Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Buket bunga


__ADS_3

Setelah mendapatkan no viona, dia berencana untuk menghubunginya besok di sore hari.


Hari Minggu sampai Senin pagi mereka bisa bersama, zergan kembali mesra terhadap Yunna.


Pagi setelah sarapan dia pun berangkat bekerja begitu juga dengan yunna yang sudah siap pergi mengajar.


Berusaha untuk berpikiran positif, Yunna kembali seperti semua, gak ada perasaan jelek terhadap suami.


Yunna hari ini mengajar sampai pukul 3 sore, dia berniat ingin memasakkan sesuatu untuk sang suami jadi Yunna mencoba menghubungi zergan untuk bertanya jam berapa dia akan pulang.


"Assalamualaikum...sayang...kapan pulang?"


"Waalaikmslm...aku masih sibuk...pasti di kantor sampe jam 8 an, biasa lah pulang ke rumah jam 9. Kamu GPP kan makan malem sendiri?"


"Kalo pulang malem, boleh gak aku makan sama temenku?" Belum ada jawaban dari sang suami


"Sayang ...gimana, boleh gak?"


"Boleh asal bukan cowok."


"Ini sahabat aku dari kecil, boleh ya? Please ..."


"Aku gak ijinin...kenapa gak ke rumah kak Jihan aja?"


"Ya udah aku ke Kak Jihan aja kalo gitu." Suara Yunna begitu sendu.


"Kamu gak bosen apa di kantor terus?"


"Mau gak mau sayang....aku juga pengennya ada di samping kamu tapi ini laporan harus beres sekarang..tadi kan aku ke lapangan jadi laporan agak terhambat sedangkan bos pengen cepet."


"Ya udah....semangat sayang...jangan lupa makan ya..."


"Ok...bye..."


Sambungan telpon berakhir, Yunna yang awalnya akan pergi makan malam di Jihan dia urungkan. Dia mau makan di luar aja.


Karena sang suami tidak ada, dia lebih baik memeriksa tugas para mahasiswa, sudah tiga jam dia berada di kampus, sekarang  sudah pukul enam sore, Yunna merasa kasihan terhadap zergan karena kerjanya yang terlalu berat, dia berniat untuk membawakan makan ke kantor, namun ketika di telpon handphone zergan tak aktif.


"Oh ya...ada no mba viona...coba telp sana deh." Monolog yunna


"Hallo... assalamualaikum..dengan mba viona?"


"Ya waalaikmslm. Betul...dengan siapa ini?"


"Oh maaf saya istri pak zergan. Maaf mau tanya, apa pak zergan masih di kantor? Soalnya tadi saya telpon tapi tidak aktif."

__ADS_1


"Oh .....pak zergan ya??? Kalo gak salah pak zergan udah pulang dari tadi Bu...semua pegawai seperti biasa pulang jam lima, pak zergan juga sudah pulang dari tadi jam lima sore. Dan tak ada yang lembur kok hari ini." Yunna termenung dengan ucapan viona.


"Bu ..ibu masih di situ?"


"Oh ya ..maaf boleh tanya lagi Bu?"


"Iya silahkan."


"Pak zergan apa sedang mengurus proyek besar? Apa beliau begitu sibuk setiap harinya? Maaf saya bertanya seperti ini karena saya mau membuat kejutan dengan datang ke kantor, biasa lah mba...mau bawain makan siang, jika sibuk kan saya takut mengganggu." Awalnya viona merasa aneh namun ucapan Yunna membuat viona mengerti jika sang istri hanya ingin memberikan kejutan saja.


"Pak zergan memang manager di perusahaan ini, namun beliau tidak sedang sibuk sama sekali Bu, beliau seperti biasa masuk jam 8 pulang jam 5 sore, dan makan siang juga sering di kantor. Jadi jika ibu datang ke kantor untuk membawa makan siang saya pikir, beliau akan sangat senang sekali"


Deg .....bagai di sambar petir...semua ucapan zergan dan ucapan viona begitu terngiang di telinga Yunna...dia tak menyangka jika suaminya berbohong.


"Bu Yunna...Bu Yunna?"


"Oh ya...makasih ..saya nanti akan buat kejutan jadi saya harap mba viona gak kasih tahu pak zergan kalo saya telpon ya mba...makasih sebelumnya."


"Ya sama sama...aduh senangnya, pak zergan sama ibu masih mesra... seperti pengantin baru aja...."


Sambungan telpon pun berakhir, Yunna harus mencari kebenaran yang lain.


Setelah mendapatkan informasi, Yunna terdiam sesaat dan terus berpikir, apa yang sedang terjadi? Apakah zergan mencari pekerjaan sampingan, karena setiap pulang dia terlihat letih...


Yunna menyimpannya diam diam, dia akan mencari tahu sendiri.


Yunna tersenyum manis menyambut sang suami.


"Kak...sudah pulang? Capek? Mau dipijitin?" Zergan tersenyum dan mengecup kening sang istri.


"Ya...hari ini sangat melelahkan, kamu pun pasti sudah capek mengajar. Bagaimana mahasiswa mu?"


"Mereka baik semua, gak ada kendala sama sekali."


"Baguslah jika begitu...maaf akhir akhir ini aku tak bisa antar jemput kamu sayang..."


"Gak papa kak...oh ya...kakak sudah makan? Pasti di kantor sepanjang hari membosankan bukan?"


"Sudah.  Tentu saja sudah, kami memesan makanan cepat saji, kami makan di kantor. Bosan karena tidak ada kamu tapi mau gimana lagi sayang...pekerjaan harus selesai."


Yunna tersenyum kecil.


"Memang siapa saja yang lembur kak?"


"Emmm ...viona, Nola, lani, pak Rizal juga ada....ya begitu lah .."

__ADS_1


"Oh lani itu ..asistenmu ya?" Zergan mengangguk. " Ya...."


"Ayo kita tidur, aku lelah sekali rasanya." Yunna membereskan baju suaminya, di sana tercium bau minyak wangi wanita.


"Ini bukan minyak wangi aku deh, punya siapa ya?...mungkin punya salah satu dari tiga rekannya." Gumam Yunna


Pagi telah tiba dan yunna sedang sibuk di dapur membuat sarapan. Hari ini dia memilih spaghetti karena bahan makanan sudah habis, dia harus pergi belanja sepulang dari kampus.


Ketika Yunna kau masuk ke kamar, Yunna mendengar suara percakapan, ya itu suara zergan yang sedang mengobrol dengan Seseorang di telpon.


"La...aku mohon kasih aku satu hari aja, biar dia gak curiga...ya ampun la..."


"......"


"Ok... terserah kamu aja..."


Telpon terputus dan yunna mendengar suaminya memanggil la...


Yunna pura pura tak mendengar, dia lalu kembali ke dapur. Termenung dengan segala hal yang baru dia temukan. " Maksudnya apa biar aku tak curiga?" Gumam Yunna.


Yunna pergi ke kampus dan begitupun zergan pergi ke kantor. Seperti biasa zergan bilang akan pulang malem. Dan yunna juga berbohong akan ada acara di kampus sampe malam dan ijin akan menginap di rumah Jihan. Zergan pun mengijinkan.


Saat ini Yunna meminjam mobil milik temannya Eva, dan Eva pulang menggunakan motor Yunna.


Yunna sudah berada di depan perusahaan tempat zergan bekerja, memperhatikan setiap mobil yang lewat. Tepat pukul lima semua karyawan  keluar dengan kendaraannya Masing masing.....


Yunna dapat melihat mobil zergan keluar namun ada seorang wanita berada di sampingnya.


Yunna mengendarai mobil dengan pelan mengikuti zergan dari belakang sampai mobil itu berhenti di sebuah toko bunga, keduanya keluar dan masuk ke toko itu.


Setelah beberapa saat sang suami sudah keluar dari toko tersebut dengan sebuket bunga cantik, dia mencium bunga itu dan tersenyum.


"Lani...ayo masuk." Yunna dapat dengan jelas zergan memanggilnya lani. Apa ini yang zergan telpon, dengan panggilan la? Trus buat apa bunga itu? Mau kemana mereka? 


Rasanya hati Yunna panas, sang suami bilang akan pulang malam tapi sekarang bersama seorang wanita dan dengan sebuah buket bunga.


Setelah 10 menit mereka berkendara, akhirnya mobil zergan berhenti di dekat restoran.


"Apakah mereka akan makan?" Gumam Yunna.


Zergan dan wanita yang ternyata bernama lani itu turun. Namun Yunna melihat lani malah pergi dan zergan masuk ke dalam restoran.


Memang sudah diniatkan sedari tadi pagi Yunna akan mengikuti sang suami sehingga Yunna turun dari mobil dengan memakai hoddy dan masker tentunya.


Jedddderrrt bak di sambar petir...

__ADS_1


Di sana Yunna dapat melihat sang suami membawa bunga itu dan memeluk serta mencium pipi sang wanita lalu memberikan bunga tersebut. Mereka begitu mesra.


__ADS_2