
Sebelum shalat subuh nadia sudah bangun, dia mandi dan segera shalat, setelah shalat nadia keluar kamar berniat membuat sarapan untuk dia dan panji.
Di dapur bik siti sudah memulai aktifitas nya, karena bik siti di jakarta tidak memiliki keluarga, akhirnya dia ikut tinggal bersama nadia dan panji, biasa nya pembantu yang lain nya pulang kerumah setelah jam kerja selesai.
"eeh ibuk sudah bangun" sapa siti ke nadia
"udah dong bik, ada yang bisa saya bantu bik? atau saya aja yang buat sarapan bik" nadia memotong2 sayur yang belum sempat siti sentuh.
"eee gak usah buk, biar saya aja
ibuk duduk aja ya liatin saya masak" siti menuntun nadia duduk ke kursi
"gak papa bik, saya udah biasa kok, biar saya aja ya"
akhirnya bik siti mengalah, dan mengizinkan nadia memasak.
Nadia yang sudah terbiasa bertempur di dapur dengan lincah nya membuat sarapan.
jam menunjukkan pukul 6.50,nadia masuk ke kamar, sementara panji belum ada tanda tanda ingin bangun dari tidur nya.
nadia masuk ke kamar mandi, selesai mandi nadia langsung siap siap, karena hari ini dia kembali bekerja, sebelum keluar dia membangunkan panji.
Nadia hanya menarik narik selimut karena dia ingat isi perjanjian yang di buat panji
__ADS_1
"pak, pak panji bangun"
panji yang mendengar nama nya di panggil panggil akhirnya membuka mata, dia langsung kekamar mandi tanpa melihat nadia.
Selesai mandi dan bersiap siap panji keluar kamar, dia langsung melangkah ke meja makan untuk sarapan.
"siapa yang buat sarapan? "sambil menunjuk ke arah nasi goreng yang sudah nadia siapkan
"saya pak"nadia tersenyum bangga karena pertama kali membuat sarapan untuk suami nya
"kampungan"panji yang tadi nya duduk langsunf berdiri setelah mendengar bahwa nadia yang membuat sarapan.
"satu lagi, saya gak bakalan makan semua masakan kamu"sambil menunjuk ke nadia.
bik siti yang melihat majikan nya yang tidak akur terkejut.
Nadia hanya diam sambil memakan sarapan nya, ada bulir bulir bening yang siap tumpah ke pipi nya.
setelah menyelesaikan sarapan nya nadia bergegas pergi bekerja, dia sudah memesan ojek online melalui aplikasi karena jarak rumah dan perusahaan tempat dia bekerja sangat jauh di bandingkan kosan nya dulu.
*********
Sesampai nya di kantin tempat nadia bekerja, nadia langsung di beri pertanyaan bertubi tubi oleh teman kerja nya, bu santi yang sudah tau masalah pernikahan nadia dan pak panji hanya bisa diam.
__ADS_1
"dari mana aja kamu nad semingguan ini? "mella memulai pertanyaan
"kamu sakit nad? "susi pun ikut bertanya sambil memegang dahi nadia
"atau jangan jangan kamu pergi liburan ya? kok gak ngajak aku sih? " mella kembali bertanya
"apa siih, aku cuma ada keperluan mendadak" jawab nadia sekena nya.
"keperluan apa? " susi makin meghimpit nadia karena penasaran
"yaaa keperluan, apa siih sanaan dikit" nadia mulai risih dengan teman teman nya
bu santi yang paham posisi nadia akhirnya buka suara "kalian gak niat kerja ya? bubar bubar"
akhirnya mereka pun bubar, kembali ketempat kerja masing masing, nadia yang dari awal kerja di tugas kan di bagian masak langsung menuju kompor, untuk memasak bahan bahan yang sudah di siap kan teman kerja nya yang lain.
**********
Panji duduk menghadap setumpuk berkas berkas yang harus di tanda tangani, seminggu libur membuat pekerjaan panji bertambah.
Bukan nya panji tidak memiliki asisten yang bisa menggantikan dia dalam seminggu, hanya saja berkas berkas itu hanya panji yang boleh mentanda tangani.
"aaaarrgghh....... kenapa sih bisa sebanyak ini? kalau aja gak karena mama yang minta buat libur seminggu, aku ogah. "
__ADS_1
Panji pun tenggelam dalam kesibukan nya, sampai jam makan siang tiba.
*********