
Pernikahan sudah berjalan selama tiga tahun namun belum terlihat tanda tanda kehamilan, Yunna merasa belum sempurna menjadi seorang wanita.
Yunna mungkin terbilang masih muda namun tidak untuk zergan.
Yunna mulai menyadari ada perubahan dari sikap zergan setelah dua tahun pernikahan.
Pagi telah tiba, matahari bersinar hangat menyinari rumah sederhana dari Yunna dan zergan.
Zergan akhir akhir ini selalu saja lembur, sudah satu bulan ini setiap hari pasti lembur, bahkan di akhir pekan pun seharusnya libur zergan harus pergi ke kantor dan seperti pagi ini Yunna hendak pergi ke toko buku tapi tak ada yang mengantar.
Sekarang Yunna sudah mulai naik motor sendiri lagi semenjak sebulan yang lalu setelah zergan bilang akan sibuk dan tak akan sempat untuk mengantar jemput lagi, Yunna membeli motor yang baru karena motor yang lama sudah di jual sebagai tambahan untuk motor yang baru.
Setelah sarapan zergan pergi begitu saja dan yunna hanya bisa menghela napas akan sikap zergan padanya?
"Kenapa kamu berubah sayang? Apa salahku? Apa karena aku belum memberikan anak untukmu?" Monolog Yunna.
Yunna keluar membawa tasnya,dia menggunakan baju kemeja putih dan celana pendek nya. Terlihat seperti gadis yang belum menikah apalagi badannya masih ramping dan segar.
Setelah dari toko buku dia mampir ke cafe dekat toko buku untuk sekedar minum menghilangkan dahaga karena sudah bolak balik di sana selama dua jam.
"Hai...kak Rio....senang ketemu kakak di sini." Yunna melambaikan tangannya.
"Hai...cantik...lagi apa kamu di sini sendiri Hem?" Mereka berjabatan tangan dan sebentar memeluk tanda menyapa.
" Udah lama banget deh kita gak ketemu kak, mana undangannya?" Tanya Yunna namun wajah Rio berubah.
"Kak...kenapa jadi sendu gitu?" Rio tersenyum pahit "kakak sama Nola sudah putus....jadi maaf, tak ada undangan." Yunna sangat kaget dengan ucapan Rio
"Kapan kak? Sejak kapan kakak putus sama kak Nola?" Rio seakan menatap ke depan " hampir lima bulan ini lah..."
" Bukan kah kalian sudah lama pacaran ya? Tiga tahun kan?" Rio menganggukan kepalanya " ya tepat satu hari sebelum kamu sama zergan menikah. Mungkin 2,5tahun ya kita pacaran." Yunna menjadi sendu.
" Sangat disayangkan...tapi kenapa bisa putus?" Rio menghela napasnya.
" Dia punya kekasih lain...dan mungkin kita memang sebaiknya berpisah bukan? Dia terlihat tidak begitu bahagia jika berada dengan ku...mungkin dia bahagia dengan cowok itu."
"Dari mana kakak tahu kak Nola punya cowok lain?" Rio terdiam membisu
" Kak..." Rio langsung melirik dan menatap wajah Yunna.
Rio menarik napas dalam-dalam seakan susah untuk mengucap kannya. "Aku main ke apartemen nya dan di sana aku melihat pakaian berantakan di lantai...ketika Nola keluar dari kamar dia hanya menggunakan kemeja laki laki, apa lagi menurutmu, apalagi ada suara pria yang memanggil Nola dengan sebutan sayang...dan Nola cepat cepat mengunci pintu kamarnya." Yunna membelalakkan matanya.
"Saat itu juga kami putus... sebelumnya aku dapat menerima ketika dia sudah tidak perawan lagi...aku mau kami menikah, namun setelah beberapa bulan dari itu aku malah melihat dia dan ya.....kita...putus. Tepatnya perubahan itu terjadi setahun ini." Rio tersenyum pahit.
"Yang sabar ya kak...nanti akan tuhan kasih jodoh yang lain buat kakak...ok." Rio tersenyum manis.
"Makasih Yun, makasih atas doa nya."
Mereka berbincang bincang sambil meminum secangkir kopi di sana ditemani cemilan kesukaan Yunna...kacang kulit.
Mereka akhirnya berpisah sebelum waktu makan siang tiba.
__ADS_1
Yunna pulang ke rumah dengan hampa, tak ada suami tak ada anak...
Sekitar pukul 3 sore terdengar suara dering telpon.
Drrrrt... drrrrt....
"Hallo. Assalamualaikum..."
"Waalaikmslm...sayang....maaf, seperti nya aku hari ini tidak pulang, mungkin besok pagi baru pulang. Jangan menungguku ya...dah .."
"Sayang...tunggu...sayang..." Telpon telah terputus, ketika Yunna mencoba menghubungi kembali, handphone sudah tidak aktif. "Ya mungkin dia sangat sibuk sehingga tak dapat menerima telepon dan me nonaktifkan hp nya." Gumam Yunna
Karena sang suami tidak akan pulang dan tak ada siapapun di rumah, Yunna memutuskan untuk pergi ke taman dan membawa kameranya. Salah satu hobi Yunna adalah mengambil photo dengan kameranya.
Yunna sibuk dengan pemandangannya, seakan akan dia terhipnotis dan tak bisa mengalihkan tatapannya dari sana.
Taman yang indah penuh bunga dan di pusat taman ada air manjur yang sering digunakan anak anak bermain.
Saat ini banyak sekali anak anak sedang bermain basah basahan di bawah air mancur, sehingga yunna beberapa kali mengambil photo di sana.
Yunna sedang berjongkok mengambil photo kupu kupu yang sedang mengelilingi bunga mawar yang baru merekah. "Aunty Yunna.." tepuk tangan mungil di bahu Yunna mengagetkan nya.
"Arkana? Sama siapa kamu ke sini?" Yunna melirik kanan kiri mencari orang tua Arkana
" Mom and dad... mereka lagi bawa adek adek beli es cream. Itu mereka aunty..." Yunna tersenyum senang.
"Boleh...ni....caranya seperti ini...nanti kamu mau photo yang mana, kamu fokusin ke situ trus pencet tombol ini." Arka tersenyum lebar "boleh arka coba aunty?" Yunna tersenyum "boleh...silahkan arka coba. Aunty tunggu sini ya..."
"Ya aunty...."
"Jangan jauh jauh..."
"Siap aunty..."
Tak lama Naomi dan Arsen juga kedua anak kembar Naomi datang.
"Hai...Yunna...sendiri aja?" Peluk Naomi
"Ngapain nona cantik di sini sendiri Hem?" Arsen menggoda Yunna.
"Ya kak...gini deh...sendiri....serasa masih single aku. Hehe biasa nih lagi menyalurkan bakat, bakat ku kesel di rumah sendiri."
Naomi tersenyum " suaminya mana?" Yunna tersenyum miring "sibuk Mulu kak... udah sebulan ini Sabtu masuk terus...bete..." Naomi menepuk bahu Yunna " sabar ya..." Yunna hanya mengangguk saja.
"Eh aunty cantik...jangan sedih dong...nanti cantiknya ilang loh. " Yunna tersenyum manis
"Keanu belajar dari siapa bicara begitu?" Tanya Yunna
"Daddy...Daddy selalu bilang gitu kalo mom sama Kenny sedih." Naomi dan Arsen tersenyum.
__ADS_1
"Kerja apa sampe Sabtu juga masuk? Lagi banyak tender? Atau keluar kota?" Tanya Arsen dan yunna cuma mengangkat bahunya saja.
"Ya udah...main sama kita aja yuk, kita mau main ice skating. Pasti seru..gimana?" Ajak Arsen.
Yunna tersenyum manis " ok...tapi aku harus ganti baju dulu deh, masa pake baju gini? Entar dingin." Naomi tersenyum. "Iya sih...yang ada bukan main tapi kamu membeku kedinginan...oh ya...ada baju kakak di mobil, kita selalu bawa baju soalnya takut kena kotor. Yok ganti baju dulu." Yunna dan Naomi pergi membawa baju ganti dan pergi ke toilet umum untuk berganti pakaian.
Rambut mommy Naomi udah panjang banget ya....
"Baju yang ini GPP ya...kakak gak bawa celana panjang... Ada sih..tapi bagian lututnya sobek. Mau?" Yunna mengangkat bahunya dan tersenyum.
"Aku pilih celana panjang aja deh, GPP sobek sobek mah." Naomi tersenyum manis "tapi bagus kok...pas."
"Kakak...udah punya anak tiga aja masih tomboy juga ya?" Naomi tersenyum lebar "hanya untuk saat saat tertentu aja...ayo ah..nanti kesorean." Ajak Naomi
Saat keluar toilet, mereka berpapasan dengan seorang wanita...
"Ehhhh....kak Nola di sini?"
"Eh...kamu....lagi apa sore sore di sini Yun?"
"Ini kak...lagi main aja...oh ya..ini kak Naomi temen kak Jihan dan kak Naomi...ini kak Nola Temen kuliah sekaligus atasannya kak zergan." Merekapun berjabatan tangan
"Oh ya kak....emang kak zergan lagi sibuk banget ya kak? Sebulan ini pulang telat dan sabtu juga masuk terus." Nola tersenyum kaku..
"I..iya...maaf ya...aku pinjam suami kamu untuk beresin tender besar...kayaknya akan memakan waktu lama deh...soalnya ini tuh bernilai milyaran yun, kalo gagal bisa berdampak buat perusahaan. Maaf ya..." Yunna tersenyum pahit.
"Ya kak... GPP...eh...kakak ke sini bareng siapa?" Nola terlihat salah tingkah.
"I...i..itu ....emmm"
" Pacar baru ya? Kok salah tingkah sih? GPP kali kak...aku dah tahu kok...oh ya mau join gak? Kita mau main ice skating nih ..yuk." Nola menggeleng gelengkan kepalanya sambil nyengir
" enggak deh .. pacar kakak agak pemalu...next time deh ya, yun.."
"Ok. Kita duluan ya kak."
"Ok. Bye....."
Mereka pun pergi ke tempat bermain ice skating, seru seruan bareng krucil krucil Arkana, Keanu, Kenny, ya si kembar yang menggemaskan juga main, lagi di ajarin sama Arsen dan Naomi.
Yunna sama arka sudah mulai main sendiri, sekali kali berpegang tangan.
Mereka menyudahi permainan nya setelah isya dan makan di restoran dekat tempat bermain lalu pulang pukul 9 malam.
Hari ini Yunna bisa lalui dengan hati gembira karena ada keluarga Naomi dan Arsen, Yunna sangat menginginkan seorang anak sehingga hari harinya bisa lebih terisi jika zergan tidak ada di rumah.
__ADS_1