
Seminggu setelah menikah, panji membawa nadia pindah kerumah yang telah ia beli.
awalnya bu dewi melarang mereka pindah,karena di rumah nya bu dewi hanya tinggal bersama 2 orang pembantu dan 1 orang satpam.
Panji yang berusaha meyakin bu dewi, akhirnya membuat bu dewi luluh, dengan alasan setelah menikah lebih baik hidup terpisah dari orang tua, supaya mandiri.
"mama tenang aja, kita bakalan sering main kesini kok ma"panji mencoba meyakin kan mamanya
"lagian ma, kalau udah nikah itu bagus nya pisah dari orang tua, panji kan udah ngikutin kemauan mama buat nikahin nadia, sekarang terserah panji dong ma mau bawa nadia kemana aja" bu dewi hanya diam sambil mengangguk, sebenar nya dia tidak rela kalau panji dan nadia keluar dari rumah nya, tapi setelah berpikir akhirnya dia setuju atas keputusan anak nya.
"oke, tapi janji ya sering main kesini, atau mama yg kerumah kalian" mata bu dewi sudah mulai berkaca kaca
setelah berkemas, panji dan nadia langsung menuju rumah baru mereka.
dirumah baru nya, panji sudah memiliki 1 orang pembantu dan 1 orang satpam.
nadia tidak tau kalau dirumah baru ini lah awal penderitaan nya.
********
Mobil panji memasuki pekarangan sebuah rumah yang tidak terlalu besar, panji sengaja membeli rumah yang tidak terlalu besar,mengingat penghuni rumah tidak ramai.
Kedatangan panji dan nadia di sambut wanita paruh baya, pembantu di rumah ini
"selamat datang pak panji dan bu.... "siti kebingungan karena belum tau nama istri majikan nya ini
__ADS_1
"nadia, nama saya nadia bik"nadia mengulurkan tangan ke bik siti
"saya siti buk" siti menyambut uluran tangan nadia.
Panji langsung menuju kamar nya, tanpa membantu nadia membawa koper, sementara nadia kesusahan karena membawa 2 koper besar ke kamar mereka.
syukur nya rumah yang di beli panji ini tidak bertingkat, hanya sebuah rumah dengan 3 kamar,tapi termasuk rumah mewah karena design nya yang indah.
*******
sesampai nya di kamar, nadia langsung menyusun baju milik nya ke lemari, sementara panji sibuk dengan handphone milik nya, tanpa sedikit pun melirik ke nadia.
setelah selesai menyusun baju, nadia hendak keluar kamar, belum sempat membuka pintu,panji melempar sebuah map ke arah nadia.
"peraturan di rumah ini, kamu harus mengikuti nya"panji berdiri dan mengambil kunci mobil tanpa melihat nadia
1.Tidak ikut campur masalah pribadi masing masing
2.Jangan menyentuh barang di kamar tanpa izin,apalagi menyentuh aku, sangat tidak di izinkan
3.Tidur di sofa
4.Jika sakit, harus menggunakan masker,terutama di dalam kamar
5.Dilarang membawa makanan ke kamar
__ADS_1
"cih, siapa juga yang mau nyentuh dia" nadia berkali kali membaca peraturan yang di buat panji
"baiklah tuan panji yang terhormat, saya akan mengikuti semua peraturan yang tuan panji buat" nadia berbicara sendiri sambil membungkuk kan badan nya.
*********
Di sebuah cafe, tampak panji dan bima sedang bersantai sambil menyesap kopi pesanan mereka masing masing.
"gimana bro? " bima memulai percakapan
"gimana apa nya? "panji yang pura pura tidak paham bertanya balik
"cih,,, pura pura gak ngerti lu
gimana hidup baru lu? "
"kan udah gue bilang, dia bukan tipe gue"panji menyesap kopi yang tinggal separuh
"kan gue juga udah bilang, kalau cinta sudah melekat,apalah arti sebuah tipe nji" bima terkekeh,
"siapa yang cinta? gue bakalan buat dia gak nyaman tinggal di rumah"panji tersenyum penuh kelicikan
"waaah tega lu nji, punya istri cantik lu sia sia in, ntar nyesal baru tau lu nji" bima hanya mampu menggelengkan kepala nya.
"udah ah, gue mau cabut.males gue lama lama ngomong ama lu" panji berdiri dan melangkah keluar cafe
__ADS_1
"iiiii,,, lu kali nji tadi nelpon gue ngajak ketemuan, seharus nya gue yang bilang gitu ke lu" bima berlari kecil mengejar panji.
*********