Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Hujan turun sejak subuh, membuat penghuni rumah yang sudah dingin terkena AC semakin meringkuk di bawah hangat nya selimut tebal.


Nadia yang sudah selesai melaksanakan shalat pun kembali ke bawah selimut, untuk sekedar menghangat kan diri.


Sudah jam delapan kurang sepuluh menit, hujan belum juga berhenti.


Bu Dewi yang sudah bangun sejak pagi duduk di ruang keluarga sambil menatap keluar jendela di temani secangkir teh dan cemilan, mengamati setiap titik hujan yang turun ke bumi.


Dia kembali mengingat pertemuan pertama nya dengan Nadia, menantu nya.


Beberapa hari yang lalu datang seorang kurir mengantarkan sebuah amplop besar yang berisi foto Maya dan Panji sedang duduk di sebuah cafe. Hati nya betanya-tanya apakah Panji masih berhubungan dengan Maya di belakang istri nya.


Lamunan nya buyar saat Nadia datang menghampirinya.


"Mama, kok gak bangunin Nadia?Maaf ya ma, habis shalat subuh Nadia tidur lagi"

__ADS_1


Bu Dewi tersenyum dan memggelengkan kepala. Nadia dengan wajah bersalah nya duduk di depan mertua nya, ikut memandangi setiap titik hujan yang jatuh ke bumi ini.


"Panji belum bangun?" Tanya Bu dewi.


Dia memang sudah mengetahui kepulangan Panji tadi malam, karena sebelum nya Panji memang sudah mengirimkan pesan singkat bahwa sore dia akan pulang.oleh sebab itu ia tidak mengunci pintu agar Panji saat pulang tidak membangunkan penghuni rumah.


"Belum ma, eeh kok mama tau mas Panji udah pulang? "Bu Dewi hanya tersenyum memandang Nadia, membuat Nadia semakin bingung.


"Kamu bahagia menikah dengan Panji?" Bu Dewi berpindah duduk di samping Nadia dan memegang erat tangan Nadia.


"Mama bicara apa? Nadia bahagia kok sama mas Panji" Jawab Nadia sambil menghapus air mata Bu Dewi yang kini sudah jatuh membasahi pipi nya.


"Maaf kan mama karena terlalu egois menikahkan kalian berdua tanpa cinta" kini Bu Dewi sudah terisak-isak.


"Kali ini mama tidak akan memaksa kan kehendak mama, cari lah kebahagian mu nak, mama tau kamu tertekan dan tidak bahagia dengan pernikahan ini" Nadia memeluk mertua nya, ada perasaan bahagia karena sekarang mama mertua nya sudah memberi sinyal untuk dia lepas dari kehidupan yang sebenar nya tak di inginkan ini.

__ADS_1


Perasaan sedih pun menyeruak di hati nya, karena bagaimana pun dia ingin menikah sekali dalam seumur hidup nya.


"Kamu boleh meminta cerai dari Panji, mama yakin Panji juga tersiksa dengan pernikahan kalian, sekali lagi mama minta maaf karena sudah egois, hanya memikirkan diri mama sendiri tanpa memikirkan kebahagian kalian berdua" Kini Bu Dewi sudah melepas pelukan Nadia, dia menggenggam tangan Nadia,meyakin kan kalau keputusan nya sudah bulat.


"Sampai kapan pun aku tidak akan bercerai dengan Nadia ma" Panji setengah berteriak, dia sudah tidak tahan lagi mendengar pembicaraan mama dan istri nya.


"Mama sudah memaksa aku dan Nadia menikah, sekarang memaksa aku menceraikan dia? apa sebenar nya yang mama mau ma? kebahagian kami? kebahagian itu sudah hilang ma, sejak mama memaksa aku menikahi dia" Panji menunjuk Nadia dengan suara yang setengah berteriak, Nadia hanya mampu menundukkan kepala nya.


"Ini apa Panji? kamu ingin menyakiti Nadia?" Bu Dewi melempar Amplop besar itu di kaki Panji, Panji meraih dan membuka Amplop itu.


wajah nya berubah pias, dan rahang nya mulai mengeras.


"Ayo kita pulang" Panji menarik Nadia dari tempat duduk nya, membawa ke kamar dan bersiap-siap untuk pulang kerumah mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2