
Minggu ini Yunna sedang bersiap, sebuah gaun putih telah dipakai, wajah telah di rias begitu cantiknya.
Yunna akan pergi menghadiri acara pernikahan sang mantan suami. Tengah duduk di sebuah sofa Yunna menunggu Bayu datang.
Bayu keluar dengan memakai kemeja, dasi yang melilit dan sebuah jaket kulit, dia terlihat sangat tampan dan gagah Yunna begitu senang melihat sang sepupu begitu memukau. Yunna ingin melihat reaksi zergan nanti.
Tak ada yang tahu jika mereka saudara sepupu, Bayu sering keliling dunia karena pekerjaannya sebagai seorang pilot. Bahkan ketika pernikahan Yunna saat itu, Bayu tak dapat hadir karena rekannya Yang seharusnya bertugas harus dia gantikan akibat sang istri akan melahirkan. Cuti Bayu akhirnya gagal karena kondisi saat itu.
Yunna memasuki gedung dengan begitu percaya diri, digandeng sang sepupu yang ganteng membuat dia lebih nyaman dan melangkah dengan pasti. Semua mata melirik padanya.. balutan gaun yang indah dan pas di badan Yunna membuat para lelaki tak henti hentinya menatap.
Bayu tersenyum melihat itu semua, dia melirik sang adik dan lebih mengeratkan pelukannya. Sungguh terlihat begitu mesra. Semua orang pasti menyangka mereka sepasang kekasih.
Sorot mata tajam sedari tadi terlihat. Sunggingan bibir Yunna merekah tatkala melihat itu dari sudut matanya. Yunna melangkah dengan tersenyum lebar. Beberapa Ucapan terdengar oleh telinga zergan.
"Lihat. .itu .. bukannya Yunna ya .. sang CEO yang baru diangkat dan kemaren pesta nya di adakan di Bandung kan?"
"Ya benar... itu Yunna... Wah...cantik banget...lebih cantik saat melihat di televisi."
"Aku kemaren hadir...dan dia begitu memukau, bukan hanya wajahnya yang cantik tapi dia begitu ramah dan sopan... Bahkan terhadap karyawannya."
"Kalo gak salah ada yang bilang dia sudah menikah ya..tapi suaminya selingkuh..."
"Masa iya...wah...laki laki tidak tahu diri ..dia mencari apa sampai selingkuh? Lihat...Yunna seorang wanita cantik dan sekarang menjadi seorang CEO, pasti dia menyesal sekali."
"Kalo gak salah itu alasannya karena anak deh, mereka sudah menikah 3 th dan belum dikaruniai seorang anak."
"Kalo hanya seorang anak sih buat aku sungguh egois ya .. emang Yunna mau tidak punya anak, dia juga mau kali.. lagian ya .kalo gue jadi suaminya .... Gak punya anak GPP, gue masih bisa terus pacaran sama dia gak ada yang ganggu aktivitas ranjang gue. Bener gak? Ambil positifnya aja kali bro."
"Bener sih, tapi emang mau terima kalo dia mandul gitu?"
"Gak peduli gue... Kan masih bisa adopsi bro..lagian emang udah positif mandul?"
"Cinta sejati tak menuntut apapun bro... Tetap terima apa adanya... Yang penting bisa hidup berdua dengan wanita yang dicintai..."
"Weissss kayaknya Lo minat banget sama dia?"
"Ya iya lah...gue bahkan udah dapet no nya bro..."
"Tapi kan Lo liat sendiri itu dia sama cowok ganteng.."
__ADS_1
"Hahaha....dia memang ganteng, tapi gue yakin bisa dapetin Yunna. Dia itu sekertaris nya Yunna Bro... tapi gue gak akan nyerah..."
"Augus... Augus... Tapi gue juga tertarik sih..gila body goal man..gak perawan juga GPP..."
Pletak... "Awas Lo..itu inceran gue.." Teman Augus yang bernama kevin langsung mengelus kepalanya.
"Sakit woy...Gus, emang Lo yakin bakal melabuhkan cinta Lo sama dia? Setahu gue Lo itu kan sering gonta ganti cewek bro."
"Kalo dapat kayak Yunna sih... Gue siap ninggalin kebiasaan gue."
"Iya ya ... Kapan lagi dapat cewek perfecto kayak dia."
Tambah lama tambah geram zergan mendengar para pria membicarakan mantan istrinya. Rasanya tersindir, dia meninggalin berlian demi sebongkah emas.
Yunna mendekati sang pengantin dan mengulurkan tangannya.
"Selamat ya atas pernikahan mu Nola dan kak zergan." Zergan terlihat terpesona, dia merasakan rindu tatkala melihat Yunna. Tangan Yunna di pegang begitu erat dan tak dilepaskan, Bayu yang Melihat itu langsung menarik tangan Yunna dengan segera.
"Maaf tuan zergan... Sebaiknya anda mengontrol diri...ini hari pernikahan anda...dan istri anda berada di samping anda." Bisik Bayu
Bayu tersenyum lalu mencium pipi Yunna dan mereka saling tersenyum manis.
Naomi dan arsen yang baru hadir ternganga melihat apa yang dilakukan Bayu terhadap Yunna.
"Menurut mu bagaimana?" Tanya Naomi
"Oh...my angel... Aku bingung... Kalo gak salah setahuku itu Bayu sekertaris Yunna, dulu dia seorang pilot. Hanya itu yang ku tahu...tapi kita butuh mencari informasi tentang dia."
"Tapi ya... Aku juga akan jatuh dalam pesonanya jika aku jadi Yunna." Arsen mendelikkan matanya
"Tapi kalo di banding kamu, dia lewat sayang....you are the best honey..." Naomi mendaratkan ciuman di pipi Arsen.
"Ya iya lah ..dibandingin sama Arsen Miller...enak aja..."
"Jangan kesal begitu...ayo kita ke sana... Temui zergan." Arsen dan Naomi menghampiri pengantin baru. Terlihat zergan bergetar mengingat kejadian beberapa hari lalu.
"Tenang zergan ..kami tak akan melakukan apapun di hari ini." Ucap Naomi sambil tersenyum.
"Terima kasih kak..."
__ADS_1
"Ya... lagipula adikku itu terlihat sudah bahagia sekarang, dia telah menemukan seorang laki laki...padahal banyak sekali laki laki yang mengantri...sampai sampai aku capek meladeni telpon semua client yang bertanya tentang Yunna.... Parahnya mereka tahu aku dekat dengan yunna. Begitu pun dengan Naomi...berapa banyak dokter yang menanyakan Yunna kepada Jihan dan Naomi."
"Yunna...Yunna... Adikku ini harus secepatnya menikah...jika tidak...aku akan terus kerepotan harus meladeni para pria itu." Arsen merasa menang di dalam hati, dia berhasil memanasi zergan yang saat ini terlihat menekuk wajahnya.
"Semoga bahagia ya Nola. Jaga suamimu jangan sampai menemui wanita lain di belakang mu... Karena saat itu dia sudah melakukan nya, jadi siapa tahu dia akan mengulanginya lagi." Bisik Naomi di telinga nola dan wajah Nola langsung berubah. Naomi menghampiri zergan.
"Selamat berbahagia ya zergan...jangan menyesal dengan apa yang kau lakukan...ingat anak yang ada di kandungan Nola...duduk tenang dan lihat saja kebahagian Yunna dari jauh...jika kau ingin selamat" bisik Naomi lalu merapihkan baju zergan seakan ada debu dan kotoran di sana.
Setelah menghampiri sang pengantin, Naomi dan arsen pergi menikmati hidangan.
Tak lama Arsen mendapatkan panggilan dari anak buahnya.
"Ya hallo..."
"Hehehe.. bagus... Setelah pernikahan ini dia pasti akan kelibungan..
Dia pasti akan mencariku atau Yunna. Game begin..." Arsen menyeringai dan Naomi terlihat geram melihat sang suami.
"Apa yang sudah kau lakukan sayang?"
"Tak ada.." naomi menatap Arsen dengan tajam, memicingkan matanya.
"Oh...ok...aku tahu aku tak bisa menyembunyikan nya darimu sayang.."
"Jadi..." Naomi menunggu penjelasan sang suami.
"Aku menyuruh Boby untuk merusak mesin pemintal nya. Mesin itu hanya ada 5.. 2milikku dan 2milik Yunna. 1 milik Adipati ayah dari Nola..yang seharusnya dimiliki keluarga Mahendra ayah Kenzo. Panjang ceritanya bisa sampai ke sana..."
"Jadi kalian.."
"Ya .. ayah ayah kami bersahabat. Daddy , ayah Yunna pak Gunawan juga ayah Kenzo pak Mahendra. Mereka membuat mesin itu di Jerman.. namun pak Mahendra hanya membuat 1 dulu, kayanya dana nya sedang tidak stabil saat itu. Daddy mau meminjamkannya namun di tolak. Jadi teman daddy yang membuat mesin itu hanya membuat 5 saja."
" Saat akan dikirim tak tahu mengapa terjadi kecelakaan dan mengakibatkan teman Daddy sang insinyur yang membuat mesin itu meninggal.. mesin itu hilang...beberapa tahun kemudian terdengar kabar mesin itu ada di pabrik Adipati.. kami sangat terkejut.. beritanya mereka membeli dari seorang yang di sebut Mr X. Kami masih menyelidikinya." Naomi tercengang mendengar itu semua.
"Ini masih diusut sampe kejadian adikku hilang waktu itu... Shasha di culik dan perhatian kami teralihkan. Kami tak perduli lagi dengan masalah mesin, kami lebih memikirkan masalah penculikan shasha..sampai sekarang semua masih misteri.." Naomi menganggukan kepalanya
"Gimana dengan pak Mahendra jadinya?"
"Pak Mahendra pasrah, dia tak mau banyak berpikir .. dia kehilangan sekali dengan kematian teman dekatnya Mr Luis.. beliau adalah orang yang membuat mesin itu...dia lebih memilih menyelidiki kejadian yang merenggut temannya itu, tapi tak ada bukti apapun... Itu terlihat murni kecelakaan."
"Sekarang pak Mahendra buka usaha di Jakarta dan Bandung, jadi beliau seperti nya bekerjasama dengan Yun's Company.. bunda Ester kemaren cerita sama aku... Aku senang aja dengarnya."
"Sekarang aku akan melihat... Bagaimana zergan mempertahankan perusahaan nya.. apa dia akan beli mesin pemintal tapi kinerjanya masih di bawah mesin kita, mesin kita didesain oleh orang orang pintar, mereka bertiga orang jenius... Dan bagian praktek orang pilihan juga.... Sampai sekarang belum ada yang bisa menyaingi..."
__ADS_1
"Let's see.. apa yang akan zergan lakukan." Arsen tersenyum puas.