Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Bunga cinta


__ADS_3

Sepanjang jalan pulang, tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka.


Canggung, iya lebih tepat nya suasana yang sekarang di rasakan oleh mereka adalah Canggung.


Nadia dari tadi hanya menatap pohon-pohon yang ada di pinggir jalan memalui jendela mobil.


pikiran nya berlarian ntah kemana, dia bingung kenapa Panji mengatakan tidak akan bercerai sampai kapan pun.


Bukankah dia merasa tidak bahagia hidup dengan nya selama ini? entah lah aku pusing begitu pikir nya.


sesampai nya di rumah, Bik Siti sudah menunggu di depan pintu dan berlari ke mobil memberikan payung untuk Nadia dan Panji, karena hujan belum juga reda.


karena Payung hanya ada dua, satu nya untuk Bik Siti, akhirnya Nadia dan Panji berpayung bersama.


Hei hati, kenapa kau berdetak kencang begini? kalau Mas Panji mendengar nya gimana?. Nadia


Panji langsung masuk ke kamar sementara Nadia ke dapur membawa belanjaan yang di bantu Bik Siti, sebelum pulang Nadia memang sengaja mampir di supermarket, dia tau isi kulkas pasti sudah mau habis dan ia pun lupa memberi uang kepada Bik Siti untuk berbelanja.

__ADS_1


Rumah berukuran sedang,yang hanya memiliki tiga kamar. Sebenarnya rumah ini bukan lah rumah impian Panji apalagi mengingat Panji adalah seorang Presdir sebuah perusahaan ternama,dulu dia sengaja membeli rumah ini hanya untuk menyiksa Nadia, dan dulu dia mengira kalau Nadia menikah dengan nya hanya karena uang. tapi setelah berjalan nya waktu perasaan nya terhadap Nadia berubah, Nadia bukan lah wanita seperti yang di pikirkan nya, bahkan Nadia sama sekali tidak menggunakan kartu Atm yang di berikan nya tempo hari.


Cukup lama Panji mengingat awal-awal pernikahan nya dengan Nadia,lalu ia teringat foto yang tadi pagi mama nya lempar di hadapan nya.


Panji mengambil ponsel yang sejak tadi tergeletak di nakas samping ranjang


"Hallo pak" terdengar suara dari seberang


"Cari tau semua tentang Maya, apa yang dia lakukan akhir-akhir ini"Panji memberi perintah kepada Assisten pribadi nya, Anton.


Pintu terbuka, Nadia masuk ke kamar pergi ke lemari pakaian,lalu ke kamar mandi untuk mandi dan berganti baju, dia tidak sadar kalau Panji sedang memperhatikan gerak gerik nya.


sekilas ia memandang dinding yang dulu penuh dengan foto Panji, lebih tepat nya foto kenangan Panji. sekarang foto-foto itu sudah tidak menempel di dinding itu lagi.Lenyap,entah pergi kemana.


"Tidur di kasur" Nadia yang tengah membuka kado oleh-oleh yang di berikan Panji pun terkejut.


"Apa mas?" seakan tak percaya dengan pendengaran nya, Nadia bertanya dengan wajah bingung.

__ADS_1


"tidur di kasur" sudah setengah berteriak


Nadia yang merasa takut langsung meninggal kan oleh-oleh yang belum sempat terbuka.


Cinta bisa datang kapan saja, begitu lah yang di rasakan Panji sekarang.


Dia pun tidak tau sejak kapan dia mulai menyukai gadis yang sudah menjadi istri nya ini. merasa kehilangan jika tak melihat nya, merasa rindu jika jauh dari nya.


Ada pepatah mengatakan "jangan terlalu benci, lama-lama bisa jadi cinta"


mengingat awal pernikahan Panji dan Nadia penuh akan kebencian.


Benci,kenapa dia di paksa menikahi gadis yang tak di kenal nya.


Benci harus hidup serumah dengan nya.


Benci karena Nadia bukan tipe nya.

__ADS_1


Benar kata Bima "kalau cinta sudah melekat, apalah arti sebuah tipe"


Bersambung


__ADS_2