya lu gak ngerasa ya nji? Maya itu aneh, gue gak percaya dia udah berubah.
lu inget gak pas jaman kuliah, dia ngelakuin hal yang gak masuk akal cuma karena mau juara satu pas lomba melukis. " Bima mengungkapkan panjang lebar uneg-uneg nya.
"setiap orang bisa berubah Bim" jawab Panji malas
"Terserah lu dah nji, gue aja heran kenapa sih lu bisa cinta sama si Maya?Masih banyak kok cewe cantik yang hati nya baik, contoh nya bini lu. haha" Bima berlari meninggakkan Panji, sebelum di tonjok Panji.
Panji tersenyum saat mengingat Nadia, sejak pergi dia sama sekali belum menghubungi Nadia.
"tuu kan senyum ingat bini" Bima kembali mengejek Panji yang hanya di balasi dengan tatapan tajam.
******
Dari zaman kuliah Bima memang tidak pernah menyukai Maya, sementara Panji yang sudah di butakan oleh cinta tidak perduli dan tidak mau tahu tentang keburukan Maya.
Sama hal nya saat Maya berselingkuh, Bima lebih dulu mengetahui perselingkuhan yang di lakukan Maya.
Panji?? saat itu Panji marah besar dan tidak menegur Bima selama 2 minggu, dia mengira Bima sengaja memfitnah Maya, supaya dia dan Maya berpisah.
"Makanan di sini tuh enak-enak, apalagi gratis" Bima membuka pembicaraan dengan mulut yang penuh makanan.
"May, lu gak kasih racun kan di makanan ini?" Lanjutnya lagi,sementara Maya hanya melotot kan mata nya, Bima tergelak.
"Becanda, serius amat sih" .
__ADS_1
Selesai makan,datang seorang pramusaji membawa 3 gelas berisi air soda.
"kamu suka soda kan nji? aku sengaja pesanin buat kamu" kata Maya dengan tatapan menggoda
Bima yang merasa sakit perut, memilih kembali ke kamar untuk melakukan panggilan Alam nya. haha
Setelah meminum soda yang di berikan oleh Maya, Panji merasa seluruh tubuh nya menjadi panas, bergairah. Akhirnya dia sadar kalau Maya sudah memasukkan obat perangsang di minuman soda nya.
"Kurang ajar kamu maya" ucap nya sambil menahan gejolak di dada nya, apalagi saat ini maya menggunakan pakaian yang sangat minim.
"apa Panji? kamu sudah siap untuk melakukan nya?" tanya maya penuh gairah, dia tidak perduli lagi dengan mata yang memandang ke arah nya, karena sekarang dia sudah duduk di pangkuan Panji.
Bima yang tadi nya ingin membuang hajat,terpaksa harus turun ke bawah lagi karena ponsel nya tertinggal di meja tempat mereka makan tadi.Bima terkejut saat melihat Maya sedang memeluk Panji sementara Panji sudah mulai membalas pelukan Maya.
"Panji, apa-apaan sih lu, gak tau malu. gak liat banyak orang yang ngeliatin kalian?"Bima menarik Maya dari pelukan Panji.
"Bim, tolong gue. bawa gue ke kamar sekarang" Panji mulai merintih. Bima sadar kalau ada yang aneh dengan Panji.
Bima pun membopong tubuh Panji menuju lift.
Rasa ingin buang hajat nya pun hilang seketika saat melihat keadaan Panji.
"lu kenapa sih nji?, mana badan lu berat lagi, nyusahin aja lu" Sepanjang jalan menuju kamar Bima hanya mengomel.
"Maya masukin obat perangsang ke minuman soda gue" Panji menjawab lemah,dia merasa tubuh nya semakin panas.
Bima langsung menghidupkan shower, dan mendorong Panji untuk mandi di bawah air dingin, untuk menghilangkan panas di tubuh nya.
Bersambung
__ADS_1