Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Makan siang yang gagal


__ADS_3

Sejak pertemuan kemarin malam di toko baju tempat Cindy bekerja, Bima setiap hari mengirimi Cindy pesan.


Ia baru tau malam itu kalau Cindy yang mengirim pesan Whatsapp untuknya.


Seperti orang yang baru pertama kali jatuh cinta,bahkan mungkin ia sudah melupakan tentang Karin.


Siang ini Bima keluar lebih cepat dari jam makan siang, ia sengaja mempercepat jam makan siangnya,karena Cindy biasa nya selesai bekerja sebelum jam makan siang.


Bima setengah berlari menuju Starbuck yang memang letaknya sangat dekat dengan kantor mereka, dapat di jangkau dengan berjalan kaki tanpa harus membawa kendaraan.


Sesampainya di Starbuck, Bima mengeluarkan ponsel nya, membuka Aplikasi Whatsapp,tapi belum ada notifikasi balasan dari Cindy sejak tadi.


Drrt drrt.


Satu pesan Whatsapp dari Cindy


"Maaf pak, saya tidak bisa makan siang bersama.


saya sudah pulang dari jam 10 tadi, soalnya ibu saya di bawa kerumah sakit,saya lupa kasih kabar ke bapak"


Bima menghembuskan nafas dengan pelan, gagal!! satu kata yang keluar dari mulutnya.


gagal untuk melakukan pendekatan hari ini.


"Tenang Bim masih ada hari esok"Gumamnya pelan sambil berjalan lesu menuju kantornya lagi.


******


Bima masuk ke ruangan Panji dengan wajah lesu, di atas meja masih ada beberapa makanan yang di bawa Nadia belum di sentuh sama sekali.


Bima duduk di sofa dan langsung makan dengan wajah yang masih lesu.


"lu kenapa? tempat makan tutup semua? lesu amat lu"


Bima terus makan tanpa memperdulikan pertanyaan Panji.


"Katanya mau makan siang sama siapa, Cindy ya? kok udah balik?"


kali ini Nadia yang bertanya.


"gagal, hari ini gagal"


jawab Bima dengan makanan yang penuh di mulutnya.


"Belom juga di mulai, udah gagal aja lu Bim haha"


Panji tertawa sambil berlalu masuk ke kamar mandi untuk menyikat gigi.


"Nad, lu gak niat punya anak gitu sama Panji? udah hampir setahun kalian nikah tp lu beluam hamil juga Nad, program aja Nad"


Nadia yang sedang minum pun tersedak mendengar kata-kata Bima.


"memangnya mas Panji mau punya anak dari aku?"Tanya Nadia dengan polosnya


Bima tertawa lepas sambil memegang perutnya.

__ADS_1


"ntar lu tanya sama Panji nya, mau gak dia punya anak dari lu"


jawab Bima masih sambil tertawa, ia menyelesaikan makanannya dan langsung keluar


"makasih makanan nya Nad, enaak"


teriaknya sebelum keluar pintu, Nadia hanya mengangguk.


Panji keluar dari kamar mandi, ia tidak lagi melihat Bima duduk di sofa,sementara Nadia masih sibuk mengemas sisa-sisa makan siang mereka.


"Bima udah pergi?" tanya Panji sambil membantu Nadia membuang sampah.


"sudah mas, selesai makan dia langsung pergi,aku langsung pulang ya mas"


Nadia bersiap-siap untuk pulang, sebelum pulang ia mampir di kantin perusahaan untuk melihat Mela, temannya saat masig bekerja dulu.


"gak mas antar? mas gak ada jadwal meeting kok siang ini"


"gak perlu mas, aku mau ketemu Mela dulu mas"


Panji mengangguk dan mengantar Nadia sampai pintu ruangannya.


******


Nadia berdiri menatap kantin tempat dulu ia bekerja, semua kenangan ada disini.


Dari awal ia masuk sampai sekarang ia menjadi istri pemilik perusahaan ini.


Semua mata yang ada di kantin memandang ke arah Nadia,karyawan yang lewat menundukkan kepala nya untuk Nadia.


Begini ya rasanya jadi orang kaya? semua nya hormat


Ia berjalan menuju dapur kantin, tempat dimana Mella bekerja, hari ini ia sengaja tidak memberitahu Mella kalau ia akan datang dan menemui temannya itu.


Sesampainya di dapur, Nadia terkejut karena semua karyawan dapur sudah berkumpul termasuk Mella.


Wajah mereka tegang, mereka takut kalau ada yang salah dengan makanan yang mereka buat, sehingga istri presdir berkunjung ke dapur kantin.


Nadia menatap heran kepada semua karyawan dapur, cukup lama mereka saling tatap tidak ada satupun yang berani memulai untuk berbicara.


"Maaf kalau saya mengganggu waktu kalian"


Akhirnya Nadia membuka suara dan memecah keheningan di antara mereka semua.


"Saya kesini cuma mau ketemu sama mella, teman saya"


Nadia menarik tangan Mella agar mendekat ke arahnya,bu Santi yang memang sudah tau kedekatan Nadia dan Mella hanya tersenyum, sementara karyawan yang baru merasa heran kenapa Mella bisa kenal dengan istri presdir tempat mereka bekerja.


"bu Santi, saya izin pinjam Mella sebentar ya"


"Silakan Nadia, eeh buk Nadia"


bu Santi tergagap, ia belum terbiasa memanggil Nadia dengan sebutan ibu.


Nadia hanya tersenyum, lalu keluar membawa Mella.

__ADS_1


Mereka duduk di salah satu kursi tempat para karyawan menyantap makan siang.


karena jam makan siang sufaha berakhir jadi kantin sudah kembali sepi.


"Ya ampun Nadia, kamu apa kabar? kok lama gak pernah kasih kabar? kamu ya mentang-mentang udah jadi istri bos lupa sama aku"


Mella mengoceh panjang lebar, Nadia hanya tertawa melihat teman dekatnya selama bekerja itu mengomelinya.


"iya iya, aku minta maaf. Aku sibuk mell,ngurus rumah ngurus suami"


Nadia kembali tertawa.


"oya, aku seminggu yang lalu pulang ke kampungku lho mell, terus aku ketemu cowok yang dulu aku ceritain ke kamu, ingat gak?"


"Wira? bener gak sih?"


Tanya Mella sambil memperbaiki duduknya, ia mulai tertarik dengan kisah Nadia.


"iya Wira mell,dia gak percaya kalau aku udah nikah"


"Terus, suami kamu tau kalau dia dari jaman sekolah udah suka sama kamu Nad?"


Nadia hanya menggeleng, Mella semakin penasaran dengan kisah Nadia.


"kamu gak cerita?"


Nadia kembal menggeleng.


"udah ah, aku ketemu kamu itu bukan mau bahas dia, aku tuh kangen sama kamu tau gak"


"kan kamu duluan yang ngebahas Nad"


Mella sedikit kesal dengan temannya itu, Nadia tertawa melihat ekspresi Mella.


Sementara Panji yang sejak tadi menatap layar komputernya ikut tertawa melihat istrinya tertawa sebahagia itu saat bertemu temannya itu.


Ia sudah menatap layar komputernya sejak Nadia keluar dari ruangannya, ia memperhatikan gerak-gerik Nadia melalui CCTV.


Panji yang sekarang bisa di bilang suami posesif,bahkan tanpa sepengetahuan Nadia, dia memasang CCTV di setiap sudut rumahnya termasuk kamar tidur.


Alasannya hanya untuk keamanan,ia takut ad kejadian-kejadian yang tidak di ingininya terjadi.


"Alaah bilang aja lu mau ngawasin bini lu 24 jam"


Bima mengejek saat Panji bercerita ia memasang CCTV di setiap sudut rumahnya.


"ya gak papalah, bini gue rumah gue suka-suka gue dong,nikah dong biar ada yang di awasin"


Panji tersenyum mengejek Bima,yang selama ini masih saja betah menjomblo.


"iya deh iya, suami posesif,dulu aja benci banget, sekarang malah cinta banget"


Bima membalas Panji,ia pun segera keluar dari ruangan Panji sebelum di lempar dengan benda-benda yang dekat dengan Panji.


Bersambung

__ADS_1


Mohon maaf semuanya saya baru up, karena signal kurang bagus akhirnya novelnya agak sedikit tertunda up nya.


selamat membaca, jangan lupa like komen dan vote yaa😍😍😍😍😍


__ADS_2