Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Malam Pertama


__ADS_3

Perjalanan yang penuh kebisuan itu akhirnya berakhir juga, setelah mobil berhenti di depan rumah, Nadia langsung keluar meninggalkan Panji yang masih duduk di belakang setir mobil.


Entah mengapa Nadia merasa sangat malu dengan kata-kata Panji di restoran tadi.


Wajah nya kembali merona saat ia mengingat perkataan Panji.


"Bagus dong berarti gak ada yang gangguin kita"


berulang-ulang kali kalimat itu berputar-putar di kepala nya.


Bodoh, apa yang kau harapkan? itu hanya sebuah kata-kata gombalan Nadia. Dasar jomblo akut,dengar kata-kata gitu aja langsung meleleh.


Nadia memukul-mukul kepala nya, merutuki kepolosan nya.


Panji memasuki kamar, dan bergegas menuju kamar mandi.Sejak pulang dari kantor dia memang belum mandi sama sekali.


Setelah selesai mandi, Panji keluar hanya memakai handuk yang melilit di pinggang, sementara air masih menetes dari sela-sela rambut nya. Nadia yang melihat pemandangan itu langsung membuang muka, mengambil majalah yang ada di atas nakas samping ranjang, berpura-pura membaca majalah.


"Sampai kapan kamu mau tidur pakai jilbab? kita kan sudah menikah"

__ADS_1


Selama menikah Panji memang belum pernah melihat Nadia membuka jilbab,Nadia hanya tertunduk malu.


"Masih belum mau melepas nya?" Panji kembali bertanya, perlahan-lahan Panji menaiki tempat tidur dan mendekati Nadia.


Nadia tampak terkejut saat Panji mendekati nya,dia dapat mencium dengan jelas bau tubuh Panji, bau tubuh yang beberapa hari ini memeluk nya saat tidur.


Dengan lembut Panji membuka jilbab Nadia,untuk beberapa menit Panji terpana melihat pemandangan di depan nya ini.


rambut ikal bergelombang, leher putih yang jenjang membuat Nadia semakin cantik.


Panji bersyukur karena hanya dia yang bisa melihat keindahan wajah Nadia saat tidak menggunakan jilbab.


Nadia hanya diam , ia semakin menundukkan kepala nya, tidak berani menatap Panji.


perlahan-lahan Panji mengangkat wajah Nadia, untuk beberapa detik pandangan mereka saling bertemu, kemudian Panji mencium bibir ranum milik Nadia dengan sangat lembut. Untuk Nadia ciuman ini adalah ciuman pertama nya, tapi untuk Panji ini adalah ciuman yang entah keberapa kali nya.


Semakin lama ciuman itu semakin panas,Panji menggigit bibir Nadia sehingga Nadia membuka mulut nya. kesempatan itu tidak di sia-siakan nya,lidah Panji mulai menyusuri setiap selah mulut Nadia, sementara tangannya sudah bermain di area sensitif milik Nadia.


Nadia mengerang,menikmati setiap sentuhan yang di berikan Panji.

__ADS_1


Mulut Panji sudah tidak bisa di kondisikan lagi, setelah puas menikmati bibir Nadia yang ranum dan manis, ia beralih ke telinga kemudian leher dan terakhir ke dada milik Nadia.


Panji mulai menyatukan tubuh nya dengan Nadia.


Setelah lama berpacu,akhirnya Panji sampai pada klimaks, dia mempercepat gerak tubuh nya dan mencapai kenikmatan bersama-sama dengan Nadia.


Lelah, satu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan Panji dan Nadia sekarang ini.


Panji terbaring di samping Nadia, mengusap lembut rambut Nadia.


"Terimakasih" satu kata yang keluar dari mulut Panji,Nadia hanya menangguk pelan.


Ekspresi wajah nya menggambarkan betapa lelah tubuh nya.


Malam semakin larut saat nya memejamkan mata.


masih ada hari esok yang akan mereka hadapi bersama-sama,awal kebahagiaan sudah mulai terlihat.


"Selamat tidur istriku" bisik Panji tepat di telinga Nadia.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2