Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Suasana pagi hari di desa sangat berbeda dengan di kota,udara yang masih segar tidak tercampur polusi akibat kendaraan yang lalu lalang menambah nilai plus jika ingin tinggal di desa.


Embun yang terkena dedaunan pun menambah indah suasana di pagi hari,desa kelahiran Nadia memang termasuk pelosok,yang memiliki kendaraan pribadi pun hanya beberapa orang saja.


mata pencaharian penduduk desa disini adalah berladang,berkebun dan mencari ikan.Paman Nadia memiliki sepetak sawah yang ia olah sejak dulu.


Tapi semenjak Nadia menikah,Panji memberikan modal usaha untuk Paman tanpa sepengetahuan Nadia.


Paman sekarang memiliki beberapa toko kelontong yang di kelola oleh anak buah nya.


Sementara Bibi membuka usaha jait dan memiliki beberapa orang karyawan.


Nadia sudah terjaga sejak subuh,setelah shalat ia keluar membantu Bibi menyiapkan sarapan.


setelah sarapan seperti biasa Bibi pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.


Meski pun Bibi memiliki sepeda motor,tapi Bibi lebih memilih berjalan kaki karena pasar tidak terlalu jauh.


Nadia yang rindu akan kampung nya pun memutuskan untuk ikut bersama Bibi ke pasar,sebelum pergi ia pun pamit kepada suami nya.

__ADS_1


"gak perlu mas,pasar nya deket kok.lagian pagi-pagi gini tu enak nya jalan kaki mas" Panji menawarkan untuk mengantar mereka kepasar tapi di tolak oleh Nadia.


"ya udah hati-hati,kalau ada apa-apa telpon mas" akhirnya Panji pun mengalah.


Sepanjang perjalanan banyak yang menyapa Nadia,mulai dari ibu-ibu sampai ke pemuda-pemudi desa.Nadia memang terkenal ramah dan sopan,tidak ada yang tidak mengenal Nadia di kampung ini.


setelah 3 tahun tidak pulang ternyata kampung halaman nya sudah banyak berubah,mulai dari jalan yang sudah rapi sampai pasar yang sudah beraturan,tidak seperti 3 tahun yang lalu pasar di kampung nya ini sangat tidak teratur.


"Nadia..." seorang laki-laki menyapa Nadia,dari sorot mata nya tampak kebahagiaan saat menatap Nadia.


"Wira...wira kan?" tanya Nadia memastikan kalau orang yang di hadapan nya ini adalah seseorang yang dulu ia kenal.


"iya,aku wira.kamu apa kabar Nad?" tanya Wira sambil mengulurkan tangan ingin bersalaman,sementara Nadia hanya menutup kedua telapak tangan nya di dada.


"sudah 3 tahun sejak kamu merantau Nad,kamu makin cantik" Wira menatap lekat wajah Nadia,membuat Nadia salah tingkah.


"terimakasih wira,maaf aku harus menemani Bibi ku belanja" Nadia berusaha menghindari Wira,ia tau kalau Wira memang menyimpan perasaan suka terhadap nya sejak mereka SMA,tapi Nadia tidak pernah menggubris perasaan Wira dengan alasan dia tidak ingin berpacaran,sampai akhirnya Nadia memutuskan untuk merantau ke kota dan akhirnya bertemu Panji yang sekarang menjadi suaminya.


******

__ADS_1


Setelah selesai berbelanja Nadia dan Bibi pun pulang,Wira yang sejak tadi menunggu Nadia akhirnya mengutarakan maksud nya untuk mengantar Nadia dan Bibi.


"Aku antar ya Nad" mohon Wira


"Maaf wira,kita jalan kaki saja" Tolak Nadia secara halus.


"gak papa,aku bawain barang-barang belanjaan,kalau kamu gak mau naik motor ya udah kita jalan kaki sama-sama" lanjut nya lagi.


"Wira,aku sudah menikah" Nadia akhirnya memberitahu bahwa ia sudah menikah,dia tidak ingin Wira berharap kepada nya lagi.


"me..menikah?dengan siapa?kapan kamu menikah Nad?" tampak wajah keputusasaan Wira,harapan yang ia nantikan selama ini seakan sirna di bawa hembusan angin pagi ini.


"Aku sudah menikah setahun yang lalu wira,Aku pulang ya suami ku sudah menunggu di rumah" jawab Nadia sambil membawa barang-barang yang tadi nya ingin di bawa oleh Wira.


Wira hanya menatap punggung Nadia dengan sedih,hati nya hancur.


Pujaan hati nya selama ini ternyata sudah menikah,dia merutuki kebodohan nya selama ini kenapa ia tidak menyusul nadia ke kota dan memperjuangkan cinta nya.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vota ya readers setiakuh.


tanpa kalian apalah aku😍.


__ADS_2