Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Meminta Izin


__ADS_3

Bima dan Leo mengikuti Panji menuju ke dapur.


Di dapur tampak Nadia yang terduduk di lantai dengan kaki yang memerah dan melepuh.


Tanpa pikir panjang, Panji langsung menggendong Nadia dan membawa ke mobil menuju rumah sakit.


Tampak wajah Maya memerah menahan emosi, dia kesal kenapa Panji harus perduli dengan Nadia.


Di dalam mobil,Panji dan Nadia hanya diam sesekali Nadia melirik ke arah Panji.


"Kamu bisa gak sih sehari aja jangan ceroboh?,bikin susah orang tau gak? "


Nadia hanya diam mendengar omelan Panji yang tanpa sedikit pun melirik ke arah nya.


Sesampai nya di rumah sakit, Nadia langsung duduk di kursi roda, karena untuk berjalan pun Nadia tak mampu.


Dokter membersih kan kaki Nadia yang melepuh akibat air panas.


"dua hari lagi kontrol ya buk" Dokter memberikan salep untuk mengobati kaki Nadia sementara Nadia hanya mengangguk.


Setelah membayar ke kasir, mereka pun pulang.


Di perjalanan pulang pun tidak ada sepatah kata pun yang keluar baik dari mulut Nadia atau pun Panji.


******

__ADS_1


Hari ini adalah jadwal kontrol kaki Nadia.


Nadia yang tidak ingin mengganggu kerjaan Panji akhirnya pergi sendiri ke rumah sakit,lagi pula Panji tidak akan mungkin mau menemani dia kerumah sakit,ojek online langganan nya sudah menunggu di depan gerbang rumah nya.


Setelah pulang dari rumah sakit, Nadia pergi kesebuah cafe untuk bertemu dengan Mella, karena mereka sudah janjian ingin bertemu hari ini.


"udah lama? " tanya Nadia setelah duduk di depan Mella


"lumayan" kata mella sambil tersenyum


"ngapain ngajak ketemu Nad? Mella bertanya sambil menyerup es yang tadi sudah pesan nya.


"ehmm ....Mell, kamu bisa gak bantu aku cari kerjaan?" Nadia memberitahu maksud dia mengajak Mella bertemu.


"hah? ngapain kerja Nad, kamu kan udah nikah, suami kamu gak marah?" tanya Mella


"ya udah deh, nanti aku kabari ya" jawab Mella


Mella dan Nadia pun berpisah, Mella kembali ketempat kerja, sementara Nadia kembali kerumah nya.


******


"Pak, saya ingin minta izin untuk bekerja lagi, boleh gak?" setelah mengumpulkan keberanian akhirnya Nadia pun bertanya ke Panji.


Panji menutup laptop nya yang sedari tadi di pandang nya.

__ADS_1


"untuk apa kamu kerja? uang yang saya berikan tidak cukup? " tanya Panji sambil menatap Nadia dengan tajam.


"eng... enggak kok pak, saya bosan dirumah pak"


Padahal alasan Nadia ingin bekerja adalah agar bisa menabung, dia takut sewaktu-waktu Panji menceraikan dia, jadi dia masih bisa bertahan hidup.


"Saya gak ngizinin" Kata Panji sambil membuka laptop nya kembali.


Nadia tertunduk lesu, hancur sudah harapan nya ingin menabung.


Nadia pun mengirim pesan kepada Mella.


"Mell, yang tadi siang gak jadi.


maaf ya mell" Tulis Nadia dan mengirim ke Mella


drrrtt drrrtt tidak lama kemudian ponsel Nadia bergetar.


"gak papa kok Nad, Lagian aku belum nyariin kerjaan nya" balas Mella.


Nadia pun berbaring di sofa, memikirkan nasib nya jika di ceraikan oleh Panji, sementara dia tidak memiliki tabungan.


Uang gaji hasil dia bekerja di kantin tidak lah banyak,kadang habis untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk membayar kos-kosan nya.


Tak lama kemudian terdengar nafas Nadia yang teratur, pertanda dia sudah tertidur.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2