
Hari pernikahan telah tiba, Yunna sudah begitu cantik dengan balutan baju pengantin nan indah.
Yunna begitu memukau semua mata yang memandangnya. Begitupun sang calon suami, Zergan.
Zergan pun tak kalah mempesona, badannya yang kekar membuat dia terlihat gagah.
Tak tertinggal Kenzo pun hadir di pernikahan mereka, menatap dari kejauhan, berusaha menahan perasaan cemburu yang menggebu, hadir hanya ingin melihat sang pujaan sudah mendapatkan kebahagiaannya.
Setelah melihat prosesi pernikahan Kenzo langsung pergi begitu saja tanpa mendekati sepasang pengantin.
Kenzo akan berusaha untuk mengikhlaskan Yunna demi kebahagiaannya dan akan berusaha untuk membuka hati untuk wanita lain.
Di sana pun hadir sahabat dari kak Jihan, Naomi dan suami juga bersama ketiga anaknya di boyong ke sana membuat suasana tambah ramai, sillia bersama Andre pun hadir.
"Sayang kamu cantik banget sih?" Ucap Naomi
"Kakak juga cantik banget...udah punya anak tiga juga masih terlihat muda banget. Apa rahasianya tuh?" Naomi tersenyum manis " karena punya suami dan anak yang luar biasa, mereka selalu membahagiakan ku setiap saat." Naomi melirik sang suami Arsen.
"Ya begitulah...mau apa lagi, Tuhan kasih istri yang cantik...anak anak yang pintar dan energik...kami tinggal saling membahagiakan satu sama lain, saling melengkapi dan menerima semua yang Tuhan kasih." Arsen mengecup pipi sang istri dari samping.
"Arsen.. ini tempat umum." Yunna tersenyum lebar begitupun zergan yang terpukau dengan kemesraan mereka berdua.
"Kalian memang the best, pasangan paling the best pokoknya." Ucap zergan
"Kakak titip Yunna ya zergan, walaupun Yunna bukan adik aku tapi adik Jihan, namun bagi aku yunna adalah adikku. Dan kamu tahu kan jika kamu menyakitinya, aku bisa kembali seperti Naomi yang dulu." Arsen langsung memeluk Naomi
__ADS_1
"Jangan dong sayang, aku mau kamu tetap jadi istri manisku. Lagipula kasihan zergan yang baru nikah udah ditakuti begitu. Hahaha." Zergan termenung.
"Kamu gak tahu ya kak...dulu kak jihan pernah cerita sama aku juga kamu, waktu muda mereka pergi ke club, yang menghajar penjaga club...ingat? badannya lebih besar dari kamu, dua orang lagi. Hahaha." Zergan membuka mulutnya tak percaya.
"Hah...cewek manis kayak kak Naomi bisa sesangar itu? Jadi dulu yang diceritakan itu kak Naomi ini?" Naomi mengangguk angguk kan kepalanya sambil menyipitkan matanya.
"Sayang...no..jangan ya...tetap jadi bunda manis ok." Naomi tersenyum manis " aku tetap bunda manis sayang...kecuali..." Arsen memotong ucapan Naomi.
"Kalo zergan nyakiti Yunna, gak perlu kamu yang turun tangan sayang...kan ada aku...pistol aku kan selalu di pakai untuk latihan menembak...iya gak zergan" zergan tambah ngeri melihat pasangan ini..terlihat mesra namun garang, dia menggidik ngeri.
"Tenang kak...aku cinta Yunna...gak mungkin aku bikin sakit hati lah ya..." Zergan memeluk pinggang Yunna dan yunna hanya tersenyum.
"Kamu gak perlu takut gitu kak..mereka orang baik kok. Hahaha." Mereka pun tertawa bersama.
"Hey... pengantin nya di sini ternyata...sana cepat duduk kembali ke tempat kalian." Tunjuk Jihan ke tempat duduk sang pengantin.
"Mi...tuh anak Lo mau ngacak ngacak meja perasmanan. Lo enak aja di sini."Arsen melirik ke arah meja perasmanan dan pergi setengah berlari hendak membawa anak anak nya pergi dari sana.
"Iya..dia memang Daddy idaman...makanya kalo di sekolah si kembar tuh ya, dia jemput pasti emak emak temen si kembar pada heboh." Jihan tersenyum manis. " Bersyukur banget ya Lo.."
"Lo emang nikah sama Adi gak bersyukur?" Jihan tersenyum
" bersyukur juga lah..dia suami yang luar biasa...kocak..bisa diandalkan lah..kadang bikin kesel juga dengan sikapnya yang menjengkelkan. Hahaha." Naomi dan Jihan tertawa puas.
Acara pernikahan berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun. Acara selesai di sore hari. Semua keluarga juga para undangan sudah pulang, Yunna dan zergan mengadakan pernikahan di hotel bintang lima, hotel milik Arsen, mereka mendapatkan hadiah dari Arsen dan Naomi dengan menggratiskan tempat pernikahan sekaligus kamar presiden suite untuk sang pengantin.
Malam ini mereka dapat tidur di hotel, semua makan malam dan sarapan akan diberikan. Semua pasilitas hotel itu diberikan cuma cuma oleh Naomi dan Arsen.
Di sini lah mereka, di dalam kamar yang cukup luas, dengan ranjang yang bertaburan bunga dan makanan minuman yang tersedia di kamar.
"Kak....aku mandi dulu ya...rasanya lengket sekali." Zergan tersenyum manis "ya kamu duluan aja, nanti aku mandi sesudah kamu. Abis mandi kita makan ya..perutku lapar."
__ADS_1
"Makan duluan aja kalo gitu kak?" Zergan menggeleng kan kepalanya "aku mau tunggu kamu aja sayang...kita makan bareng aja."
"Atau....mau mandi bareng?" Ucap zergan dan membuat Yunna malu. " Ngak kak...enggak...nanti aja ya.. sekarang sendiri dulu aja." Yunna langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah mereka mandi, mereka pun memakan makanan mereka dengan lahap..karena sepanjang hari mereka sibuk menyambut para tamu undangan....memang hari yang melelahkan namun membahagiakan.
Yunna berdiri di depan jendela kamar, memandangi langit Jakarta di malam hari..begitu indah jika di lihat di malam hari...lampu lampu bersinar terang, jembatan terlihat indah karena lampunya yang panjang, anginpun lebih sejuk dibandingkan di siang hari.
Ketika berdiri di sana Zerganpun menghampiri Yunna dengan memeluknya dari belakang membuat Yunna terkaget.
"Oh...kak...aku kira siapa?" Kagetnya Yunna
"Emang kamu kira siapa? Selain kakak ada siapa lagi Hem?" Zergan menghujani yunna dengan ciuman lembut di pipi dan bahu Yunna yang terbuka.
"Sayang....ini sudah jam 9, kita tidur yuk..." Jantung Yunna rasanya dah Dig dug tak menentu. " I..i..iya kak." Zergan menuntun Yunna ke ranjang.
Area 21+ , yang belum menikah sebaiknya berhenti sampai di sini ya adek adekku sayang.
"Sayang..." Zergan kembali mencium pipi, dahi dan kemudian b*bir ranum milik Yunna.." kak...." Yunna merasa geli karena jambang zergan yang menggesek leher juga telinga Yunna.
"Kenapa? Bolehkah kakak miliki kamu seutuhnya sekarang ?" Bisik zergan di telinga dan berhasil membuat Yunna merinding.
" Ya kak....Yunna sudah menjadi istri kakak dan kakak berhak seutuhnya memiliki aku." Zergan bahagia bukan kepalang dengan ucapan sang istri.
Lampu hijau sudah menyala, zergan pun tak menunggu lama, segan melaksanakan kewajiban nya, memberikan nafkah batin untuk sang istri tercinta yang baru saja dinikahinya dengan sah.
Di skip aja ya....
Setelah penyatuan yang cukup lama akhirnya mereka terkulai lemas dan tidur sampai pagi tiba.
__ADS_1