
Dimeja makan sudah tertata rapi berbagai makanan.
mulai dari sop ayam, ayam goreng, sayur capcai, udang goreng tepung, cumi goreng tepung, dan tak lupa sambal terasi beserta lalapan kesukaan Nadia.
"waaah, kamu udah biasa masak ya nak? lauk segini banyak nya gak perlu waktu lama udah siap aja" Bu Dewi terkagum melihat kelihaian Nadia dalam memasak.
"Mama lupa ya? Nadia kan kerja di kantin perusahaan ma, yang karywan nya banyak bnget" jawab Nadia bersemangat, kalau berhubungan dengan masakan, entah mengapa Nadia begitu bahagia dan bersemangat.
"Jadi kamu koki di kantin perusahaan nak? " Bu Dewi terkejut, karena selama ini dia hanya tau Nadia bekerja di kantin,tapj dia tidak tau kalau Nadia adalah koki nya.
"Salah satu nya ma, koki nya kan banyak ma" Nadia menjawab santai.
setelah selesai dengan urusan dapur, Nadia pun izin ke kamar untuk membersihkan tubuh nya, karena selama memasak Nadia berkeringat dan membuat tubuh nya lengket.
Bu dewi pun masuk ke kamar tamu untuk beristirahat menjelang Panji pulang.
******
Di kantor Panji bersiap-siap untuk pulang,Bima yang sudah tak sabar ingin kerumah Panji pun akhirnya menyusul Panji ke ruagan nya.
"Lama banget sih nji" Panji terkejut, karena hanya kepala Bima yang muncul dari balik pintu
"kalau lama, ngapai nungguin gue? " kata panji sambil berjalan menuju lift.
"lah, lu kan ngajakin gue makan malam dirumah lu nji" jawab Bima sambil berlari kecil mengejar langkah Panji.
"kan bisa pergi sendiri Bim, lu kan punya mobil.
ngapain juga nungguin gue" Panji menatap Bima kesal.
__ADS_1
Bima hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
sesampai nya di lantai bawah, Panji keluar menuju mobil nya.
Di samping mobil nya sudah berdiri Maya, yang sejak tadi menunggu Panji.
Karena sekarang Maya tak lagi bisa keluar masuk perusahaan sesuka hati nya, akhirnya dia hanya bisa menunggu panji di mobil.
"mau ngapain lagi sih tu cewek?" tanya Bima sambil berjalan berdampingan dengan Panji
"maya maya, mau jadi mayat ya lu gangguin hidup Panji?" sambung Bima, yang membuat Panji memukul kepala belakang nya.
Bima hanya meringis kesakitan sambil mengusap kepala yang di pukul Panji tadi.
"apa? " tanya Panji ketus setelah sampai di mobil nya.
"Panji, kamu kok gitu? kamu udah gak cinta aku? " tanya Maya sambil merangkul lengan Panji.
Bima yang risih melihat pemandangan di depan nya ini, akhirnya menepis tangan Maya.
"Minggir lu, gue mau masuk.
lagian lu jangan gangguin Panji lagi, dia udah punya bini, cantik lagi" kata Bima sambil menunjuk wajah Maya.
Maya hanya melotot ke arah Bima.
Panji pun masuk ke mobil, duduk di belakang setir. terlihat wajah kesal maya saat Panji masuk ke mobil tanpa ada satu patah kata pun.
"aaaaaaaa...... awas kamu Bima" teriak Maya histeris, yang di pandangi oleh karyawan yang pulang bekerja.
__ADS_1
******
Mobil Panji memasuki perkarangan rumah nya.
setelah keluar dari mobil, Bima langsung masuk kerumah,tanpa menunggu Panji lagi.
"Tante..... " Bima langsung memeluk bu Dewi.
Bima dan Panji berteman sejak kecil, bagi bima mama Panji adalah mama nya juga.
"Ya Allah Bima,, kamu kok kurusan nak?" bu Dewi terkejut melihat penampilan Bima yang terlihat berbeda dari biasa nya.
"Dia gak makan ma, makanya pas di ajak maka. di sini langsung semangat" Panji menjawab sambil berlalu menuju kamar nya.
Setelah shalat Maghrib semua nya berkumpul di meja makan.
Bima sudah tak sabar lagi ingin makan,karena memang dia kelaparan.
"ini semua siapa yang masak tan? " tanya bima sambil memasukkn udang goreng tepung ke mulut nya.
"Nadia yang masak semua nya" jawab bu Dewi
"semua nya? waaah, pintar masak lu ya nad" Bima mengangkat 2 jempol tangan nya ke arah Nadia.
Berbanding terbalik dengan Bima, Panji tampak lesu, dia hanya memandang makanan yang ada di piring nya, sesekali ia mengaduk-aduk isi piring nya.
Karena di tatap oleh mama nya akhirnya Panji pun memakan masakan Nadia.
"Enak" satu kata yang hampir keluar dari mulut Panji.
__ADS_1
Bersambung