
Nadia terbangun dari tidur nya saat mendengar pintu kamar terbuka, di lihat nya Panji masuk dan langsung berbaring di samping nya.
"Mas... kok tidur disini?" tanya Nadia panik
"Jadi aku harus tidur dimana? ranjang nya cuma ada satu" Jawab Panji dengan mata terpejam
"ya udah, aku aja yang tidur di bawah" Nadia turun dari ranjang, tapi tangan nya di tarik oleh Panji dan membuat Nadia jatuh di dada bidang milik Panji.
"udah, tidur disini aja" Panji memeluk Nadia, sementara Nadia hanya diam tanpa membalas pelukan Panji.
******
Nadia terbangun saat adzan subuh, dia merasa ada yang menindih kaki dan perut nya.
Saat ia berbalik badan dia melihat Panji tengah memeluk tubuh kecil nya.
Untuk beberapa saat Nadia terhanyut oleh ketampanan wajah Panji, tangan nya hampir menyentuh pipi mulus milik Panji.
"udah puas mandangin wajah aku yang tampan ini?" Nadia terkejut saat melihat mata Panji terbuka, dia pun langsung turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.
Aaaaa, malu malu
kenapa sih dia pakai acara bangun segala. Nadia menepuk-nepuk jidat nya.
Setelah keluar dari kamar mandi, Nadia tak melihat Panji di tempat tidur.
__ADS_1
Nadia bersyukur, entah bagaimana dia menghadapi Panji kali ini, setelah melakukan hal bodoh yang sangat memalukan.
Selesai shalat Nadia keluar kamar dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.
Lagi-lagi ia tidak menemukan Panji.
Kemana dia? batin Nadia
"Panji udah pulang, kata nya tadi dapat telpon dari Bima pagi ini harus berangkat ke kota A, untuk melihat proyek yang ada disana"
Bu dewi yang melihat Nadia celingak celinguk sejak tadi hanya bisa tersenyum dan Nadia hanya megangguk lemah.
******
Panji dan Bima berangkat ke kota A tepat jam tujuh pagi.
Tadi malam Bima mendapat telpon, kalau proyek yang ada disana sedang bermasalah, mau tidak mau Panji harus pergi kesana tanpa harus di wakilkan.
Mereka tidak tau kalau Maya juga ada di dalam pesawat yang sedang mereka tumpangi.
Maya belum menyerah, kali ini entah apa rencana nya yang akan membuat Panji dan Nadia berpisah.
Sesampai nya di Kota A, mereka langsung menuju ke sebuah Hotel bintang 5.
"Panji..... tuh kan bener Panji" Nadia berpura-pura tidak sengaja bertemu Panji pun memulai akting nya.
__ADS_1
"Maya, ngapain kamu disini?" tanya Panji bingung
"Aku liburan, sekalian pengen ketemu teman lama" Jawab Maya berbohong.
"kamu nginap di sini nji?" tanya nya lagi, Panji hanya mengangguk sambil berlalu masuk ke lift menuju kamar nya.
"Jangan coba-coba buat gangguin Panji" gumam Bima sambil tersenyum sinis tepat di telinga Maya.
Maya hanya melotot dan mengikuti Panji dan Bima naik lift.
"Nanti malam,Dinner bareng ya" Ajak Maya sambil mendekati Panji, Namun sayang langkah nya kalah cepat dengan Bima.
Bima tau Maya hanya ingin menggoda Panji,dia pun melangkah cepat dan meraih tangan Panji.
"Apa sih Bim?"Panji menepis tangan Bima yang sudah bergelayut manja di lengan nya
"jijik gue Bim" kali ini Panji mendorong tubuh Bima.
Bima hanya tersenyum dan mengeluarkan lidah nya ke arah Maya.
"Nji, kita tidur sekamar aja ya" Bima kembali menggelayuti lengan Panji
"enggak enggak, gila lu ya Bim?"Panji masuk lalu mengunci kamar nya.
Maya hanya melotot kan mata ke arah Bima, sementara bima melangkah meninggalkan Maya yang masih di depan kamar Panji.
__ADS_1
Bersambung