Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Nasib Nola


__ADS_3

"Mang Tarjo...mang Tarjo..." Teriak zergan...


"Nola...Nola..." Nola tak sadarkan diri.. terlalu banyak darah yang keluar dari kaki Nola...


Mang Tarjo mendekat.."aduh den...kenapa itu nyonya?"


"Mang cepat siapkan mobil mang, kita ke RS." Zergan terlihat khawatir  dia menggendong Nola lalu masuk ke mobil dan mang Tarjo yang mengemudi..


Darah tak henti hentinya keluar dari bawah kaki..zergan takut terjadi apa apa terhadap Nola apalagi dia sedang mengandung anaknya.


Mereka sampai di RS, zergan lalu berteriak di depan UGD. "Dok..dok.. tolong istri saya dok." Tak lama datang dua orang perawat laki laki dan seorang perawat perempuan yang mendorong brangkar.. seorang perempuan di meja pendaftaran menelpon seseorang.


"Dokter..  tolong ada seorang wanita yang masuk UGD dok."


"Baik, saya ke situ segera."


Tak..tak..tak... Seorang dokter datang.  Dia melangkah dengan cepat setengah berlari.


"Mana pasiennya?" Tak di sangka yang dilihat itu adalah dokter Naomi.. zergan langsung berhambur..


"Kak..tolong kak... Nola jatuh dari tangga... Dia kan sedang mengandung.." Naomi menarik napasnya lalu meminta dokter sillia untuk turun..


"Evi..tolong suruh dokter Silia datang.. UGD butuh dokter kandungan segera."


"Maaf dok, dokter Silia kan lagi cuti melahirkan.." naomi menepuk jidatnya sendiri


"Ya ampun, aku lupa.. dia cuti melahirkan." Naomi berpikir sebentar..


"Dokter Soni ..dokter Soni masih ada kan?" Perawat itu menganggukan kepalanya


"Suruh dia turun ke bawah.bilang cepat" tak lama dokter Soni pun turun ke bawah


"Ada apa dok..saya mau pulang ini..." Naomi memukul bahunya.


"Bantu dulu aku..ini ada pasien gawat darurat, dia sedang hamil dan terjatuh dari tangga." Soni langsung membulat kan matanya.


"Pasiennya mana? Dokter juga ikut saya masuk dong .. saya gak mungkin menanganinya sendiri." Naomi mengangguk lalu dia menepuk bahu zergan


"Kami akan mencoba sebisa kami, berdoalah.." Naomi dan Soni langsung pergi dan memasuki ruang operasi.

__ADS_1


Sekitar 20 menit  zergan menunggu dan Naomi juga Soni keluar dari ruangan itu


"Zergan." Panggil Naomi dan pria yang menunduk itu langsung berdiri


"Bagaimana keadaannya?"


"Dokter Soni yang akan menjelaskan nya, dia dokter kandungan." Zergan langsung menatap soni.


"Istri anda mengalami perdarahan hebat.  Dan maaf kami tidak bisa menyelamatkan bayi kalian..." Soni terdiam dan mengambil jeda sebelum melanjutkan.


"Apa dok...bayi kami...meninggal?" Soni menganggukan kepalanya


"Kami turut berdukacita." Sini berbicara dengan lembut.


"Dan satu lagi.. pendarahan itu mengakibatkan kerusakan parah terhadap rahim ibu Nola, saran kami, rahim ibu Nola harus diangkat.. namun... Kami butuh persetujuan dari bapak... "


"Apa dok...harus diangkat? Bagaimana mungkin?" Soni terlihat ikut bersedih.


"Iya...jika tidak ditindak segera, kami khawatir nyawa istri anda tidak akan tertolong ... Jadi kami harus segera bertindak. Kami menunggu keputusan dari anda selaku suami nya." Zergan begitu hancur.. anak yang dia nantikan ternyata harus pergi dan parahnya rahim Nola harus diangkat dan sudah pasti dia tidak akan pernah memiliki anak untuk selamanya.


Zergan berpikir dan akhirnya mengambil keputusan. "Baiklah dok, aku akan mengikuti saran dari dokter, jika itu akan menyelamatkan nyawa Nola." Zergan tertunduk lemah


Sekitar 4 jam mereka menjalankan operasi. Zergan mondar mandir di depan pintu ruang operasi..terkadang duduk  lalu berdiri lalu duduk lagi...


Tak lama mang Tarjo datang dengan kedua orang tua Nola juga Dimas kakak iparnya.


Melihat sahabatnya terduduk di bangku dengan menunduk membuat Dimas kasihan.


"Zergan... Lo yang sabar ya..."  Zergan mengangkat wajahnya lalu memeluk Dimas.


"Mas... Anak gue meninggal mas, dan rahim Nola harus diangkat. " Isak tangis terdengar di telinga zergan.. ya itu isakan tangis ibu mertuanya.


"Gimana bisa terjadi sih? Kamu apakan dia zergan?" Kerah baju zergan ditarik oleh ibu mertuanya.


"Sudah mah .. sudah..." Pak Adipati memeluk istrinya dan terdengar suara pintu di buka. Kedua orang yang baru keluar dari ruang operasi itu langsung menghampiri keluarga pasien.


"Dok.. bagaimana istri saya?"


"Bagaimana anak saya... Dia selamat kan?' terlihat Soni tengah menata ucapannya agar dapat diterima oleh keluarga pasien.

__ADS_1


"Operasi sudah selesai dengan lancar, dan pasien harus istirahat total.. sebentar lagi kami akan pindahkan ke ruang perawatan...jika nanti beliau terbangun, tolong kasih support ya..." Merekapun menganggukan kepalanya sambil menyeka air mata yang mengalir.


Di sebuah ruangan yang cukup luas, terdapat sebuah ranjang, sofa, televisi bahkan lemari es..sebuah ruang VVIP yang Nola tinggali untuk beberapa hari ke depan.


Semua keluarga berada di ruangan itu. Sang ibu masih sesekali meneteskan air mata nya ketika mengingat nasib nola saat ini.


Terlentang tak berdaya pasti membuat seorang ibu tak akan bisa menahan kesedihannya. Mama Nola duduk di dekapan suaminya, zergan terduduk di sofa sambil menunduk..matanya terasa perih karena belum tidur sepanjang malam dan lelah akibat menangis. Dimas saat ini sedang pergi mencari makan untuk keluarga nya.


Sehari sudah Nola tertidur tak berdaya di ranjang itu ... Dia mulai mengerjapkan matanya. Tangannya mulai bergerak.. ketika Dimas memasuki ruangan itu, tak sengaja dia melirik Nola dan melihat Nola membuka matanya perlahan.


Dimas mendekat ke arah ranjang yang Nola tempati " Nola, kamu sudah sadar sayang...ini Abang." Mendengar Dimas berbicara di samping ranjang membuat papa mama nola juga zergan mendekat.


"Nola sayang ....ini mama sama papa.."  Nola menatap ketiga orang tersebut dan dia melirik ke arah belakang ibunya. Di sana dia dapat melihat zergan berdiri.


"Nola ..." Zergan mendekat dan memegang tangan Nola


"Kak... Kenapa aku ada di sini? Ini di RS?" Zergan menganggukan kepalanya.


"Kamu gak usah banyak pikiran ya .. yang penting kamu cepat pulih." Nola terlihat meringis kesakitan.


"Kak .. kok perut Nola sakit ya?" Mama Nola ibu Farida menangis dan menelungkup kan wajahnya di dada sang suami


"Mah .. kenapa mama nangis? Aku gak papa kok ma ." Mama nya memegang tangan Nola yang satu lagi, mengecup kening anaknya.


"Kamu cepat subuh ya, nanti pulang dari RS kamu tinggal sama mama dulu ya..." Nola melirik ke arah zergan dan zergan mengangguk


"Iya mah...nanti Nola pulang ke rumah mama.  " Nola mengusap perutnya lagi dan meringis kesakitan.


"Kok perutku tambah sakit ya? Anakku GPP kan kak?" Semuanya hening, tak ada yang berbicara..


"kenapa kalian diam? Aku tanya...bayi ku gpp kan?" Nola terlihat berkaca-kaca karena hatinya mulai tak merasa tenang melihat reaksi keempat orang di depannya.


"Jawab aku kak...bang...mah... pah,  kenapa kalian diam?" Teriak Nola sambil terisak.


"Nola .. anakmu...meninggal."


Jederr..serasa disambar petir.... Rasa sesak di dada mulai terasa...tangis pun meledak, Nola tak dapat menahan kesedihannya..


"Aaaahahhaaaaaa..hiks...hiks .aaaaaaahahahaaaaaa. hiks..hiks... Kenapa bayi ku harus meninggal...." Zergan langsung memeluk Nola, saat ini nola butuh dukungan dari keluarganya...zergan tak sanggup menyampaikan pesan ke dua tentang rahimnya yang di angkat. Pasti hati Nola akan hancur jika dia tahu apa yang terjadi. Kehilangan anaknya saja sudah membuat dia hancur terpuruk, apalagi tahu jika rahimnya telah diangkat dan membuat dia tak akan pernah mungkin untuk memiliki anak selamanya.

__ADS_1


__ADS_2