
"kau." Yunna terkejut karena seseorang berdiri di depan pintu kamar hotelnya.
"Ya saya nona, tadi ada seseorang yang meminta sarapannya lebih awal dan meminta diantarkan langsung ke kamar jadi kami sudah menyiapkan nya." Yunna mempersilahkan pelayan itu masuk.
"Emmm... Masuklah..." Yunna berada di belakang sang pelayan yang sedang menyiapkan sarapan paginya di meja. Namun tak di sangka
"This is for you.." Yunna kaget melihat sebuah buket bunga yang indah dan cantik.
"Oh my God." Yunna berbalik dan menatap sang pemberi bunga.
"Kamu di sini? Ngapain?" Yunna masih belum percaya ada pria ini di kamar hotel nya.
"Aku kebetulan sedang ada proyek di sini...dan... Ku lihat Instagram mu, kamar hotel kita bersebelahan jadi aku berkunjung." Yunna masih merasa heran.
"Berkunjung dengan sebuket mawar?; seperti tidak perlu sampai seperti ini deh bang."
"Bunga cantik untuk wanita cantik." Yunna tersenyum kecil.
"Oh ya .. masuklah. Sudah sarapan?"
"Belum sih, nanti jam 7, saya tadinya akan sarapan ke bawah"
"Permisi nona, saya ijin undur diri. Jika sudah selesai anda dapat menelpon di saluran 07. Terima kasih." Yunna tersenyum manis
"Makasih ya mas.." Yunna membereskan tips buat pelayan tersebut.
"Duduk bang Dimas.." Yunna mendudukkan dirinya di sofa sambil menunggu Eva yang berada di kamar mandi.
"Kita tunggu Eva dulu, dia masih di kamar mandi."
"Ya tak apa apa, toh aku belum lapar. Aku bisa makan di bawah."
"Jadi.. ada perlu apa Abang datang ke sini?" Yunna menunggu penuturan Dimas.
__ADS_1
"Aku ingin meminta maaf atas perlakuan adikku padamu, aku sungguh kaget ketika dia bilang akan menikah dengan zergan." Dimas menarik napasnya
"Aku sungguh sangat menyesal... Seharusnya zergan tidak bertindak seperti itu Yunna." Yunna tersenyum
"Bang Dimas gak perlu merasa bersalah... Ini bukan kesalahan Abang kok...mungkin memang sampai di sini jodoh kami... Semua yang terjadi pasti kehendak -NYA juga." Dimas menatap sendu Yunna.
"Seandainya dulu zergan tidak terus menempel padamu, pasti aku yang akan menjadi suamimu Yunna" Yunna membulatkan matanya
"Maksud bang Dimas?"
"Ya Yunna.. aku telah jatuh cinta padamu sejak pertama kali bertemu. Dan dia selalu bilang kau adalah bidadari ya dan akan membahagiakan mu. Aku melihat kau juga nyaman dengannya sehingga aku mundur dan ingin melihatmu bahagia. Jika saja dia akan menyia-nyiakan mu, sudah ku rebut kamu dari dulu." Yunna tersenyum miring
"Jadi bang Dimas mencintaiku? Kalo bang Dimas mempunyai pikiran begitu, apa bedanya Nola sama Abang? Apa kalian kakak adik sama sama suka merebut pasangan orang lain?" Dimas sontak terdiam mendengar ucapan Yunna.
"Sudah lah bang, Abang kan sudah menikah jadi fokus sama istri aja, biarkan saya dengan kehidupan saya... Kasian bang istri sudah menunggu di rumah..namun Abang datang ke kamar hotel perempuan lain. Itu tidak baik bang." Dimas duduk di bawah dan tangannya memegang tangan Yunna.
"Yun, aku tak cinta sama dia." Yunna langsung melepas pegangan tangan Dimas lalu berdiri.
"Bang... Jangan bicara seperti itu... Kasian istri Abang."
"Bang, cukup ok.. sebaiknya Abang keluar."
"Yun, aku dijodohkan jadi aku terpaksa menikahi nya."
"Itu bukan urusanku bang.."
"Oh... ternyata ada tamu.." Eva keluar dari kamar mandi.
" Sedari tadi aku dengar percakapan yang unfaedah deh... Lebih ke menjurus ajakan perselingkuhan... Jadi sebaiknya anda pergi deh...gak baik seorang suami mendatangi perempuan yang bukan muhrimnya. Oke bang Dimas.." Dimas tahu dia tak mungkin berbicara jika ada orang lain di sana jadi dia sebaiknya pamit
"Yun, Abang pergi dulu. Nanti sekali kali abang telpon ya. Permisi. Assalamualaikum."
"Waalaikmslm."jawab Yunna.
__ADS_1
"Busyet.... Yunna...Yunna...baru sehari Lo jadi janda udah ada yang daftar aja, gimana nanti?" Yunna tersenyum lebar
"Ada ada aja Lo... Tapi tenang, gue kan punya seorang bodyguard di samping gue ya gak?" Eva menganggukan kepalanya dan tersenyum lebar
"Bener...boleh lah... Wani Piro? Lo harus bayar mahal Yunna, soalnya pasti gue bakal kewalahan ngadepin cowok cowok itu. Dan Lo tahu gak? Semua mahasiswa angkatan gue pada nanyain sama gue kabar kebenaran status Lo. Makanya tadi gue lama di kamar mandi buat jawabin semua pertanyaan mereka."
Yunna tersenyum lebar " trus Lo jawab apa, but wait... Mereka tahu dari mana tentang status gue?" Eva cengar cengir " status Instagram gue sama Lo." Yunna menepuk jidatnya . "Eva... Lo ya ...bener bener deh...
"Udah ah makan dulu biar kita kuat menghadapi kejamnya dunia. Hehe." Mereka tertawa bersama.
Pagi ini mereka pergi ke pantai...menikmati udara segar dan pandangan yang indah, duduk di pinggir pantai tambah asik ditemani air kelapa dan camilan.
"Yun, main air yuk..."
"Bentar gue abisin dulu air kelapanya."
"Bentar...bentar... Yun...Yun.. itu..." Eva menunjuk seseorang sambil menepuk nepuk bahu Yunna dan yunna mengikuti arah jari Eva.
"Kenzo..." Yunna terkejut ada seseorang yang menghampirinya dengan keadaan basah sudah bermain jetski.
...
...
"Hai... Surprise... Join with me?" Yunna tersenyum kecil.
"You are here? "Yunna tersenyum dan menerima uluran tangan Kenzo dan menarik nya menuju jetski.
Mereka menikmati bermain air, tertawa bersama dan tak lupa Eva yang melihatnya mengabadikan momen itu dan men-share di Instagram.
Seseorang di tempat yang jauh tengah memperhatikan photo photo di Instagram Yunna.
__ADS_1
"Yunna... " Gumam seorang pria sambil mengepalkan tangannya.