
Sebulan sudah waktu berlalu semenjak obrolan mereka di apartemen Yunna..
Yunna kembali bersama Kenzo namun dia juga masih was was..apa dia sudah melakukan hal yang benar, di dalam benaknya dia bertambah cinta dan sayang karena perlakuan kenzo terhadapnya, namun itu membuat dia takut...ya..keputusan terakhir yang menyakitkan semisal Kenzo lebih memilih wanita lain untuk mendampingi hidupnya.
Yunna benar benar takut jika dia sudah sangat mencintai kenzo dan pada akhirnya mereka tidak berjodoh karena alasan anak, sehingga Kenzo dijodohkan atau mendapatkan wanita lain dan dia akan ditinggalkan LAGI, kata itu sangat menyayat hatinya.
Hari ini dia harus menanyakan kembali kepada Kenzo..dia tidak mau terlampau jauh mencintai pria yang berstatus kekasihnya... Jika mereka sudah menikah baru Yunna akan menumpahkan cintanya kepada Kenzo sepenuhnya.. seperti yang dulu dia lakukan terhadap zergan, namun bedanya... Kenzo asal sudah benar benar yakin dan akan menerima keadaannya.
Yunna yang baru keluar dari meeting nya tampak kelelahan, dia mendudukkan tubuhnya di kursi dan sesekali menggoyang goyangkan kursinya ke kanan dan ke kiri.
Tak lama Bayu datang dengan berlari..dia membuka pintu ruangan Yunna dengan keras sehingga membuatnya kaget.
Brak....pintu terbuka.
"Kak...aduh..kakak ini...mengagetkan saja.." Yunna mengelus dadanya.
"Yun..Yun...Kenzo.." Bayu terbata bata karena dia menarik napasnya.
"Kenapa Kenzo.." terlihat raut gelisah di wajah Yunna..
"Kenzo Yun.... itu.. Kenzo.. hah... rumah.. hah.. sakit..Kenzo.." Yunna membelalakkan matanya
"Kenzo kenapa? Di RS mana? Tempat kak Jihan?" Bayu mengangguk sambil menarik napasnya.
"Aku pergi ya kak..." Yunna berlari
"Tunggu Yun...aku yang bawa mobil...Yun.." Yunna sudah tak ada di ruangannya...
"Cepet banget dia pergi...cinta memang gila.." gumam Bayu..
"Kapan gue Nemu cinta gue ya... Perasaan susah banget nyari yang klop...ah...susul ah takut Yunna kenapa Napa." Gumam Bayu lalu membawa kunci dan dompetnya lalu langsung menuju RS tempat kak Jihan bekerja.
__ADS_1
Sekitar 15 menit Yunna mengendarai mobil nya, dia sangat khawatir dengan apa yang terjadi terhadap Kenzo.
Ketika sampai di depan Naomi sedang berbicara dengan seseorang.
"Kak..maaf Kenzo bagaimana?" Naomi tersenyum
"Dok, pasien mengeluarkan darah dari hidungnya." Naomi terlihat kaget
"Kenzo......dia..," Naomi menghentikan ucapannya
"itu pasti karena benturan di kepalanya, di telinga juga ada darah..sepertinya terjadi penggumpalan di otaknya..kita harus segera melakukan operasi.." ucap Naomi dengan cepat dia harus melangkah ke ruangan operasi
"Yun ..kamu tunggu dulu ya...kakak harus masuk." Naomi pergi langsung menghilang di balik pintu. Yunna yang mendengar penuturan dari naomi membuat dia lemas dan terus menangis...
Tak lama mungkin berselang 30 menit, Naomi keluar dengan menundukkan kepalanya.
"Kak... bagaimana..." Terlihat dari belakang Naomi keluar brankar yang sudah menutup badan sang pasien, badannya terbujur kaku, tertutup kain putih sampai menutupi kepalanya.
"Zo...maafkan aku zo...kamu gak tinggalin aku kan zo.... hiks..hiks ..aku sayang sama kamu zo...aku mohon bangunlah ....hiks .. selain bunda dan saudaraku, kamu juga selalu ada buat aku dan selalu menghibur aku...hiks..hiks ..jika waktu dapat berputar...aku akan menerima lamaranmu zo...tak apa aku akan bahagia denganmu walaupun cuma sebentar, yang penting kita bisa bersama... walaupun itu hanya sesaat...hiks ..aku akan menikmatinya... Aku menyesal menolakmu...hiks ... Sayang..
bangun ya, ayo bangun dan bilang kamu akan ada di sini terus denganku..bukankah kita akan menikah...jika kamu tak ada bagaimana denganku sayang..hiks..please bangun zo..hiks ..hiks... Please..aaaaahhhh aaaaah... Sayang... Jangan tinggalkan aku sendiri ahaaaaha..hiks..hiks.. ayo kita berjuang bersama menemui orang tua mu...tapi aku mohon..kamu bangun dan berjanji akan selalu bersamaku zo...."
Seseorang menepuk pundak Yunna.
"Yun..." Yunna tidak mendengarkan siapapun, dia sibuk dengan tangisannya.
"Yun, jasadnya mau di pindahkan ke kamarĀ jenazah." Yunna melirik ke arah Naomi
"Kak .please aku masih mau dekat dengan Kenzo.." Naomi menganggukan kepalanya
"Iya kakak tahu... Tapi tidak di sini, malu banyak yang liatin." Bisik Naomi.
__ADS_1
"Kok malu sih kak?" Naomi menunjuk dua orang yang berdiri di samping Naomi.
"Maaf kamu pacarnya anak saya?" Tanya kedua orang tua itu dengan wajah merah yang penuh dengan air mata.
"Iya...saya pacarnya Kenzo..." Kedua orang itu saling menatap
"Maaf, anak saya namanya Panji bukan Kenzo." Yunna terduduk lemas.
"Aaaaaahhh hiks..hiks... Kakak...ini bukan Kenzo? Trus Kenzo di mana?" Naomi mengangkat badan Yunna
"Ayo kakak antar kamu ke atas sekalian kakak juga mau masuk ke kamar jenazah." Mendengar kamar jenaza
membuat Yunna bergetar..
Bayu berusaha membantu Yunna.
"Yun, yang sabar ya... Kamu harus tenang...jangan kayak gini...kalo kamu sedih kasian Kenzo." Yunna bertambah nyesek mendengar ucapan Bayu.
Mereka pun pergi ke lantai atas, Naomi yang memang hendak menuju kamar mayat sudah berada di depan pintu itu.
Naomi berhenti lalu "kamu masuk saja ke ruangan itu...kakak tunggu di sini ya.." Naomi memasukkan mayat tadi berbincang dengan orang tua Panji mengenai persiapan pemulangan jenazah.
"Kak..temenin aku masuk ya...aku takut...takut tak sanggup menghadapi ini semua."
"Itu kan kamar jenazahnya, berarti itu bukan kamar jenazah kan? Berarti kenzo gak meninggal Yun, mungkin masih di rawat." Yunna menyeka air matanya.
"Gak mungkin kan ruang perawatan di sebelah kamar jenazah? Mungkin kepenuhan jadi ini juga dipakai kamar jenazah." Bayu terdiam sejenak.
"Ya udah masuk aja lah.." Bayu menggandeng Yunna dan dengan perlahan membuka pintu itu.
Cekrek..krieeet pintu terbuka..
__ADS_1