Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Kartu undangan


__ADS_3

"Apa kau sudah sangat kesepian? Sudah gatal ingin disentuh huh? Kalo begitu biarkan aku menyentuh tubuhmu lagi... Bukankah kau sangat menginginkannya? Sudah lama tidak ku belai membuatmu dengan gampangnya kau menerima laki laki lain?" Teriak zergan lagi dan Yunna terus meronta ronta dan lolos tangan kanannya lalu..


Plak...tamparan mendarat di pipi zergan. Zergan terdiam mematung kaget akibat tamparan yang di dapatnya.


"Kamu keterlaluan zergan... Aku tidak serendah itu.. hiks...hiks..." Zergan mengusap rambut Yunna dengan lembut. "Maaf." Ucap zergan pelan.


Ting nong..Ting nong... Bel rumah berbunyi. Yunna tahu itu pasti jasa angkut barang. Zergan lengah dan yunna langsung mendorong badannya sekuat tenaga. Zergan terjatuh ke bawah dan yunna langsung berlari membuka pintu rumah setelah dia merapihkan baju dan rambut yang sudah berantakan akibat zergan.


"Dengan ibu Yunna?" Seorang pria sekitar 30 an terlihat berdiri dengan gagahnya.


"Ya saya.." pria itu tersenyum "saya jasa angkut Bu, emm mba... Anda terlalu muda untuk saya sebut ibu." Yunna tersenyum kecil


"Oh iya... Terima kasih. Silahkan masuk. Emmm itu barang barang saya dan... Anda sendiri? Tidak ada yang bantu?" Pria itu tersenyum manis " saya masih kuat mba.. kan tadi mba bilang hanya membawa buku buku saja bukan lemari atau barang barang besar lainnya." Yunna mengangguk sambil tersenyum.


"Tidak terlalu banyak juga, saya pasti bisa." Ucap pria tersebut setelah melihat beberapa dus besar yang berisi buku.


"Tapi itu lumayan berat loh mas." Pria tadi tersenyum lebar "akan saya coba mba..."


Pria tersebut mengangkat dengan begitu kuatnya, sedangkan Yunna tahu jika itu tidak ringan. Yunna melotot dengan pemandangan tadi. Tapi ya... Badannya memang sangat bagus dan besar seperti binaragawan.


"Wow... Anda kuat sekali ya.." pria itu tersenyum manis dan dari belakang Yunna muncul zergan.


"Kalian akrab sekali? Sudah saling kenal? Sampai saling lempar senyum begitu" Yunna membalikkan badannya dan menatap zergan kesal.


"Maksud kamu apa sih kak?." Pria tadi langsung terlihat bingung dan Canggung dengan situasi ini.


"Emm maaf mba, seperti nya sudah semua. Saya langsung ke apartemen mba aja kali ya.." Yunna kembali melihat pria tersebut.


"Oh sudah ya... Makasih ya. Alamatnya sudah saya kirimkan bukan? Nanti saya menyusul. Tunggu di depan apartemen saja." Pria tersebut tersenyum dan pamit.


"Permisi mba.. mas.." Yunna tersenyum kecil dan menganggukan kepalanya.


"Kamu kok jadi genit gitu sih sama semua cowok? Atau emang selama ini kamu selalu begitu di belakang ku?" Yunna memutar bola mataku


"Ya ampun kak... Senyum itu ibadah dan tanda kita menghargai orang... Aku hanya bersikap ramah terhadap orang lain." Yunna merasa kesal.. sangat kesal.


"Lagipula, untuk apa kakak urusi urusanku lagi? Just stop ok. Stop meddling on my business." Ucap Yunna langsung mengambil kunci mobil miliknya.

__ADS_1


Zergan baru ingat  mobil siapa di depan, zergan cepat mengejar Yunna dan menarik tangan Yunna saat sampai di pintu depan.


"Yun, mobil siapa itu?" Yunna yang ditarik tangannya tiba-tiba merasa terkejut.


"Kak...apa apaan sih? Kaget tahu."


"Itu mobil siapa, jawab!" Yunna mengeryitkan dahinya


"Cih, mobil aja ditanyain. Kakak udah kayak dulu ya, posesif. Segala ditanyain."


" Jawab Yunna, mobil siapa?"


" Mine...that is mine.ok..." Yunna buru buru pergi dari pada ditanya terus.


Zergan yang ingin bertanya lagi malah bengong melihat Yunna yang Yunna pergi dan masuk mobil meninggalkan nya sendiri.


"Dia punya mobil darimana?" Gumam zergan. Pikiran negatif masuk, berpikir pasti dapat dari seorang kekasih lah, pria yang mengejar ngejar dia lah atau dari dosen yang dulu suka sama Yunna.


Di lain tempat Naomi melihat ada sebuah undangan tergeletak di meja depan. Dahi Naomi mengeryit, dia mencoba membuka kartu undangan itu dan Naomi sungguh terkejut dengan nama yang tertulis di sana.


"Sayang...honey ...." Teriak Naomi manggil suaminya. Arsen yang baru selesai berpakaian dan turun dengan jas ditangannya juga tas di tangan satu lagi merasa heran.


"What's wrong babe?" Arsen turun dan mendekati Naomi dengan heran melihat raut wajah Naomi yang tidak bersahabat.


"Apa aku bikin kamu kesal dan marang babe?" Naomi langsung merubah raut wajahnya.


"No honey no... But..." Arsen terlihat lega mendengarnya " oh my angel... Kamu bikin aku kaget... Tapi ada apa teriak teriak dan wajahmu itu loh... Marah di pagi hari. Itu gak bagus sayang." Arsen mengecup pipi Naomi berniat menenangkan Naomi.


"Look...ini undangan. Liat aja." Arsen melihat undangan yang sudah rusak akibat di remas.


"Bagaimana aku lihat, kau sudah remas begini." Arsen mencoba merapihkan undangan itu dan ketika sudah rapi, dia terkejut melihat nama calon pengantin yang tertera di sana.


"Nola Agustina dengan Zergan...."


"Ya itu Zergan Founder, suami Yunna...liat aja di balik undangan nya, ada photo mereka." Ucap Naomi memburu.


"Telpon Jihan sekarang, apa ini benar? Masa adik iparnya mau nikah lagi dia tidak tahu." Ucap Arsen terlihat memburu.

__ADS_1


Tak lama Naomi menelpon, Jihan terdengar kaget dan juga menangis. Lalu meminta Naomi menunggu selagi Jihan menelpon Yunna.


Tak lama suara telpon terdengar...


"Jihan." Ucap Naomi melirik suaminya.


"Hallo assalamualaikum ji..gimana? Loh..kok kamu nangis sih... maksudnya gimana ini?"


"Hiks..hiks... Naomi...hiks...gue..gue..kakak yang bodoh dan tak berguna mi..."


"Wait... Lo ngomong apa sih? Lo jangan nangis Ji, cerita dulu ke gue."


"Yunna udah cerai sama Zergan mi, udah dua Minggu. Hiks...hiks... Zergan  selingkuh dan katahuan sama Yunna, dan Nola sekarang sedang hamil. Yunna akhirnya gugat cerai zergan. Dan parahnya gue baru tahu dari Lo...selama ini dia sembunyikan mi, pantas aja dia selalu bilang 'apa aku mandul ya kak.' oh ya Allah... Hiks..hiks.."


"Ok ji, gue tutup ya... tunggu aksi dari gue."


"Naomi...Naomi..jangan..Yunna bilang.."


Tutu..Tut..Tut .. telp Naomi tutup dan berbalik ke arah Arsen.


"Honey...we need to do something." Seringai jahatnya terlihat di wajah Naomi dan Arsen merasa tak enak melihatnya.


"Mommy cantik... Wajahnya jangan kayak gitu ..aku gak suka...duduk yuk..." Arsen mengajak duduk Naomi


"Kenapa ..apa kata Jihan?" Naomi menatap tajam Arsen


"Sayang.... Zergan sudah selingkuh...dia bermain dibelakang Yunna dan ketahuan sama Yunna, Nola juga sudah hamil dan yunna akhirnya gugat cerai." Kini wajah Arsen yang berubah. Naomi melihat perubahan itu dengan cepat.


"Helios...heliooos..." Teriak Arsen dan Naomi bingung dengan apa yang akan diucapkan suaminya terhadap Helios.


"Iya tuan..."Helios menunduk.


"Tolong ambilkan pistolku di laci meja kerjaku. Sekarang." ucap Arsen dingin dan Naomi membelalakkan matanya.


"Sayang ..honey... No...ok...come down.." Arsen tersenyum menyeringai dan mengangkat alisnya.


"Like you said... We need to do something." Arsen dan Naomi saling menatap tajam lalu tersenyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2