
Sejak kejadian malam itu Panji tak lagi berkomunikasi dengan Maya, baik itu melalui WA mau pun secara langsung.
#FLASBACK ON#
"Apa maksud mu memasukkan obat perangsang ke minuman ku hah?" Tanya Panji penuh emosi.
Setelah mandi air dingin di bawah shower, akhirnya Panji bisa menguasai diri nya, kalau saja Bima tidak datang entah apa yang akan terjadi.
Selama Panji mandi, Bima turun ke bawah mencari Maya. Setelah bertemu dengan Maya,Bima langsung menyeret nya dan membawa ke kamar Panji untuk di mintai keterangan, apa alasan nya melakukan itu.
"Aku mohon Panji maaf kan aku, aku masih mencintai mu. Aku mau kita seperti dulu lagi Panji" Maya memohon sambil berlutut di hadapan Panji
"Ciih, setelah kau menyelingkuhi sahabat ku, sekarang kau memohon untuk kembali. hahaha hidup tidak semudah memakan kacang goreng, tingal di buka lalu di makan" kali ini Bima terlihat serius sementara Panji hanya duduk diam.
"Asal kau tahu, persahabatan ku dan Panji hampir putus gara-gara kau" tunjuk Bima tepat di kening Maya.
"Pergi" hanya satu kata yang keluar dari mulut Panji.
Maya masih di posisi berlutut, sementara Panji sudah berdiri dan melangkah menuju jendela.
"Panji.... " Maya kembali memohon, tapi di potong oleh panji.
"Pergi, atau ku lempar kau dari jendela ini" teriak Panji penuh emosi.
__ADS_1
Maya pun bangkit dan langsung melangkah keluar dan bima hanya mengucap kan "bye bye" ke arah Maya.
#FLASHBACK OFF"
Sudah tiga hari sejak kepergian Panji, dan selama tiga hari pula tidak ada komunikasi antara Panji dan Nadia.
Panji mulai merindukan sosok Nadia, berkali kali dia mencoba untuk menelpon Nadia, tapi selalu di batalkan nya.
Kali ini Panji memberani kan diri untuk mengirimi Nadia pesan singkat.
"Bagaimana keadaan mama?" dengan berdalih menanyakan keadaan mama nya, Panji pun menghubungi Nadia.
setelah lima menit, Nadia belum juga membalas pesan dari Panji.
drrrt drrrt
Panji langsung mengambil ponsel nya yang sejak tadi di letakkan nya di atas meja.
"Mama baik-baik aja mas, mama nanya mas kapan pulang?" Panji tersenyum melihat balasan Nadia.
"Lusa" Balas Panji cuek.
Sebenarnya Panji besok sudah ingin pulang, tapi karena masih ada masalah yang harus di selesaikan ia terpaksa harus menyelesaikan nya terlebih dahulu.
__ADS_1
Bel kamar berbunyi, saat Panji membuka pintu ternyata Bima datang dengan membawa banyak sekali kantong belanjaan.
"haiiii, party to night... " Bima langsung menerobos masuk ke kamar.
"party party, sok-sok an lu Bim,paling juga isi nya kerupuk sama cincau kaleng kesukaan lu"
Benar saja, isi dari kantong-kantong plastik yang di bawa Bima itu bermacam-macam kerupuk dan cincau kaleng,tak lupa Bima membeli sebotol air soda kesukaan Panji.
"Biar kayak orang-orang" Bima mulai membuka kerupuk-kerupuk yang tadi ia beli.
"ngapain bawa ke kamar gue? gue gak makan kerupuk" tanya Panji sambil membuka botol soda yang di beli Bima.
"yeeey, siapa juga yang minta lu makan kerupuk gue?" Bima bicara dengan mulut yang penuh dengan kerupuk.
"Sana,kekamar lu aja. Biasa nya juga lu makan kerupuk sambil nonton drama korea.
Cowok kok suka drama korea" protes Panji karena Bima hanya menyerakkan kamarnya saja.
"Maka nya lu sekali-sekali nonton drama korea, biar idup lu romantis, gak kaku. kasian bini lu kalau lu gak ada romantis-romantis nya"
Bima tertawa lepas, dia puas melihat ekspresi Panji yang marah.
Bersambung
__ADS_1