Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Keraguan


__ADS_3

"Mas... Aku boleh tanya gak?"


Setelah selesai makan malam Nadia memberanikan diri untuk bertanya ke Panji.


Pertanyaan ini sebenar nya sejak tadi sore ingin di tanyakan nya.Entah mengapa rasa nya begitu sulit keluar dari mulut Nadia.


"hmm,apa?" jawab Panji sambil menatap layar televisi di ruang keluarga


"Mas, apa benar Maya itu mantan kekasih kamu?" Tanya Nadia dengan ragu, dia takut Panji marah karena pertanyaan nya.


"hmmm"


hmm apa? hmm itu berarti iya kan?


"apa kalian putus karena kita menikah?" Tanya Nadia lagi


Panji hanya diam, seperti tidak mendengar apa yang di katakan Nadia.


"Mas.... " Panggil Nadia lagi


"Apa dia bilang begitu?" kini Panji sudah menatap wajah Nadia, yang membuat Nadia grogi. "aa... apa mas?Tanya Nadia dengan suara gugup


"Maya, apa dia yang bilang begitu?kau bertemu dia tadi siang?"


Wajah Nadia berubah pias, dia tau kalau ekspresi Panji itu menunjukkan kalau Panji sedang marah.


Nadia hanya diam, tidak berani menjawab apalagi menatap Panji.

__ADS_1


"Jawaab" Suara Panji sudah meninggi


"iii iyaa mas" jawab Nadia pelan


"Sudah ku duga, apalagi yang dia katakan?" Tanya Panji lagi


"Dia bilang mas tidak akan menceraikan aku.tapi kalau aku yang meminta,mas pasti mau"


Wajah Panji terlihat biasa saja, tidak terkejut sama sekali, Karena dia sudah tau semua rencana busuk Maya yang akan menggunakan Nadia untuk mendapatkan dia lagi.


"Kau percaya?"Tanya Panji


Nadia diam, dia mengira kalau Panji pasti setuju kalau ia meminta cerai, itu semua terlihat dari wajah Panji yang biasa saja.


"Nadia" kali ini Panji sudah menggenggam tangan Nadia, dia masih ragu dengan perasaan Nadia, apakah wanita yang didepan nya ini sudah mulai mencintai nya , seperti dirinya yang sudah mulai membuka hati untuk nya.


"Kau percaya Maya?" Tanya Panji


Mata Nadia sudah mulai berkaca-kaca,bagaimana pun dia ingin hanya menikah sekali dalam seumur hidup nya, sempat terpikir dia akan mengikhlaskan Panji untuk Maya walaupun dia di madu.


"Aku tidak mau bercerai mas, tapi jika mas mau kembali bersama Maya aku ikhlas mas, aku siap di Madu"


pertahanan nya luruh, air mata yang sejak tadi di tahan nya akhirnya runtuh membasahi pipi nya.


Panji tertawa, tapi suara tawa nya seperti menyimpan amarah, yang kapan saja bisa meledak.


"Apa kau siap di madu?" tanya Panji sambil tertawa

__ADS_1


Ada apa dengan dia, kenapa dia sesenang ini? apakah karena aku bilang mau di madu? dasar lelaki tidak punya hati. Nadia


"Dasar bodoh, kau pikir aku akan menceraikan mu walaupun kau yang meminta ?haha". Panji


Nadia yang kesal karena sejak tadi hanya di tertawakan oleh panji, memilih untuk masuk ke kamar.


sementara Panji masih tertawa di ruang keluarga, entah apa yang lucu dia pun tidak tahu.


"lelaki tidak punya perasaan, kalau dia masih mencintai Mantan kekasih nya, lantas kenapa dia meniduri ku? dan ada apa dengan mulutku ini, kenapa bisa-bisa nya aku bilang kalau tidak masalah jika di madu, dasar gila"


Nadia merutuki kebodohan nya di hadapan Panji.


"Malam ini aku akan kembali ke tempat tidur asal ku"


Nadia melangkah ke sofa,tempat dimana dia menghabiskan waktu saat awal-awal pernikahan.


Pintu terbuka,Panji melihat Nadia di sofa sudah meringkuk di bawah selimut.


"Heii, kenapa kau tidur di situ?" tanya Panji sambil berjalan ke arah Nadia.


"heiii, heiii..... Nadiaaaaa"


Panji berteriak, suara nya memenuhi setiap sudut ruangan kamar ini.


Nadia yang awal nya ingin pura-pura tertidur,tenyata tertidur sungguhan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2