Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Panji Pulang!!!!!


__ADS_3

Sudah seminggu Panji tak kunjung pulang.


Nadia mulai resah takut terjadi sesuatu dengan Panji.


Di tempat kerja, sekali pun Nadia tidak pernah melihat Panji, mau menelpon pun Nadia tidak punya nomer handphone nya.


Suara deru mobil membuyarkan lamunan Nadia, dia segera berlari keluar,barangkali Panji yang datang.


Dugaan Nadia benar, Panji pulang tanpa merasa bersalah, dia melewati Nadia yang berdiri di pintu tanpa menegur Nadia.


"pak, bapak dari mana saja semingguan ini? " tanya Nadia yang penasaran


"kamu gak ingat peraturan yang sudah saya buat? jangan mencampuri urusan ku, urus saja urusan mu" Panji berlalu meninggalkan Nadia yang mematung di pintu.


******


Panji menyandarkn badan nya di sofa kamar, pikiran nya melayang mengingat kejadian tadi.


#flashback#


Panji duduk di depan televisi yang di biarkan menyala, tanpa ada keinginan untuk menonton.


Tit tit tit, pin Apartemen Panji berbunyi


Panji terkejut, karena yang tau kode pin apartemen nya hanya dia dan Maya,mantan kekasih nya.


Tebakan Panji benar,di pintu berdiri seorang gadis cantik dengan pakaian seksi, siapa lagi kalau bukan maya.

__ADS_1


"ngapain kamu kesini" tanya Panji ketus, tanpa melepas pandangan nya dari maya


"yaaa, untuk ketemu kamu dong "jawab maya sekena nya.


"jangan ganggu aku, aku sudah menikah"


"Aku tau nji, kamu menikah karena terpaksa.


kamu masih mencintai aku kan? bukti nya pin apartemen mu masih seperti yang dulu"


Panji memang belum mengubah pin Apartemen beserta isi nya yang penuh dengan kenangan Maya.


setelah kepergian Maya,Panji tidak pernah lagi menginjakkan kaki nya ke apartemen ini.


Entah mengapa, saat pergi dari rumah setelah kejadian Nadia memegang barang barang nya seolah olah panji tidak punya tujuan. Dia pun memilih pergi ke apartemen nya ini.


Nadia masuk ke kamar, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Nadia atau pun Panji.


Panji sudah berpindah ke ranjang, sementara Nadia bersiap siap tidur di sofa.


terkadang Nadia lebih memilih tidur di lantai beralaskan karpet bulu, di bandingkan tidur di sofa.


"Mulai besok,kamu jangan pergi bekerja lagi" panji menatap nadia, dari sorot mata nya tampak kalau panji begitu tidak menyukai Nadia


"kenapa? " Nadia yang tadi nya sudah berbaring akhirnya duduk kembali.


"kamu saya pecat" jawab Panji

__ADS_1


"apa salah saya pak? " Nadia masih tidak terima dengan keputusan Panji


"saya berhak memecat siapa saja yang saya tidak suka" Panji langsung berbaring dan mematikan lampu menggunakan remote. Tidak memberikan Nadia kesempatan untuk bicara lagi.


Nadia hanya termenung, memikirkan nasib nya.


"kalau aku berhenti kerja, siapa yang bakalan ngasih aku uang? dia? gak mungkin.


bukti nya sudah hampir sebulan kami menikah sepeser pun dia tidak pernah memberikan aku uang.


harus cari kerjaan apa lagi aku?


aku tidak boleh lemah, aku harus menabung, sewaktu waktu kalau dia menceraikan aku, aku masih bisa bertahan" gerutu Nadia di dalam hati.


karena lelah berpikir akhirnya Nadia pun tertidur.


**********


Seperti biasa,sebelum adzan subuh Nadia sudah bangun.


seakan akan sudah mendarah daging bagi Nadia, bangun sebelum subuh sudah menjadi kebiasaan Nadia sejak dulu.


karena Nadia kedatangan tamu tak di undang,jadi Nadia pun tidak melaksanakan shalat.


Nadia keluar dari kamar dan membuka pintu depan,menunggu hari sedikit terang,dia ingin berjalan jalan di sekitar kompleks.


Nadia teringat kata kata Panji semalam sebelum tidur, bahwa hari ini dia sudah tidak bekerja lagi, dia sudah di pecat, Nadia pun tidak tau apa alasan Panji sebenarnya.

__ADS_1


*********


__ADS_2