Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
candle light dinner


__ADS_3

Seharian berada di pantai membuat mereka cukup merasakan kelelahan. Sore ini mereka tinggal di kamar dan istirahat. Kenzo yang ternyata baru datang ke Bali pagi ini, telah cek in di hotel yang sama dengan Yunna dan Eva.


Kenzo dapat kamar di lantai 6 sedangkan Yunna lantai 7. Mereka berencana untuk makan malam di luar bertiga namun Eva yang mengerti keadaan langsung berpura pura mengantuk.


Hari sudah malam, Kenzo meminta Yunna berdandan dengan cantik. Kenzo ingin mengajak makan di luar hotel.


Yunna yang sudah berdandan dengan cantik, di bawa ke suatu tempat yang sangat indah. Tidak lupa mata Yunna pun di tutup oleh Kenzo.


Sebuah tempat yang indah dan cantik telah di siapkan Kenzo. Dia memang sudah mengatur semuanya dan membooking sebuah restoran bagian dekat taman hanya untuk dirinya saja. Sisanya baru boleh digunakan orang lain.


"Yun, silahkan buka matamu." Ucap Kenzo setelah membuka  penutup matanya.


"Kenzo...ini indah... Sangat... romantis." Ucap Yunna pelan dan masih terkesan dengan suasana dan dekorasi yang indah.


Kenzo tersenyum lebar dan merasa senang karena Yunna menyukainya.


"Aku senang jika kamu suka." Kenzo menarik kursi dan Yunna pun duduk.


"Tapi Kenzo..... Kamu tak perlu melakukan ini semua. Ini terlalu... Berlebihan untuk ku. Terlalu...manis."


"Gak ada yang terlalu manis untuk wanita cantik yang aku cintai Yunna, apapun... Apapun Yunna... Jika itu akan membahagiakan mu, bagiku tak masalah. Dan aku senang kau menyukainya." Kenzo menatap wajah Yunna dengan mesra dan yunna menunduk.


Hati nya campur aduk saat ini, dia merasa tidak pantas untuk diperlakukan demikian, dia senang Kenzo begitu manis memperlakukan nya, namun dia merasa tidak pantas karena dia hanya seorang janda yang man-dul. Mengingat itu rasanya sesak.


Kenzo beranjak dari duduknya lalu berdiri di depan Yunna dan mengangkat dagu Yunna. "Kenapa kamu terlihat sedih ? Apa aku menyinggungmu? Atau ada yang salah dari ucapanku?" Yunna menatap sendu Kenzo.


"Kenzo... Aku hanya seorang janda dan kamu masih muda dan single.. sebaiknya kamu mencari yang lebih pantas bersanding denganmu." Kenzo menggeleng dan menatap wajah Yunna


"Aku tak perduli, bagiku hanya kamu yang pantas bersanding denganku. Gak ada yang lain." Yunna menggeleng " kamu tak tahu apa apa Kenzo... Aku... Aku.."


"Mandul maksudmu? Hahaha... Yunna... Kamu belum tentu mandul sayang." Yunna kaget dengan ucapan Kenzo. Hatinya bedesir ketika Kenzo memanggilnya sayang dengan lembut dan mesra.

__ADS_1


"Ok...kita anggap saja begitu... Tapi aku tak perduli. Mau kamu mandul atau tidak, gak.....itu bukan alasan buatku meninggalkanmu." Lanjut Kenzo


"Yunna...bagiku..anak titipan Tuhan, jika tuhan berkehendak pasti akan kita dapatkan, jika tidak itu bukan masalah karena aku sudah punya banyak anak." Yunna membesarkan matanya " maksudnya... Kamu..."


"Jangan berpikir negatif dulu....Aku punya anak asuh banyak, tiap bulan aku selalu mengunjungi mereka di sana. Semua anak yang berada di panti asuhan itu aku biayai semua. Aku sekolah kan sampai mereka menjadi sarjana. Nanti, jika kamu ada waktu kita ke sana." Kenzo kembali duduk dan menggeser kursinya agar lebih dekat dan memegang kedua tangan Yunna.


"Makasih Kenzo... Kamu sudah mau menerima aku apa adanya, namun kita masih belum bisa bersama. Status kita tetap harus sebagai teman karena ..."


"Masa iddahmu belum habis. Aku tahu itu. Kamu butuh 3 bulan bukan? Aku tak masalah dengan itu...aku hanya ingin kamu tahu...cintaku sedari dulu tidak berubah. Dan aku siap menunggumu. Apa... aku... mendapatkan... kesempatan itu?" Tanya Kenzo perlahan dan yunna menganggukan kepalanya


Saking senangnya Kenzo sampai mencium kening Yunna dan keduanya terlihat canggung.


"Oh...maaf Yunna...refleks." Yunna tersenyum lebar "it's ok... Hehe.." Yunna tersenyum


"Kalo it's ok...  Boleh dong nambah lagi agak Lamaan gitu?" Goda Kenzo dan berhasil membuat pipi Yunna memerah karena malu.


"Kenzooo... " Kenzo terkekeh geli


Dua hari di Bali membuat Yunna lebih senang dan ceria karena di sana dia tidak sendiri tapi ada Eva sahabatnya dan Kenzo orang yang tulus mencintai nya.


Walaupun status mereka belum berubah dari teman tapi Yunna sudah memberi kesempatan itu untuk Kenzo. Namun nanti.. karena terlalu cepat untuk Yunna memulai hubungan kembali dengan seorang pria. Baginya Kenzo adalah teman spesial dan dia pun masih banyak yang harus dipikirkan.


Setelah tiga hari cuti dari kampus, Yunna kembali ke rutinitasnya, mengajar dan membantu pekerjaan bundanya.


Dia sudah menyusun semua schedule antara perusahaan dan juga mengajar. Baginya mengajar sudah menjadi hoby... Atau passion nya Yunna.


Sebuah mobil Pajero sudah bertengger di depan rumah zergan dan yunna saat ini, dia sengaja datang siang sekitar pukul 1 karena setahu nya zergan pasti tidak ada di rumah.


Niat nya hari ini dia akan membawa semua barang miliknya, pakaiannya memang sudah di bawa sebagian namun buku buku, tas barang barang pribadi lainnya belum di bawa semua. 


Setelah semua barang masuk di kardus,  yunna meminta jasa angkut yang sudah dihubunginya kemaren untuk datang dan mengantarkan semua barangnya ke apartemen.

__ADS_1


Tak lama terdengar suara mobil di depan rumah, Yunna pikir itu mobil box yang akan mengangkut barang barangnya telah datang.


"Kamu di sini?" Yunna sungguh kaget karena yang datang bukan jasa angkut tapi zergan.


"Memangnya kenapa jika aku di sini?" Zergan tersenyum "tidak apa apa, aku senang kau ada di sini... Apa kau akan kembali tinggal di sini?" Yunna tersenyum dan menggeleng


"Gak lah... Masa saya tinggal di sini, aku hanya membawa barang barang ku yang lain. Karena aku membutuhkannya." Zergan melihat ada beberapa kardus besar yang sudah berjejer di kamar.


"Kami mau pindah ke mana?" Zergan terlihat kecewa.


"Ke apartemen, ke mana lagi." Jawab Yunna santai.


"Yunna..." Zergan mendekati Yunna , perlahan merekapun tambah dekat dan yunna berusaha menjauh, dia terus melangkah ke belakang. Tanpa disadari kakinya membentur ranjang tempat tidur dan badannya terjatuh dan terlentang di atas kasur.


Zergan yang sudah lama memendam rindu langsung menindih Yunna.


"Kak...hentikan, awas.." Yunna berontak namun zergan tak melepaskan nya.


"Aku merindukan sayang...emmmmhhh bau tubuhmu sangat aku rindukan..." Ucapnya di dekat telinga sambil menghirup bau parfum di tubuh Yunna.


Yunna terus memberontak berusaha lepas dari cengkeraman zergan. Namun badan zergan sangat besar dan kuat, apalah daya Yunna yang badannya kecil harus melawan seorang zergan.


"Kak...lepas...kita sudah bukan muhrim lagi, kita sudah cerai...kita tak boleh seperti ini... ingat..kami akan menikah 3hari lagi..." Teriak Yunna dan zergan hanya tersenyum miring.


"Oh...kau sudah tak mau aku sentuh ya? Tapi kami sudah mau dekat dekat dengan laki laki lain, begitu? Aku tidak boleh peluk kamu tapi kamu boleh peluk pria lain, iya? Teriak zergan.


"Itu bukan urusanmu."


"Tentu saja itu urusanku, kita baru cerai Selasa dan Rabu nya kamu sudah main ke Bali dengan pria lain. Ingat Yunna, masa iddah itu 100 hari." Yunna sudah mulai kesal, amarahnya memuncak.


"Apa kau sudah sangat kesepian? Sudah gatal ingin disentuh huh? Kalo begitu biarkan aku menyentuh tubuhmu lagi... Bukankah kau sangat menginginkannya? Sudah lama tidak ku belai membuatmu dengan gampangnya kau menerima laki laki lain?" Teriak zergan

__ADS_1


__ADS_2