
Hari demi hari Yunna lewati dengan penuh kebahagiaan, namun sudah beberapa bulan tetap belum ada tanda tanda kehamilan.
Saat ini Yunna sibuk dengan mahasiswa yang mau bimbingan. Dia terlihat lebih santai dengan berkerumun dengan para mahasiswa nya. Walaupun jadinya terlihat dia yang jadi mahasiswanya ya ...
"Miss..." Panggil Kenzo dan yunna mengangkat wajahnya.
Cekrek bunyi suara kamera terdengar.
"Ekspresi nya gitu banget sih Miss..." Yunna baru tersenyum. " Aku sedang serius melihat laporan mu tahu." Kenzo tersenyum menganggukan kepalanya.
"Miss...besok aku ulang tahun, datang ya....cuma makan biasa gak undang undang orang banyak sih." Ucap Evan salah satu mahasiswa Yunna.
"Ok, insyaallah." Yunna tersenyum manis.
Setelah beberapa jam bimbingan selesai sang suami pun menelpon.
"Sayang...kamu lagi di mana sih? Masa jam segini belum pulang?"
"Iya ini sudah selesai kok..."
"Video call, aku pengen tahu kami sama siapa aja." Yunna mengeryitkan dahinya
"Ya sama mahasiswa aku lah ..sama siapa lagi, kakak ini ada ada aja deh..." Langsung Yunna membuat video call
"Liat nih...semua mahasiswa aku...say hi guys..." Pinta Yunna terhadap suaminya
"Hallo pak..." Mereka dadah dadah ke handphone milik Yunna.
"Udah? Puas?" Yunna tersenyum manis
"Aku jemput sekarang ya...tunggu di situ. Don't go anywhere." Yunna menganggukan kepalanya.
"Miss...se posesif itu kah suaminya?" Tanya salah satu mahasiswa
"Dari dulu gitu Mulu, semenjak kenalan saat kuliah, dia tak membiarkan aku bergaul dengan yang lain, tiap teman cowok menghampiri langsung dia Pepet saya...seakan akan aku tuh miliknya, aish ...udah menikah pun tak berubah. Hahahaha" Yunna tertawa
"Saking cintanya dia Miss sama Miss Yunna.....tapi terlalu posesif juga gak baik ya....kitanya gak nyaman Miss" ucap vina
__ADS_1
" Sejauh ini masih ok lah... mudah mudahan gak tambah parah ya..."
"Oh ya Evan, besok pesta atau cuma ngumpul aja nih?" Tanya Yunna.
" Party kecil kecilan sih. Emang kenapa Miss?" Yunna tersenyum " takut salah kostum Van..kan gak lucu kalian pada kece badai, saya pake baju santai." Evan dan yang lain tertawa " iya sih ..."
Mereka pun akhirnya pulang ke rumah masing masing.
Hari ini rencana yunna akan ke pesta Evan, Yunna mengajak zergan tapi dia tidak bisa, dia harus lembur di kantor. Mungkin hanya menjemput saja nanti malam.
Saat ini Yunna memakai baju putih dengan celana panjangnya. Kesukaan Yunna itu memang putih, semua baju didominasi dengan warna putih.
Rambut yang di gerai lurus juga jam tangan di sebelah kiri. Terlihat sederhana namun tetap memukau.
Saat ini Kenzo memakai kaos hitamnya dan kemeja semi jaket kulit yang membuatnya terlihat gagah.
Di sana mereka menikmati momen parti sang mahasiswa, memang tak begitu banyak, namun tetap ramai.
"Bagaimana pernikahan mu? Seperti nya kamu bahagia.." Yunna tersenyum manis
" ya... Seperti biasa ketika pacaran saja, bedanya cuma sekarang kita tinggal bersama." Kenzo menganggukan kepalanya
" Kamu cinta dia?" Yunna tersenyum kecil.
" Mungkin.....aku sendiri tidak tahu apa itu cinta... bagaimana rasanya? Aku tak tahu." Kenzo mengeryitkan dahinya
" mana mungkin kau tak tahu bagaimana rasanya cinta."
" Aku tak dibiarkan dekat dengan lain jenis....selain ayah, Nathan dan zergan aku tak pernah bergaul. Di Bandung aku main dengan Nathan terus...gak banyak gaul karena Nathan selalu membuat semua teman takut padanya jika mendekati ku. Ketika pindah ke Jakarta, aku banyak mengikuti kegiatan dan sibuk dengan kelas akselerasi jadi tak lama berteman, begitu masuk kuliah, berkenalan dengan zergan, ya kau tahu ....tak ada yang boleh dekat dengan ku. Selain mereka aku hanya dekat dengan kamu. Itu saja. Kamu kira bagaimana aku bisa tahu cinta? Kalo mahasiswa sih aku cuma ngajar trus pulang. Ini pesta pertama ku bergaul dengan Mahasiswa." Jelas Yunna sambil tersenyum lebar.
Kenzo tertegun dengan penuturan Yunna, lalu dia tersenyum. " Kamu mau tahu bagaimana rasanya jatuh cinta?" Yunna menganggukan kepalanya
" ya mungkin aku sudah jatuh cinta terhadap zergan, namun aku tak tahu bagaimana rasanya jadi tidak mengakui itu cinta, jadi...tolong kasih tahu aku kenzo" pinta Yunna
__ADS_1
" Baiklah. ..kamu bisa dibilang jatuh cinta jika kamu bertatapan seperti ini lalu jantungmu berdebar" mereka pun bertatapan, ada rasa aneh di diri Yunna
"Jika dipegang tangan juga jantungmu berdebar tak beraturan." Yunna merasakan tambah berdebar jantungnya.
" Rasanya tak menentu dan selalu ingin melihatnya, ditatap mata, bibirnya, membuat kamu ingin menciumnya, jika tidak bertemu rasanya sangat tersiksa karena rindu yang menyesakkan dada. Inginnya memeluk dan selalu berdekatan." Mata Kenzo manatap mata, pipi dan bibir Yunna, begitupun dengan Yunna. Tak sadar tangan Kenzo berpindah ke pipi Yunna namun dia langsung menyadarkan dirinya.
"Khem...ya seperti itu... bagaimana, kamu merasakan nya dengan suamimu?" Kenzo langsung menetralkan perasaan nya.
"Ahahaha...mungkin...aku bingung...aku tak jago mengenai ini, mending di tanya pelajaran deh kayaknya. Hehehe" mereka tertawa bersama.
Ketika jalan high heels Yunna tersangkut ke lubang dan mengakibatkan badannya oleng untung Kenzo sigap menangkap badan Yunna sehingga yunna tidak terjatuh ke dalam kolam.
"Aaaah.." teriak Yunna
"Awas Yunna..." Kenzo menangkap badan Yunna dan mata mereka bertatapan. Ada perasaan aneh di diri Yunna. Namun dia berusaha bersikap seperti biasanya.
Malam telah tiba waktunya mereka untuk pulang, sang suami sudah berada di depan rumah pemilik pesta, namun dia hanya menunggu di dalam mobil saja.
Waktu berlalu begitu cepat, Kenzo dan teman temannya sudah lulus dan sekarang sedang di adakan pesta wisuda..semua mahasiswa juga para dosen hadir di sana.
Dengan balutan dress putih bercorak bunga lembut membuat Yunna tambah cantik di acara ini. Bahkan banyak dosen dan mahasiswa yang ingin mengajak Yunna berdansa, namun Yunna menolak dengan sopan.
"Setiap hari tak pernah tidak cantik ya...kalo bukan kata cantik, pasti cantik banget." Yunna tersenyum lebar
" Jangan gombal, sana cari cewek dan ajak dansa..." Kenzo tersenyum manis
"Pengennya sih gitu...tapi..."
"Tapi kenapa?"
"Tapi maaf....rasa cintaku buatmu belum hilang Miss..." Yunna terdiam.
"Tenang Miss...aku masih bisa menghandle ini semua." Kenzo tersenyum lebar.
"Aku akan sibuk di perusahaan papi...jadi mungkin kita gak akan bertemu lagi dengan waktu yang cukup lama." Yunna tersenyum
__ADS_1
" Semoga sukses Kenzo." Ucapan tulus dari Yunna untuk sang murid juga teman.
Setelah pertemuan itu mereka tak pernah bertemu lagi.