
Mereka mengobrol dengan asyiknya, sambil makan dan tertawa membuat Yunna merasa lebih tenang dan kuat. Beban yang dipikulnya sedikit berkurang karena masih ada orang yang care terhadap nya.
"Miss, besok kan sidang nya? Mau aku antar?" Yunna menggeleng "jangan, aku tak mau ada seorang laki laki hadir di sidang perceraian ku, takutnya nanti menimbulkan fitnah. Cukup aku , Eva dan pak Zayn."
"Siapa Zayn?" Kenzo merasa asing dengan nama itu.
"Pengacaraku. Dia yang sudah bantu aku urus pengajuan cerai." Kenzo menganggukan kepalanya.
"Ya udah GPP, aku doa kan aja semoga lancar ya.." Yunna tersenyum.
Mereka bertiga tertawa bahagian namun berbeda dengan sepasang kekasih di sana.
Flashback
Setelah kepergian Yunna, zergan terdiam duduk di kursi.
"Sayang... Kenapa diam sih?" Zergan menatap Nola
"Ada apa kamu datang ke sini?" Ucap dingin zergan
"Kenapa, gak boleh?" Nola meninggikan suaranya
"Bukan gak boleh, tapi aku tak enak dengan yunna."
"Aku cuma mau kasih undangan aja, udah." Ucap Nola santai sambil mendudukkan dirinya di samping zergan
"Kamu mau mengejeknya? Dengan memberikan undangan? Kok kamu bisa berpikiran begitu Nola?" Zergan terlihat kesal.
"Kamu marah sama aku kak? Aku cuma ngasih undangan, dia mau datang atau tidak terserah dia." Kesal Nola
" Nola, cukup.. kita sudah bermain curang di belakang nya, kamu sudah cukup ... Maksud ku, kita... Kita sudah menyakiti perasaannya... Jangan kamu tambah dengan kata hamil... Bahkan memberikan undangan. Cukup Nola."
"Kamu masih cinta sama dia kak?" Teriak Nola
"Tentu aku cinta.. aku suaminya...tiga tahun aku menikah dengannya, belum masa pacaran dan kenal. Jadi kau tanya masih cinta? Jawaban nya tentu saja Nola." Teriak zergan.
"Kak... Aku tak mau tahu...setelah perceraian, aku mau kamu jauhin Yunna. Jangan pernah bertemu lagi dengannya. Rumah ini dan rumah yang dulu kau beli langsung berikan saja. Yang pasti jangan ada pertemuan lagi setelah ini. Jika tidak, posisi direktur yang akan aku kasih, akan aku berikan pada yang lain. Dan anakmu, tak akan aku biarkan kau bertemu dengannya." Zergan menarik napasnya, dia mencoba menenangkan diri.
"Baik...saat aku sudah menikah denganmu dan bercerai dengan nya, aku usahakan untuk tidak bertemu dengannya. Ok."
"Usahakan? Aku bilang jangan kak." Kesal Nola
__ADS_1
"Aku bilang usahakan Nola... Jika kita bertemu tidak sengaja di suatu tempat, minimarket atau apa gitu? Kan aku gak bisa menolak."
"Baiklah... Terserah." Nola sudah capek berdebat dan dia bergelayut manja dan zergan membalas pelukan Nola.
"Aku usahakan Nola...tapi aku tak janji ya... Jika aku kangen Yunna, ya akan ku cari dia." Batin zergan tersenyum.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi, zergan sudah berada di sana dan tak lama Yunna datang di temani pengacaranya Zayn dan Eva.
...
...
Zergan menatap wajah Yunna dan dia bergumam dalam hati " shit... Kenapa dia tambah cantik sih... Jadi berat rasanya menceraikan dia."
Yunna melangkah lalu mendudukkan dirinya di kursi yang sudah disediakan di samping zergan.
Sidang pun berjalan dengan baik dan lancar. Dengan alasan suami sudah memiliki wanita lain dan tengah hamil, pihak pengadilan menerima gugatan cerai dari Yunna dan ketok palu sudah dilakukan.
Tok..tok..tok.. "kalian sah bercerai."
Mereka bersalaman, Yunna memberikan senyuman terbaiknya.
Yunna melangkah kan kakinya pergi dari ruangan itu... Tak di sangka prosesnya sangat mudah. Zergan dengan gampangnya mengakui semua yang diucapkan Zayn tanpa harus memberikan bukti di pengadilan.
Yunna berpisah dengan Zayn di parkiran mobil.
"Terima kasih pak Zayn, semua berkat anda proses ini berjalan lancar dan cepat." Yunna mengulurkan tangannya dan mereka bersalaman
"Sama sama Bu, itu juga berkat pak zergan yang dengan jujur mengakui semuanya sehingga bisa secepat ini." Ucap Zayn datar.
"Masalah pembayaran, kemaren sudah saya transfer ke rekening anda, sudah anda cek?" Zayn mengangguk " iya sudah, terima kasih." Yunna tersenyum
"Pak Zayn, senyum dikit Napa, asem Mulu, padahal ganteng Lo... Kalo senyum dikit pasti cewek cewek pada klepek klepek deh " ucap Eva dan terlihat seulas senyuman di sudut bibirnya Zayn. Terlihat dia menahan senyumannya.
" Gak usah kaku gitu.. jangan nahan senyum." Lanjut Eva lalu ditepuk tangannya oleh Yunna.
"Lo masuk sana duluan ke mobil." Zayn yang melihat itu pun tersenyum lebar.
"Nah kan ganteng kalo senyum... Dadah pengacara ganteng..." Eva masuk ke mobil.
__ADS_1
"Maafkan teman saya pak, dia memang jahil, tapi benar kata dia, pak Zayn kan masih muda juga, kita sepantaran jadi gak usah kaku gitu... Tersenyum lah... Wajah bapak ganteng loh. Kami pamit pak." Yunna tersenyum manis dan sedikit membungkuk tanda pamit. Zayn tersenyum kecil
"iya Bu Yunna, terima kasih." Merekapun berpisah di tempat parkir menuju mobil masing masing.
Mata Yunna serasa berat, sedari tadi dia menahan air matanya supaya tidak tumpah. Di dalam mobil dia menangis sesegukan. Dan Eva memeluknya dengan erat.
"Ini terakhir kali Lo nangis Yun." Yunna menganggukan kepalanya dan menarik napas panjang dan perlahan menghembuskan nya. Saat ini dia lebih lega.
"Mantai yu mantai.." ucap Eva.
"Pantai.... We are coming..." Teriak Yunna.
Mereka menyiapkan semua pakaian dan dan pergi ke pantai. Rencananya mereka ingin menginap di sana dua hari. Memanjakan diri dan bersenang senang. Eva ternyata sudah menyiapkan dua tiket ke Bali dan yunna sangat kegirangan. Semua sudah siap, mulai dari cuti ke kampus sampe hotel, tiket, semua akomodasi siap.
"I love you so much, Eva." Yunna memeluk Eva sambil loncat loncat."
"Hei.. gue masih normal Yun, hahaha..." Mereka sampai di Bali pukul 7 malam. Setelah sampai di hotel mereka langsung makan malam di sana.
Memposting perjalanan mereka di Instagram, membuat Kenzo tersenyum manis.
"Bersenang-senang lah Yun... Kau pantas bahagia."
Kenzo melihat photo Yunna dengam seksama " sangat cantik" ucapnya.
...
...
@evacans. Bodoh banget yang menyia-nyiakan temen gue.
Kenzo tersenyum " emang bodoh... Kalo gue jadi suaminya, gue gak akan sakiti dia dan akan selalu berusaha membuatnya bahagia." Raut wajahnya berubah menjadi kesal.
Pagi telah tiba dan ada suara ketukan di pintu.
Tok..tok..tok.. "siapa sih pagi pagi gini Dateng? Jam 6 pagi ini..sarapan kan jam 7. Apa udah siap ya?" Yunna melangkah kan kakinya dan membuka pintu
"Kamu..." Yunna benar benar terkejut melihat kedatangan nya.
*Siapa nih yang Dateng? Petugas hotel kah?
__ADS_1