Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Kesepakatan


__ADS_3

Nadia terkejut melihat panji, anak bu dewi yang akan di jodohkan dengan dia


walaupun nadia tidak pernah bertemu langsung dengan bos nya ini, tapi nadia tau kalau ini panji, Panji Erlangga Putra CEO perusahaan tempat dia bekerja, nadia pernah melihat foto panji di hape teman kerja nya


"maafin ibu ya nadia, karena ibu langsung ngajak kamu kerumah tanpa ngasih tau dulu apa maksud ibu, kamu mau kan menikah dengan panji? "


nadia diam, tak menjawab sepatah kata pun


"Nadia... " bu dewi kembali memanggil nadia


"i iya bu, kenapa tiba tiba ibu ingin menjodohkan saya sama anak ibu? " nadia yang tadi nya takut akhirnya bertanya juga


"gilak ni cewek, mau nolak panji ya? kalau cewek lain mungkin langsung di tangkap tu tawaran" bima bicara sendiri


"ibu ingin kamu jadi menantu ibu, kamu mau ya nak? " wajah bu dewi mulai memelas


"panji, kamu mau kan nikah sama nadia" bu dewi beralih ke panji


"oke, aku mau nikah sama dia, tapi jangan ada yang tau, cukup keluarga saja yang tau"panji memberi tawaran ke mama nya


"lho, kok gitu nji? kamu anak mama satu satu nya lho, gak mungkin diam diam" bu dewi mulai kecewa dengan jawaban panji

__ADS_1


"ya udah kalau mama, gak mau" panji berdiri dan hendak melangkah tapi di tahan bu dewi


"oke oke, mau turutin kemauan kamu"akhirnya bu dewi mengalah


"kok mereka gak minta persetujuan aku sih? kan yang mau nikah aku? kalau aku menolak gimana? " nadia hanya bisa bicara di dalam hati


"mama yang atur semua nya, aku males" panji pun berlalu menuju kamar nya.


"nji, gue kok kaya pernah liat calon istri lu, tapi dimana ya?"bima yang penasaran akhirnya ikut naik kekamar panji


"lu ngapain ngikutin gue kekamar? sana lu kekantor, gue pecat baru tau lu" panji emosi sambil melempar bantal sofa ke bima


"serius nji, muka nya gak asing" bima masih penasaran


"hah? maksud lu? apa hubungan nya ****?bima melempar panji dengan bantal yang tadi panji lemparkan


"dia kerja di kantin perusahaan gue, puas lu" jawab panji berapi


"whatssss? kerja di kantin? bima yang tadi nya duduk langsung betdiri


"apaan sih lu bim, dari tadi kaget mulu, gak takut jantungan? "

__ADS_1


panji mulai malas melihat bima


"pergi lum bim, gue pengen tidur"


"tapi kalau di lihat2 cantik juga calon istri lum nji" bima kembali duduk sambil memeluk bantal


"dia bukan tipe gue bim, udah lah lu pergi, sebelum gue suruh mang ujang nyeret lu ke jalan" panji kembali melempar bantal ke bima


"kalau cinta sudah melekat, apalah arti sebuah tipe nji, hahha" bima berlari keluar kamar sebelum di lempar bantal kembali


Nadia sudah kembali ke kosan nya, dia tidak jadi bekerja, di kamar nadia merenungi nasib nya.


"aku harus bersyukur atau mengeluh? "


calon suami ku orang kaya, tapi terpaksa menikah dengan ku"


aaaaaa,,, aku harus gimana ya Allah???? aku terima atau tolak?


kalau di tolak gak tega sama bu dewi, kalau gak di tolak aku gak bayangin hidup dengan orang yang gak aku cinta, dia juga gak cinta aku"


nadia akhirnya ke dapur untuk memasak karena perut nya sudah mulai berbunyi pertanda minta isi

__ADS_1


********


__ADS_2