
Mereka saling bertatapan dan jantung mereka berdegup kencang, pipi dan punggung serasa panas. Menatap bibir Yunna membuat Kenzo tak bisa lagi menahan jiwa lelaki nya...
"Yunna... I... love... you... " Hembusan napas Kenzo di telinga Yunna membuat dia merinding.
"Sebaiknya kita keluar, aku takut tak bisa menahan diri lagi." Ucap Kenzo melepaskan pelukan nya.
"Bisa kita sembunyikan dulu hubungan kita zo?" Kenzo tersenyum manis " tentu... Aku mengerti...itu untuk kebaikan kita bersama...yang penting buat aku sekarang aku sudah jadi kekasih mu.. statusku lebih jelas sekarang....makasih." Yunna tersenyum dan mengangguk.
Mereka keluar dari ruang rapat dan masih dapat terlihat seburat senyuman di bibir mereka. Rasanya Kenzo ingin sekali memegang erat tangan Yunna, namun hal itu tak bisa dilakukannya.
Sambil berjalan berdampingan mereka masih melempar senyum dan percakapan.
"Habis ini ada jadwal meeting lagi?"
"Iya...meeting terakhir ku... Setelah itu aku akan bersiap dengan acara di Sabtu pagi...kamu datang kan?" Kenzo menganggukan kepalanya "pasti dong... Masa pacaranya ada acara tapi tak datang?" Yunna merasa geli sendiri mendengar kata pacar.. terus terang saja dia bahkan tak menyangka hal seperti ini akan terjadi padanya.
"Kenzo... Stop bilang begitu ok ... Aku merasa geli sendiri tahu gak?" Kenzo terkekeh
"Iya sih. .. aku juga merasa begitu hahaha." Mereka tertawa bersama.
Kenzo yang masih ada kepentingan harus meninggalkan Yunna, begitupun Yunna yang masih sibuk dengan pekerjaan nya.
Sabtu pagi telah tiba, sebuah acara yang sangat meriah sudah di sediakan oleh sang bunda Ester.
Sebuah ballroom hotel yang mereka sewa begitu luas dan nyaman dengan sebuah kolam renang yang cukup luas.. biasanya tempat tersebut akan dipenuhi tamu hotel di sana namun khusus hari ini mereka tak dapat menikmati nya karena ada acara khusus dan Banyak tamu undangan datang dari berbagai kalangan.
Tempat yang nyaman sudah tersedia, semua tamu mulai memadati tempat itu dan sang bintang utama belum muncul karena masih bersiap di dalam kamar hotel.
Semua tamu disambut dengan ramah oleh bunda Ester, hidangan pun sudah tersedia, semua sudah dapat menikmati nya sambil menunggu acara di mulai.
Berbagai macam hidangan yang dapat menggiurkan sudah dapat di santap, semua karyawan merasa senang karena mereka dapat menikmati pesta mewah.
Menu hidangan seafood juga tersedia bagi penyuka menu ini... Tak hanya itu saja, daging sapi, ayam, ikan, bahkan menu hijau untuk sang vegetarian sudah tersedia jika memang diantara para tamu undangan ada yang sedang diet atau memang seorang vegetarian.
Bunda yang melihat para tamu sudah datang meminta Yunna segera turun untuk memulai acaranya. Yunna turun dengan menggunakan gaun putih indah. Dengan rambut diikat sederhana namun tetap memukau mata yang melihatnya.
Yunna tak perlu dandan berlebihan cukup dandan sederhana saja dapat memperlihatkan kecantikan nya yang mempesona.
Bunda membuka acara dengan mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu dan salam untuk memulai acara.
"Selamat datang para tamu undangan, assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh." Semua menjawab salam sang pemilik acara.
"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang sudah bersedia untuk hadir di acara kami, para client, kolega dan para wartawan yang sungguh maaf karena kami pada saat itu tidak bisa atau belum bisa memberikan informasi apapun tentang identitas CEO kami yang baru." Semua begitu serius mendengar kan.
"Sini sayang.."ucap bunda meminta Yunna menaiki podium. Yunna beranjak dan mendekati sang Bunda.
"Perkenalkan, ini adalah satu satunya putri ku yang akan menggantikan posisi ku saat ini .. dialah CEO kami yang baru." Semua bersorak dan bertepuk tangan.
"Putriku ini sudah besar, sebenarnya aku minta beberapa tahun yang lalu untuk mengganti kan saya, namun putri nakalku ini selalu menolak, dia selalu ingin mengajar dan dia adalah seorang dosen di salah satu universitas ternama di Jakarta. Selama ini dia selalu membatu saya di balik layar, dia enggan untuk memperlihatkan sodok dirinya sendiri" Semua melempar senyum mendengar penuturan bunda Ester.
"Namun aku sangat menghargai semua keputusan nya. Mungkin baru sekarang dia merasa harus sudah mengganti ku, ya. Karena aku sudah semakin tua dan ingin segera santai. Walaupun masih datang ke kantor, beban pekerjaan dan pikiran tak akan seberat dulu jika putri ku ini menggantikan ku."
"Baiklah ini saatnya... Yunna Az-Zahra saya angkat sebagai CEO baru dari Yun's Company." Tepuk tangan riuh mengisi seluruh ruangan ballroom hotel tersebut.
__ADS_1
Seluruh karyawan langsung melempar pertanyaan karena sangat penasaran dengan identitas Yunna.
Yunna dengan sabar dan lembut menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan dengan didampingi oleh Bayu.
Kenzo yang telah hadir hanya dapat menatap dari kejauhan, dia tak mungkin muncul saat ini.. sebenarnya dia sangat ingin berada di samping nya namun hal itu tidak akan mungkin.
Di sana juga terlihat ada sepasang suami istri yang selalu ikut menjadi sorotan, Naomi dan Arsen.
Beberapa wartawan pun mendekati Naomi dan Arsen untuk memberikan pertanyaan.
"Tuan, anda dan istri hadir di sini? Bagaimana pendapat anda tentang CEO baru dari Yun's Company?"
" Tentu saja kami harus hadir.." senyum dari keduanya terlihat begitu mencerminkan rasa ikut bahagia atas pengangkatan CEO yang baru.
"Dia adik kami... Dan saya yakin Yun's Company akan bertambah besar dan maju dengan dipimpin oleh seorang Yunna karena dia sangat pintar... usianya masih muda, 20 tahun dia mendapatkan gelar S2, bisa anda bayangkan bukan? Dan dia adalah adik kami .. kamu sudah seperti keluarga dan dukungan kami akan selalu menyertai mereka." Yunna yang mendengar penuturan itu langsung memeluk Naomi dan Arsen.
Semua acara berjalan dengan lancar dan semua tamu sedang menikmati hidangan.
Yunna dan suami istri itu sedang berbincang bincang.. dan yunna mengingat jika Arsen dan Naomi mengetahui tentang pernikahan nya yang gagal.
"Kak.... Yunna tahu kalian sudah dengarkan tentang pernikahan Yunna dengan zergan seperti apa? Emmm.. kalian tidak berbuat yang aneh aneh kan?" Arsen dan Naomi saling bertatapan dan melempar senyum.
"Kami tidak melakukan apa apa Yunna... Tenang saja."ucap Naomi dengan senyum cantiknya dan Arsen juga tersenyum sambil melirik Naomi. Sungguh senyuman yang mencurigakan menurut Yunna
"Kami tak akan berbuat yang macam macam... Paling juga cuma dua macam, ya sayang." Arsen menganggukan kepalanya
"Kak .." Naomi dan Arsen tertawa
"Sudah jangan dipikirkan, toh sepertinya kamu juga terlihat baik dan bahagia." Arsen tersenyum dan mengingat kejadian yang mereka lakukan.
Flashback
"No...aku ikut. Aku ingin memberikan pelajaran buat cowok yang tak berguna itu." Arsen tak bisa melarang jika sudah seperti ini.
Pistol yang diminta sudah ada di tangannya, sore ini mereka pergi ke rumah Zergan. Namun sebelumnya dia menelpon seseorang.
"Hallo... Seperti yang sudah aku perintahkan, eksekusi sekarang ok. Aku tak mau tahu, jangan ada yang tahu tentang ini dan jangan meninggalkan jejak. Buat itu seperti kerusakan alami..ok. " Arsen menutup telponnya
"Ayo sayang, kita masuk... Zergan sudah ada di rumah nya." Naomi yang baru dari minimarket langsung ikut Arsen memasuki rumah zergan dan Yunna.
Tok..tok...tok.. tak lama pintu pun terbuka karena zergan memang baru masuk rumah dan belum melakukan apapun.
Zergan mematung setelah melihat siapa yang datang. Arsen yang hanya didiamkan saja langsung menerobos masuk ke dalam.
"Terimakasih sudah mempersilahkan kami masuk." Sindir Naomi dan zergan baru tersadar dari lamunannya. Jantungnya jedak jeduk tak beraturan akibat kedatangan suami istri yang semua tahu sepak terjangnya.
"Oh ya kak .. maaf.. tadi aku kaget... Kedua orang yang sangat sibuk ini dengan rela datang ke rumah ini." Arsen tersenyum kecil
"Tak usah basa basi lagi zergan, kenapa kamu khianati Yunna? Kamu lupa kami menitipkan nya padamu? Kurang apa dia bagimu Hem?" Bentak Naomi
"Kak .. aku masih mencintainya... Sebenarnya aku... Nola yang menggodaku... Mungkin kak Arsen bisa memahami ku kan kak? Bagaimana seorang wanita yang sudah hilang akal dan menggoda kita... Aku tahu kak Arsen juga sering di goda dan sangat sulit untuk melepaskan diri...bukan begitu kak Arsen?" Gugup dan gagap zergan berbicara.
Naomi melirik ke arah Arsen "emang begitu ya sayang .. kamu sering di goda siapa?" Tatapan tajam mengarah ke Arsen. Arsen tersenyum kikuk.
"Itu dulu kan... Setelah Arkana lahir... Tahu kan kamu... Model ku yang cuma sebulan itu... Tapi ingat..aku tak pernah ya meladeni dia. Enak aja aku disamakan dengan kamu." Jawab Arsen melirik zergan
__ADS_1
"Aku memang sering digoda... Tapi iman ku kuat. Dan kamu? Malah bercerai dengan yunna dan Telah menghamili wanita itu..." Naomi kembali menatap zergan
"Baik...kita bahas tentang mu nanti sayang, Sekarang waktunya membahas dia." Lirikan tajam Naomi arahkan ke Arsen lalu ke Zergan.
"Dasar... Gara gara dia aku jadi kena semprot... Awas kamu zergan, aku tak akan menghalanginya apa yang akan Naomi lakukan." Gumam Arsen
"Duduk kamu di situ." Ucap Naomi dengan keras dan zergan duduk.
"Sebaiknya apa yang harus aku lakukan padamu zergan? Oh ... Ya... Memotong si Otong kayaknya lebih baik deh, ya kan sayang? Bagi si penghianat.." Naomi melirik Arsen dan Arsen menggidik ngeri.
"Oh..oh..jangan kak..aku mohon jangan." Zergan melirik Arsen meminta pertolongan namun Arsen cuek saja dan tersenyum miring mengangkat kedua alisnya.
"Baiklah... Mana pisaunya..." Naomi beranjak dan mengambil sebuah pisau dan zergan sudah tak dapat tenang melihat Naomi memegang pisau lalu melemparkannya ke arah zergan.
Jleb....lemparan mendarat. Zergan terkencing kencing karena pisaunya hampir mengenai ***********.
"Ahahaha....kamu ngompol zergan?" Naomi tertawa puas
"Lihat .. aku hanya melemparnya dipinggir paha dalam...makanya jangan banyak bergerak. Sedikit lagi saja pasti si Otong tertusuk. Dan parahnya lagi ... Si Nola cewek hiperseks itu akan mencari gantinya." Zergan terkejut mendengar itu dan dia terus terang saja takut hal itu terjadi.
"Kak..aku mohon... Maaf kan aku... Yang ingin bercerai bukan aku tapi Yunna.." ucap zergan terbata bata. namun Naomi duduk di depan zergan dengan santai.
"Kamu kira Yunna akan mau kamu sentuh lagi setelah si Otong mu ini masuk keluar lobang lain?" Naomi menepuk nepuk Otong zergan dengan pisau yang baru saja ditarik dari sofa.
"Kak ..hati hati dengan pisaunya." Naomi melihat zergan gemetar
"Sayang ..aku mau potong, tapi aku ijin menyentuh nya GPP?" Tanya Naomi dan Arsen membelalakan matanya " no... Don't touch.. pake pistol aja ...sekali tembak udah, nih.." ucap Arsen.
"Aku pengen potong, bukan tembak.." jawab Naomi ..
"Tembak aja... Kalo potong harus sipegangin"
"Kalo di tembak mungkin dia bisa sembuh lagi sayang.. kalo potong kan abis.. gak bersisa..." Mereka berdua saling beradu argumen. Namun sang laki laki yang akan dieksekusi sudah jatuh pingsan dengan perdebatan suami istri itu...
Arsen dan Naomi melihat zergan setelah keduanya tersadar tak ada lagi rengekan minta dilepaskan.
Mereka berdua tertawa sangat puas.. tak lama terdengar dering telpon.
"Ya hallo..."
"semua sudah beres bos"
"Ok...good. kembali ke markas."
Flashback end
"Istriku memang gila...tak dapat ku bayangkan jika aku diposisi zergan saat itu." Gumam Arsen dan bulu kuduknya terasa meremang
"Kamu dapat undangan dari zergan?" Tanya Naomi
"Ya... Aku dapat dari Nola, dan perusahaan nya."
"Jadi kamu mau datang?" Tanya Arsen sambil menikmati minumannya
"Ya..aku akan datang. Bukan sebagai Yunna tapi sebagai CEO Yun's Company." Naomi tersenyum lebar
__ADS_1
"Bagus .. tegar lah sayang... Aku yakin pasti akan ada laki laki yang lebih baik dan tulus untuk mu nanti." Seketika Yunna menatap Kenzo yang sedang berjalan ke arah mereka.