
Sejak pagi Nadia sudah sibuk dengan urusan dapur, karena hari ini Bik Siti dan pak Warto pulang kampung.Mereka ingin menjenguk saudara nya yang sakit akibat kecelakaan.
"Gak lama kok buk, paling tiga hari" sebelum pergi Bik siti dan pak Warto berpamitan ke Nadia,Karena Panji belum menampakkan batang hidung nya.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan kurang lima belas menit, tapi Panji belum juga keluar.Nadia yang merasa aneh pun akhirnya menyusul ke kamar, karena biasa nya Panji tidak pernah telat bangun.
Sesampainya di kamar,Nadia melihat Panji masih meringkuk di bawah selimut tebal nya. Nadia pun menarik-narik selimut itu agar Panji terbangun.
"paaak, bangun" Nadia setengah berbisik,karena dia takut Panji akan marah karena membangun kan nya.
Panji bergerak dan membuka matanya, saat melihat jam,mata Panji membelalak.
Dia langsung turun dari ranjang dan mempercepat langkah nya menuju kamar mandi.
Setelah berpakaian rapi, Panji menuju dapur berharap bik Siti membuatkan sarapan karena pagi ini dia merasa sangat lapar.
Di meja makan sudah ada 1 piring nasi goreng, mata panji mengelilingi setiap inci ruangan, namun dia tak melihat bik Siti, karena memang Panji tidak tau kalau bik Siti hari ini pulang ke kampung nya.
"Bik siti mana?" tanya Panji ke Nadia yag tiba-tiba muncul dari belakang
"Bik Siti dan Pak warto tadi pagi izin pulang kampung, ada saudra nya yang sakit.
mereka bilang minta sampaikan ke pak Panji,karena tadi pagi mereka buru-buru" Jawab Nadia sambil mengambil sepiring nasi goreng yang dari tadi sudah ada di atas meja.
"Nasi goreng nya cuma satu? "tanya Panji lagi.
kening Nadia mengerut mendengar pertanyaan Panji.
"bapak mau? " Nadia bertanya balik.
Panji hanya mengangguk, Nadia pun memberikan nasi goreng yang tadi dia ambil, kemudian berdiri menuju wajan yang masih berisi nasi goreng.
"Bapak makan yang itu aja" kata Nadia sambil menunjuk sepiring nasi goreng yang sudah ada di depan Panji.
__ADS_1
Panji pun langsung melahap nasi goreng yang ada di depan nya.
setelah selesai makan, Panji pun langsung berangkat ke kantor tanpa mengucapkan terimakasih untuk Nadia.
******
Sesampainya di kantor sudah Jam delapan lewat lima belas menit.
Karena Panji yang memiliki perusahaan ini, terlambat bukan lah suatu hal yang bermasalah.
Panji melihat tumpukan berkas-berkas yang ada di atas meja yang telah di siapkan sekretaris nya.
Ponsel Panji bergetar,di layar ponsel nya tampak nama Nadia yang mengirimi pesan.
"pak, hari ini saya izin keluar untuk bertemu teman"
Panji kemarin meminta nomor ponsel Nadia,dengan alasan mamanya lah yang menyuruh dia meminta nomor Nadia.
"Ya" Panji hanya membalas dengan dua hurup itu.
******
Dia hanya ingin berjalan-jalan di sekitaran taman kota, karena merasa bosan.
Apalagi di rumah tidak ada Bik Siti membuat Nadia semakin bosan.
seperti biasa nya, Nadia memesan ojek online langganan nya.
Setelah sampai, Nadia memilih kursi di dekat kolam-kolam ikan.
#Flasback On#
Sebelum ke taman Nadia singgah si sebuah minimarket, untuk membeli makanan ikan.
__ADS_1
Dan di minimarket tadi Nadia bertemu seorang laki-laki yang tak sengaja menyenggol nya.
"Maaf mas, ini belanjaan nya jatuh" kata Nadia sambil memberikan belanjaan laki-laki yang ada di depan nya.
Laki-laki itu tak berkedip melihat Nadia,bibir nya tersenyum sedangkan mata nya menatap Nadia dengan tajam.
"Masss.... "Nadia melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah laki-laki itu.
"eee,, iyaa" jawab laki-laki itu gugup.
"ini mas, belanjaan nya jatuh" Nadia memberikan belanjaan laki-laki itu,kemudian keluar minimarket dan langsung menuju taman.
Laki-laki itu hanya memandang punggung Nadia yang meninggalkan nya, setelah sadar kaki nya pun melangkah mengikuti Nadia.
#Flashback Off#
"ikan nya pasti bahagia,di kasih makan sama cewek cantik kayak kamu"
Nadia terlonjak kaget, mendengar suara tepat di telinga kanan nya.
Dia mundur beberapa langkah, dengan wajah takut.
"jangan takut, aku orang baik kok" kata laki-laki itu lagi.
Nadia hanya tersenyum.
"Angga" laki-laki itu mengulurkan tangan, tapi tidak di sambut oleh Nadia.
Nadia hanya mengatupkan kedua tangan nya di dada.
"Nadia" jawab Nadia.
Nadia memang dari dulu tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki.
__ADS_1
jangan kan untuk pacaran, berjabat tangan dengan laki-laki pun Nadia tidak pernah.
Bersambung.