Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Kecewa


__ADS_3

Sore hari ketika temaran senja sudah mulai datang. bahkan di ufuk sana sudah berwarna orange tanda matahari akan tidur di peraduannya.Nadia duduk di teras rumah menunggu suami nya pulang,bahkan ia sudah berdandan rapi menggunakan jilbab yang di belikan Panji sebagai oleh-oleh kemarin.


Sudah hampir tiga puluh menit Nadia duduk di teras, tapi mobil Panji belum juga datang.


Tadi siang Panji menelpon,mengatakan kalau malam ini mereka akan makan di luar.


Panji meminta Nadia untuk bersiap-siap sebelum ia pulang kerja, karena sebelum makan malam Panji mengajak Nadia ke suatu tempat. Nadia hanya mengikuti apa yang di katakan Panji.


Sudah hampir Maghrib, tapi Panji tak kunjung pulang, Nadia yang merasa khawatir akhirnya memutuskan untuk menelpon Panji


"Hallo mas, gak jadi pulang cepat ya?"


"Aduuh maaf aku lupa,pekerjaan di kantor masih banyak, kamu bisa kan nungguin aku sebentar lagi?" ada guratan kecewa di wajah Nadia, dengan langkah lesu ia pun memasuki rumah menuju kamar untuk melaksanakan shalat Maghrib. Nadia melepas jilbab yang sudah rapi sejak tadi sore, pergi ke kamar mandi untuk berwudu'.


Lagi-lagi Nadia harus menunggu Panji.sekarang sudah hampir jam sembilan malam, tapi Panji belum juga pulang.


Apa yang kau harapkan Nadia?


Wajah kecewa Nadia kembali terlihat, Dia memasuki kamar dan mengganti baju nya dengan baju tidur,lalu melangkah menuju sofa.

__ADS_1


Tak lama kemudian terdengar nafas Nadia yang teratur pertanda ia sudah terlelap.


******


Panji pulang saat tengah malam, pekerjaan yang menumpuk membuat dia lupa dengan janji makan malam nya bersama Nadia. Bahkan dia pun melewati makan malam nya di kantor.


Memasuki rumah dengan suasana yang sepi, lampu sudah di matikan oleh Bik Siti.


Panji melangkah menuju kamar, membuka pintu dengan sangat pelan. Dia pun mendekati Nadia yang tertidur di sofa, lalu mengangkat tubuh kecil Nadia dan membawa nya ke atas kasur, Nadia hanya menggeliat namun tidak membuka mata nya.


"Maaf" Panji menatap wajah Nadia yang sedang terlelap,lalu mencium kening Nadia.


Nadia kembali menggeliat dan mengecap, namun tetap di posisi tidur, tidak terbangun sama sekali.


*******


Nadia terkejut saat mendapati ia tidur di atas kasur, seingat nya sebelum tidur dia berbaring di sofa. berulang-ulang kali Nadia mengingat,namun sayang, ingatan nya tetap sama, dia berbaring di sofa sebelum tertidur. Lalu siapa yang mengangkat dia ke kasur? tidak mungkin Panji kan.Sementara tempat tidur sebelah nya seperti tidak di tiduri, itu berarti Panji tidak pulang.


pikiran Nadia berlarian kemana-mana.

__ADS_1


Setelah shalat, Nadia keluar kamar untuk membuat sarapan, tadi malam dia tidak makan karena menunggu Panji yang tak kunjung pulang.


Nadia mendengar seperti suara Tv, tidak mungkin Bik Siti sepagi ini sudah menonton Tv. ia pun melangkah menuju ruang keluarga, disana ia melihat Panji tertidur sambil memeluk bantal.Terlihat sangat jelas wajah lelah nya.


Nadia mendekat, dan mencoba membangun kan Panji agar pindah ke kamar.


masih ada dua jam lagi memjelang jam kerja.


"Mas.....mas" Panji menggeliat dan membuka mata nya, dia tersenyum melihat Nadia yang berjongkok di depan nya.


"kok tidur disini mas?" Nadia kembali bertanya


"Maaf" kini Panji sudah duduk di depan Nadia


"Maaf sudah membuat mu menunggu, pekerjaan di kantor tidak bisa ku tinggalkan, aku pun lupa menelpon mu untuk memberitahu kalau tidak jadi makan malam" Lanjut Panji dengan wajah bersalah.


"Gak papa kok mas,


mas pindah ke kamar aja, aku mau bantu bik Siti membuat sarapan"

__ADS_1


Panji hanya mengangguk, dan Nadia pun berlalu meninggalkan Panji,menuju dapur.


Bersambung


__ADS_2