
Satelah lamaran di restoran, seminggu setelahnya mereka mengadakan lamaran resmi, semua keluarga zergan datang melamar beserta kedua orang tuanya ke Bandung tempat bunda Yunna saat ini tinggal.
Saat lamaran di Bandung mereka langsung menentukan hari pernikahan yang di tetapkan tanggal 07 juni, hanya 3bulan setelah lamaran.
Beginilah keseharian Yunna Sekarang, Yunna disibukkan dengan berbagai persiapan pernikahan. Di setiap kesibukan Yunna selalu menyisakan waktu untuk memberikan makan siang ke kantor zergan.
Yunna berjalan ke lobby kantor dan menemui resepsionis, namu di sana dia bertemu dengan seseorang yang dia kenal.
"Hai...kamu di sini kak?" Tanya Yunna dengan senyuman merekahnya.
"Iya...aku tugas di sini sekarang...bang Dimas minta aku bantu dia, maklum ayah udah harus pensiun..jadi mau gak mau Abang ganti ayah dan aku ganti bang Dimas." Jawab Nola sahabat Yunna ketika kuliah dulu.
" Kamu mau ketemu kak zergan ya? Oh...makan siang?" Yunna yang memang membawa box makanan tersenyum dengan lebar.
"Iya nih...bentar lagi kan makan siang jadi aku bawain buat kak zergan. Emmm mau gabung?" Ajak Yunna dan Nola sangat senang di ajak oleh Yunna.
"Apa tidak mengganggu?" Yunna tersenyum manis " tentu saja tidak kak...ayo.." mereka pun pergi menuju ruangan zergan.
Zergan yang sedang sangat sibuk di ruangan nya terkejut dengan suara ketukan dari pintu.
Tok..tok..tok..
"Masuk .." merekapun membuka pintu dan memasuki ruang tersebut.
"Hai...sayang ..kamu bawa makan siang lagi?" Yunna menganggukan kepalanya. "Ya...biar kamu makan makanan sehat..jangan banyak jajan di luar gak baik untuk .."
"Kesehatan?" Tebak zergan
"Untuk dompet. Hehehe." Zergan dan Nola pin ikut tertawa mendengar ucapan Yunna.
"Eh ada dek Nola...gabung?" Ajak zergan dengan senyuman indah
"Oh...iya dong...di ajak Yunna nih...pengen nyobain juga masakan dia yang udah bikin kak zergan gak bisa melirik wanita lain." Yunna tersenyum manis "ada ada aja deh...kalo gak bisa melirik berarti harus ke RS dong...bahaya itu."
"Ahahaha...kamu ini ada ada aja...maksudnya tak tertarik sama wanita lain. Dasar bocah." Mereka bertiga tertawa.
"Aduh kak ..aku udah bukan bocah lagi...aku dah 21 tahun.. dan udah mau nikah." Nola terkejut mendengar ucapan Yunna " oh .... My God...kalian mau nikah? Kapan?" Kok gak bilang bilang sih? Akhirnya setelah sekian lama ya..." Yunna tersenyum lebar
"Juni kak.. tanggal 07." Nola tersenyum manis " semangat ya...Yunna .. Yunna.. sekali lagi aku kalah sama kamu...aku udah mendahului aku untuk menikah. Nah aku yang udah 24 tahun belum nikah." Sendu di wajah Nola
"Bukannya lagi dekat ya sama itu tuh...mas Rio.." Nola terlihat malu.
"Cie...cie...kak Nola...ayo aku doain kak...smoga cepat nyusul ya."
Merekapun memakan makanan yang di bawa Yunna dengan lahap sambil bercanda gurau.
Waktu demi waktu tak terasa bagi mereka..tinggal dua Minggu lagi mereka menikah, cincin pernikahan sudah ada, begitu indahnya.
Hari ini dimulai nya semester ganjil, para mahasiswa sudah kembali masuk setelah libur selama dua Minggu.
Yunna harus mengajar dan mungkin baru cuti sehari sebelum menikah. Dia harus mengajar untuk mahasiswa jurusan manajemen bisnis semester 7.
Yunna melangkah kan kakinya menuju ruangan 12 D yang memang saat ini mahasiswa diminta untuk belajar di ruangan tersebut.
__ADS_1
Mahasiswa sudah duduk dengan rapi namun seperti biasa, sebelum dosen datang dan duduk pasti selalu berisik bukan?
Ketika Yunna datang, mahasiswa masih riuh ..berisik sibuk dengan obrolan masing masing.
Yunna simpan tas dan buku nya di meja lalu diam berdiri di depan meja tersebut, memperhatikan mahasiswa, berharap tanpa harus teriak teriak mereka bisa terdiam dengan sendirinya.
"Permisi...khemm ...permisi." namun mahasiswa itu hanya diam saja dan ada beberapa yang melihat dan berdiri mendekati Yunna.
"Kamu nyari jurusan manajemen bisnis? Iya ini tempatnya. Semester 7, kamu semester berapa? Kayaknya aku belum pernah lihat kamu deh."
"Iya ya...kenalkan Evan ..ini vino...ayo duduk di sebelah kami...nanti keburu dosennya dateng."
"Oh ya...saya Yunna..." Yunna tersenyum kecil.
"Kamu cantik banget sih Yunna." Ucap Evan.
"Sana Lo pindah...." Bisik vino
"Ayo duduk sini" ucap vino yang menyiapkan satu kursi buat Yunna setelah mengusir teman yang ada di samping nya.
"Gak perlu pindah .... Saya udah dapet kursi kok .." vino dan Evan bingung
"Yah keduluan deh....Duduk di mana?" Tanya mereka berdua
"Di sini" tunjuk Yunna ke meja dan kursi khusus dosen dan itu membuat keduanya terbelalak.
" Oh ..yunna...dosen? Maaf Bu dosen.." ucap keduanya merasa malu lalu duduk dengan rapi.
"Bagus... sekarang sudah sunyi...bisa kita mulai perkuliahannya?" Semua mahasiswa terkesima melihat sang dosen yang akan mengajar begitu muda dan cantik...
"Bro...bro...bangun bro..." Ucap Ega nepuk nepuk temannya yang sedari tadi hanya tidur saja menunggu dosen Dateng.
"Diem...ganggu aja...itu pasti pak Harto deh, dosen yang sering benerin celananya pas lagi ngajar ...males gue belajar sama dia, mending tidur deh."
"Bangun dulu...entar Lo bakalan melek deh." Ucap Ega dan laki laki itu mengangkat wajahnya perlahan dan kemudian terbelalak .. sampai berkedip kedip..
"Apa benar ini dia... wanita yang aku cari cari dari dulu ..ketemu lagi. "Gumamnya
"Nah kan...melek Lo...liat dosen cantik melek Lo ya ..padahal Bu Eva ngajar, Lo gak seantusias ini ..padahal dia juga cantik bahenol nengkrom. Hahaha..
"Ini beda ga...ini bidadari gue .." ucapnya
"Kenzo....Kenzo...bidadari dari mana? Emang dia pacar Lo? Bukannya si vita ya yang sering mepet sama Lo.." ucap Ega
"Ya dia yang mepet, gue mah enggak ..males banget." Ucap Kenzo
Yah takdir mempertemukan mereka kembali.
Di bawah sana Yunna sedang menjelaskan materi yang memang harus disampaikan. Dia begitu serius dan terkadang diselingi bercanda, gaya mengajar yang cukup disenangi oleh para mahasiswa.
Setelah selesai mengajar para mahasiswa laki laki dengan cepat mengelilingi Yunna, banyak pertanyaan termasuk minta no hp, alasannya buat kepentingan belajar padahal mah modus.
__ADS_1
Semua mahasiswa sudah keluar, begitu Yunna akan melangkah kan kakinya keluar ruangan, tangan Yunna di tahan. Yunna langsung kaget dan membalikkan badannya.
"Hai...Miss Yunna?" Yunna kaget sungguh kaget dia melihat Kenzo berada dikelas nya. Dia memang tidak melakukan absen perorangan namun langsung menandatangani semua kartu absen tiap mahasiswa jadi semua kartu akan di simpan ke depan dan beliau menandatangi kartu sebagai absen perorangan.
"Kenzo...kamu...si kelas.... Saya?" Kenzo tersenyum manis
"Senang rasanya bertemu kembali dengan anda Miss Yunna." Ega yang melihat mereka berdua pun bingung
"Zo...Lo kenal?" Kenzo menganggukan kepalanya tanpa melihat ega temannya.
"Ini Miss Yunna, dulu pernah mengajar di SMA gue ga ..cuma 3 bulan sih ...ganti guru gue yang cuti melahirkan." Ega mengangguk angguk kan kepalanya.
"Oh...emmm maaf...saya harus pergi...masih ada kelas." Pamit Yunna namun dihentikan oleh Kenzo.
"Miss...tunggu...boleh minta no hp? Saya masih banyak pertanyaan tentang materi, dan mungkin saya butuh bantuan untuk skripsi tahun ini." Yunna tersenyum manis
"Sini handphone nya." Kenzo mengulurkan tangannya memberikan handphone dan yunna mengetik no hp nya di sana.
Kenzo bahagia bukan kepalang, setelah 3tahun dia mencari kabar ternyata bisa ketemu lagi.
Setelah pertemuan itu Kenzo kerap menanyakan mengenai materi juga skripsi, dia berharap bisa menyelesaikan skripsinya lebih cepat. Namun skripsi memang akan diberikan semester depan.hal itu dijadikan sebagai alasan Kenzo ingin sering bersama dengan yunna.
Waktu berlalu dan hari pernikahan telah tiba, semua mahasiswa membicarakan tentang pernikahan Yunna guru hot dan cantik. Pernikahan yang akan dilangsungkan di hari Sabtu dan yunna saat ini telah cuti.
Mendengar kabar Yunna akan menikah itu membuat Kenzo begitu kecewa .. hatinya bimbang dengan apa yang telah dia dengar.
"Aku harus memastikan kabar ini, aku tak bisa tinggal diam." Kenzo minta alamat ke dosen lain dengan alasan ada keperluan, dapat lah dia alamat rumah tempat Yunna tinggal.
Dengan tergesa gesa dia menjalankan motornya, ketika sudah sampai dia langsung turun dari melihat ada seorang wanita yang duduk di bangku taman sedang membaca novel.
Kenzo membuka gerbang dan yunna begitu kaget dengan kedatangan Kenzo ke rumah miliknya. Terlihat begitu senang namun berubah menjadi muram.
"Siang Miss..." Yunna langsung berdiri
"Apa yang kau lakukan di sini? Ba..gai..mana..kamu tahu rumahku?" Tanya Yunna pelan seperti bisikan.
"Aku mencari tahu alamat mu....namun ada yang lebih penting...apa benar kamu akan menikah besok?" Yunna mengangguk dengan lemah " iya...besok...emmm kamu mau datang?" Kenzo tersenyum perih...menunduk bagai kehilangan gairah hidup.
"Masuklah...aku buatkan minum," setelah membuka pintu dan sedikit masuk ke dalam Kenzo langsung berlari dan memeluk Yunna dari belakang...." Yunna...aku mohon...jangan menikah...aku sungguh mencintaimu. Hiks..hiks..." Yunna sungguh terkejut dengan apa yang Kenzo lakukan dan ucapkan
"Kenzo...maaf...kita hanya bisa sebagai guru dan murid...maaf." Yunna melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya.
"Kenzo...kamu masih muda...banyak mahasiswa yang cantik di kampus... pilihlah salah satu dan jalin hubungan dengan serius...jangan mengharapkan aku...besok aku akan menikah...maaf. sebaiknya kamu pulang. Ok." Yunna berbicara dengan lembut mencoba memberikan pengertian terhadap Kenzo. Dia juga mengusap air mata Kenzo.
"Yunna... walaupun kamu sudah menikah, apa boleh aku tetap jadi temanmu? Dan biarkan rasa cintaku di sini, sampai hilang dengan sendirinya. Aku akan mencoba menghilangkan jika aku merasa kamu sudah bahagia. Ok?" Yunna tersenyum " makasih Kenzo...cintamu tulus padaku..ya..kita masih bisa berteman. Lagipula kita seumuran sih. Hehe.." Kenzo kaget dengan ucapan Yunna.
"Ya..usiaku sama denganmu...baru 21 tahun, walaupun udah S2, aku memang masih muda karena aku murid akselerasi. Hehe.." Kenzo tersenyum manis " pantas saja ..gadis pintar." Kenzo mengusap kepala Yunna sehingga terasa ada getaran di hati Yunna detak jantung yang berdegup kencang, Yunna tak menyadari hal itu. Karena dia sedari dulu tidak paham akan rasa jatuh cinta...selama di Jakarta selalu di tempel zergan...tak boleh bergaul dengan laki laki lain..se posesif itu lah zergan karena takut kehilangan Yunna.
__ADS_1
Yunna bingung ... Perasaan apa ini...perasaan yang begitu asing namun memiliki rasa yang aneh...debaran jantung tak menentu, panas dingin terasa di sekujur tubuh.