Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Yun's Company


__ADS_3

Yunna berjalan jalan di sepanjang pantai dan badannya terasa lengket, pakaian yang terus dipakai saat dia mengintai sang suami. Dia menyusuri pantai dan di sana ada beberapa tenda penjual pakaian. Dibelinya dua potong pakaian untuk dipakai sekarang dan esok hari. Rasanya dia tak ingin pulang ke rumah...ingin terus berada di sana dan menenangkan diri.


Setelah mendapatkan pakaian dia membeli sebungkus makanan untuknya makan malam....tentu saja dia butuh asupan makanan setelah lelah seharian karena terkuras tenaga dan emosi. Yunna kembali ke penginapan dan langsung membersihkan dirinya, berganti pakaian dan dia menelpon temannya Eva


" Va...boleh gak mobil Lo gue pinjam sampe besok sore? Besok gue gak bisa ngajar, mau cuti kayaknya sehari. Boleh?"


"Kenapa Lo gak masuk ? Sakit Lo?"


"Gue mau pulang dulu ke Bandung, nemuin bunda gue...kangen...gpp kan? Entar gue traktir makan deh ..ok..ok.."


"Ya udah, besok lo langsung bawa ke rumah aja ya. Ambil motor Lo di rumah."


"Ok sip...nanti gue kasih peuyeum ya..."


"Asik peuyeum...yang banyak Lo ya .."


"Maruk Lo..."


"Hehehe...oh ya inget..isiin bensin gue..."


"Iya bawel. See you "


"See you..."


Setelah panggilan telepon berakhir Yunna menjalankan ibadah sholat Maghrib karena adzan telah berkumandang. Di sujud nya dia selipkan doa.."Ya Allah..pemilik bumi dan langit... berikan lah hamba kekuatan untuk menghadapi masalah rumah tangga ini, jika memang harus ada kata berpisah di antara hubungan pernikahan ini, ku harap ridho mu... Jangan tinggal kan hamba sendiri ya Allah...karena hanya engkau lah yang dapat memberiku kekuatan dalam menghadapi semua masalah di dunia ini... aamiin."


Dia harus kuat..dan harus sabar....


Dia kembali menyusuri pantai menghirup udara segar di malam hari...dia berjalan dengan bertelanjang kaki... Menikmati keindahan alam menenangkan diri...namun luka itu bertambah sakit ... Teringat kembali kata kata suaminya terhadap wanita itu... Bahwa mereka akan bercinta sepanjang malam karena aku istrinya akan pergi menginap di rumah kak Jihan.


...



...


Pagi telah tiba...sebelum dia pergi dia berpikir apa yang harus dia lakukan sebagai langkah awal.

__ADS_1


Tatapan nya yang sendu, hidung dan pipi yang memerah akibat tangisannya kemaren membuat dia mengingatkan diri nya untuk berhenti bersedih... Namun wanita mana yang tak sedih dikhianati oleh suami by setelah tiga tahun pernikahan.


Yunna menjalankan mobilnya menuju Bandung kota kelahirannya, bertemu bunda dan mendapatkan pelukan adalah tambahan energi baginya. Untuk bunda dia harus kuat.


Sesampai di depan rumah Yunna dapat melihat sang bunda sedang menyiram tanaman...dengan senyuman merekahnya Yunna mengucapkan salam.


"Assalamualaikum, bunda.." bunda langsung menoleh dan menjawab salamnya.


"Waalaikmslm...sayang....kamu ke sini? Kenapa gak bilang dulu...emmmm mana zergan?" Bunda melirik kanan kiri mencari sang menantu.


"Kak zergan gak ikut bunda, dia sibuk." Yunna saat ini berada dalam pelukan bundanya.


"Bunda....kangeeeen." manja Yunna.


"Kamu ini manja bangeeet sih." Bunda masih memeluk sang andk erat sambil membawanya ke dalam rumah.


"Yunna...hidung dan pipi kamu kenapa merah? Kamu nangis? " Pasti perasaan seorang ibu itu tak dapat dibohongi...


"Iya bunda...aku kangen bunda....jadi nangis...aku cengeng ya bunda?" Bunda menyipitkan matanya


"Kamu pasti lapar ..ayo sini.." ajak bunda ke meja makan.


"Bunda bikin nasi goreng..untung kamu datang jadi bunda ada teman buat makan bareng." Yunna menatap sang bunda, ada rasa menyesal tak bisa membawa bunda dengannya ke Jakarta, bukannya tak mau mengajak bunda, tapi bunda yang tak mau diajak ke Jakarta.


"Bunda...kenapa gak menikah lagi aja?" Bunda kaget dengan ucapan Yunna


"Gak lah...nanti aja ..bunda masih betah sendiri...." Yunna cemberut melipat wajahnya dan membuat bunda gemas lalu mencubit pipi Yunna.


"Bunda gemes deh liat kamu...kamu masih tetep anak kecil bunda." Yunna berteriak. " Awwww bunda...sakit...bunda...sampai kapan pun Yunna akan tetap jadi anak kecil ya bunda sampe Yunna punya anak sendiri." Yunna tersenyum.


"Oh ya bunda...gimana perusahaan ayah? Lancar?" Bunda tersenyum lebar "lancar dong...kan ada anak bunda yang bantuin, ya walaupun dari jauh...cuma bunda mau tanya...kapan kamu mau ambil alih perusahaan ayah? Bunda udah capek..bunda pengennya banyak beribadah...terutama mau pergi ke tanah suci..." Yunna tersenyum manis


"Seperti nya sebentar lagi bunda...bunda sabar dulu ya...tahun depan aku ambil alih... Tapi bunda...aku pegang yang di Jakarta ya...sekali kali baru cek yang di Bandung..." Bunda menganggukan kepalanya.


"Kapan kamu mau kasih tahu suamimu kamu punya perusahaan sendiri?"


"Itu perusahaan ayah, bunda. Bukan punya aku...dan sekarang sudah jadi milik bunda..aku cuma bantu aja."

__ADS_1


"Kalo bunda gak ada, itu perusahaan pasti jadi milik kamu...jadi jangan pernah bilang ini bukan milik kamu..." Bunda terlihat sedih.


"Ok...ok...tapi kak zergan gak usah tahu dulu...biar nanti aja.. sebagai kejutan." Yunna tersenyum kecil.


"Perusahaan kita sudah terkenal kok...kalo kamu bilang Yun's company pasti dia tahu ..dan perusahann ini tambah besar karena kamu sayang....karena kerja keras kamu...dan ayah sengaja membuat nama perusahaan nya dari nama kamu ..jadi ini juga milik kamu." Yunna tersenyum manis lalu memeluk ibunya mesra..


Setelah beberapa lama bermanja manja dengan sang bunda, Yunna pun pamit pulang ke Jakarta.


"Yunna gak mau ikut bunda dulu ke kantor?" Yunna tersenyum dan mengangguk " boleh...sambil Yunna anterin bunda ya ..Yunna mandi dulu, bunda juga siap siap ya."


Merekapun pergi ke perusahaan milik keluarga Yunna, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industry..mereka memproduksi kain dengan berbagai macam motif. Dan banyak membuat pakaian juga... Dia memiliki desainer desainer yang luar biasa...banyak rancangannya yang sukses di pasaran.


Hari ini, untuk yang pertama kali nya dia menginjakkan kakinya ke perusahaan milik keluarga nya setelah beberapa tahun lamanya. Terakhir dia datang ketika usianya 12 tahun, dia dapat melihat banyak kesalahan di sistem, sehingga banyak yang dia revisi.


Saat itu Yunna ikut ayahnya karena sekolah yang libur setengah hari. Ayah mengajak sang anak ke perusahaan dan yunna hanya duduk diam namun matanya tak henti hentinya memperhatikan. Melihat sang ayah kebingungan dan kesal, membuat Yunna bertanya ada apa dan ternyata banyak kesalahan di laporan... Juga para karyawan yang kurang disiplin sehingga ada beberapa jajaran direksi yang di panggil atas permintaan Yunna... Di sana lah Yunna jadi terkenal.. seorang gadis yang masih kecil namun dapat melihat ketidak beresan karyawan.


Yunna melangkah kan kakinya dengan percaya diri...namun tak di sangka ada yang mengenalinya..


"Yunna..." Yunna yang merasa dipanggil pun menoleh.


...



...


"Kamu di sini?" Yunna tersenyum


"Iya...." Dan bunda langsung tersenyum melihat mereka.


"Senang rasanya bisa bertemu lagi." Ucapnya


"Ya...sudah sekian lama ya..." Yunna tersenyum manis


"Baiklah...kita bisa mulai rapat atau mau saling mengungkapkan rasa kangen nih?" Tanya bunda dan yunna terlihat kebingungan.


"Jadi kita rapat dengan dia?" Dan bunda menganggukan kepalanya sambil tersenyum. "Sekarang dia sekertaris bunda..." Yunna tersenyum lebar "wah...pantas saja bunda semangat ke kantor...yang jadi sekertaris seganteng ini. Hehehehe"

__ADS_1


__ADS_2