Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Kebohongan suami


__ADS_3

Lagi dan lagi...selalu sibuk, Yunna lama kelamaan tambah kesal dengan situasi ini..malam Minggu yang kelabu membuat Yunna berniat untuk berbicara dengan sang suami.


Malam ini zergan tak pulang lagi...sudah dua bulan keadaan terus seperti itu. Seperti tidak ada waktu lagi untuk Yunna...setiap hari pulang petang, jam 9 baru pulang ke rumah dan langsung tidur, pagi pagi sudah berangkat, dan Sabtu apalagi? Zergan akan menginap yang katanya tidur di kantor. Minggu pagi pulang terlihat lelah dan mungkin hanya Minggu siang bisa bersama.


Pagi di hari Minggu ini Yunna sudah siap dengan pakaian joggingnya..dia akan berlari keliling komplek perumahan.


...



...


Sebelum dia pergi, pintu terbuka dan sang suami lah yang membukanya.


"Sudah pulang kak?"


"Hem....aku langsung tidur ya...capek."


"Ok...aku mau Jogging bentar...kakak..kalo mau sarapan.."


"Udah...aku udah sarapan kok. Kamu jogging aja." Potong zergan.


"Tak ada kecupan lagi dari kami kak, biasanya jika pulang kamu pasti kecup kening aku " batin Yunna


Sedih memang merasakan perubahan sikap dan tingkah dari sang suami. Namun Yunna berusaha berpikiran positif....'mungkin karena lelah'


Yunna pergi lalu memulai joggingnya keliling komplek, tiga kali dia keliling komplek lalu berhenti di danau, dia melihat ada bangku di depan danau, rasanya sangat lelah sehingga dia memutuskan untuk istirahat dahulu di sana.


Ketika duduk menikmati udara segar tak di sangka ada yang menepuk bahunya dari belakang.


"Yunna..." Yunna kaget lalu melirik ke arah samping dan memutarkan badannya.


"Oh ..i..i..iya?" Laki laki itu tersenyum


"Kaget??? Maaf ya.." Yunna menghela napasnya


"Kak Rio....aku pikir siapa. Lagi apa di sini?" Rio tersenyum "main sepeda...biar badan sehat." Rio mendudukkan badannya di samping Yunna.


"Yun..."


"Iya kak..."


"Emmmm ... Boleh minta tolong?"


"Kenapa kak? Kalo aku bisa ya pasti aku tolong dong."


"Yun...bisa kamu ingatkan temanmu Nola untuk menjauhi laki laki itu?" Yunna mengeryitkan dahinya


"Memang kenapa? Kak Rio masih cinta dan pengen balikan lagi sama kak Nola?" Rio menggeleng


"Jadi kenapa aku harus buat Nola menjauh dari laki laki itu?" Rio menatap danau dengan sendu.


"Dia laki laki yang sudah beristri Yun...aku tak mau Nola jadi seorang perusak rumah tangga orang."


Jeder...serasa di sambar petir...


"Yang benar kak? Aku tak percaya. Kenapa bisa begitu...kak Rio tampan dan single..kenapa harus memilih suami orang?"

__ADS_1


"Dia bilang karena dia mencintai laki laki itu."


"Bagaimana kakak tahu dia sudah beristri?"


"Saat itu, aku di taman bersama teman teman mau ada reuni, kami kumpul di situ dulu, dan ketika aku duduk, kami berdekatan. Kami duduk saling memunggungi. Dia sedang terima telp...dan dia berkata ' sayang aku kangen...jangan pulang dulu, kamu ke apartemen aku ya.. istrimu gak akan curiga kok.' begitu."


Yunna benar benar kaget dengan apa yang Rio sampailah.


"Tapi Nola gak ngeh saat itu ada aku, baru keesokkannya aku coba telpon dia dan dia mengaku memang benar begitu adanya."


"Kakak tahu laki laki itu siapa namanya atau rumahnya mungkin.?"


"Kakak gak tahu, Nola cuma bilang dia cinta pertama Nola yang udah lama gak ketemu, dan baru balik ke Jakarta lagi sekitar setahun ini. Gitu katanya." Yunna termenung memikirkan kira kira siapa...namun bleng, Yunna tak tahu...mungkin Teman SMA nya.


"Dia mencintai laki laki ini saat SMA."


"Pantes...aku gak akan kenal kak...barusan saja aku berpikir mungkin cinta ketika SMA..ternyata benar. Cinta pertama memang susah untuk dilupakan ya.." Yunna tersenyum kecil


"Ya...mungkin hehe." Rio dan yunna tertawa bersama.


Mereka pun berpisah setelah Yunna merasa tak lelah lagi dan harus secepatnya pulang ke rumah.


Yunna masuk ke kamar dan mengambil handuk untuk mandi....sekitar 10 menit dia membersihkan badannya dan setelah berpakaian dia duduk di samping suaminya yang sedang tidur begitu pulsanya.


Yunna pergi ke ruang kerja, di sana dia melihat tugas semua mahasiswa nya. Sebenarnya sudah beberapa kali bunda Eka meminta Yunna meneruskan perusahaan milik ayahnya. Bunda sangat berharap Yunna yang bisa menjalankan usaha peninggalan ayahnya itu, nun Yunna menolak karena dengan begitu dia harus tinggal di Bandung.


Saat ini Yunna sering membantu bundanya, namun dikerjakan di rumah saja...


Tak lama suara terdengar dari dapur, Yunna segera menghampiri suara itu, dilihatnya zergan sedang minum di sana.


"Kak..udah bangun?" Tanya Yunna dengan lembut


"Kak...boleh aku bicara?" Zergan menganggukan kepalanya sambil sesekali mencium bahu Yunna yang putih bersih.


...



...


"Kak...aku mau bicara dulu." Zergan hanya terus mencium bahu lalu ke leher Yunna.


"Aku kangen kamu sayang..." Desah di telinga Yunna.


"Kak...aku juga kangen..tapi aku mau tanya sesuatu."


"Apa?" Zergan berhenti lalu menatap Yunna.


"Sudah dua bulan ini kakak sibuk, bahkan Sabtu pun sering menginap, apa sesibuk itu?" Zergan memalingkan wajahnya


"Ya tentu saja aku sibuk. Buat apa di kantor setiap hari dari pagi sampai malam kalo bukan karena banyak kerjaan? Kamu ini pertanyaannya ada ada aja sih?" Zergan terlihat sedikit kesal.


"Kakak kenapa marah? Aku cuma tanya." Zergan lalu memelankan suaranya. "Sayang...ini tender besar, aku harus bisa sampe gol."


"Memang kerja sama perusahaan mana?"


"AKK Golden...perusahaan yang sangat besar di dunia. Semua pengusaha sudah kenal dan ini kesempatan emas buat aku, jika gol, aku bisa membelikan rumah yang lebih besar untuk kita sayang..."

__ADS_1


"Baiklah aku mengerti...tapi sampai kapan kamu sibuk begini? Seakan sudah tidak ada waktu lagi untuk ku. Kamu berubah."


"Maaf sayang ..ini semua untuk kita...jika sudah selesai...kita akan berbulan madu yang ke dua. Ok." Yunna Tersenyum senang.


"Baiklah...aku pasrah ..aku harap tak begitu lama karena ini sudah dua bulan kamu sibuk begini." Zergan mencium pipi Yunna dengan mesra lalu mengecup kecil di bahu dan tangannya menurun ke bawah benda kenyal milik Yunna...terdengar desahan di sana.." kak....aaaah.."


"Aku kangen sayang....ke kamar yu?" Yunna menganggukan kepalanya dan digendong lah Yunna dengan diangkat, kakinya melingkar di pinggang zergan.


Sudah sangat lama sekali dia tidak disentuh oleh suaminya..namun sekarang dia ingin meluapkan kerinduan itu saat ini juga.


Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka tatkala zergan terus menggoyang goyangkan pinggulnya.


"Aaaah...aahhhh...kak...." Desahan Yunna membuat zergan tambah bersemangat " sa...yang ..aku ka..ngen..kamu..... aaahhhh...aaaaahhhhh."


Sekitar sejam mereka melakukan penyatuan dan akhirnya mereka pun tertidur kembali di ranjang milik mereka.


Terdengar sayup sayup Seseorang sedang melakukan hubungan telpon, Yunna berusaha membuka matanya namun yang terdengar itu membuat Yunna harus kembali menutup matanya berpura pura tidur.


"Sayang....iya maaf..maaf...tadi aku tidur...


"...."


"Ya iya aku tidur bareng istriku...ingat..... dia masih istriku... sayang .. dengar... aku masih harus memberikan dia nafkah lahir batin."


"......"


"Masa kamu cemburu? Ingat perjanjian kita."


"......."


"Bahkan aku sudah memberikan waktuku untuk mu...dua Minggu aku tidak menyentuh nya...aku harap kamu maklum."


"......"


"Bahkan kamu mendapat kan lebih darinya...setiap hari...kurang apa lagi aku?"


"....."


"Aaah sudah..aku tutup."


Suaranya memang berbisik dan hanya sayup sayup terdengar, kurang begitu jelas bagi Yunna. Yang Yunna dengar hanya dua Minggu, setiap hari dan istriku... Kata kata yang ditekankan zergan saja yang dapat terdengar oleh Yunna. Namun gestur zergan seperti kesal dan marah.


"Kenapa dia terlihat marah? Apa mungkin masalah kerjaan? Kasihan suamiku."


Zergan lalu masuk kembali ke kamar dan membawa handuk di pundaknya dan dia masuk ke dalam kamar mandi. Yunna yang tahu zergan sedang mandi melihat handphone zergan tergeletak di nakas langsung dia ambil.


Di bukanya handphone tersebut dan dilihat panggilan terakhirnya dengan nama 'bos besar' Yunna langsung paham mungkin tadi dia berbicara dengan bang Dimas sang CEO pemilik perusahaan.


Baru saja Yunna hendak meyimpan handphonenya, pesan wa masuk.


Viona:


Pak zergan, maaf kata pak Dimas bapak nanti diminta hubungi pak Rizal untuk membantu proyek AKK golden besok Senin...karena pak Rizal harus ke Surabaya jadi untuk sementara pak zergan yang menangani. Sekian dan terima kasih.


Deg....hati Yunna sungguh sakit, nyesek dan kecewa dirasakan oleh Yunna karena sang suami Telah berbohong. Jadi selama ini bukan zergan yang menangani proyek itu, namun pak Rizal.


"Jadi selama ini dia menangani proyek mana?" Gumam Yunna.

__ADS_1


Yunna tak mau berburuk sangka terlebih dahulu, dia harus tenang dan menulis no handphone viona. Siapa tahu dia butuh untuk mencari info.


Diletakkannya kembali handphone tersebut dan dia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang.


__ADS_2