Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
She is mine


__ADS_3

Tak menyangka ternyata mereka akan bertemu lagi justru di moment yang tak disangka sangka.


Saat ini Kenzo tengah memperhatikan seorang wanita yang selama ini selalu mengganggu pikirannya berhari hari,dan Sekarang malah berada di kelas mengabsen semua murid dan hendak mengajarkan pelajaran di depan kelas.


Sebuah senyuman terlihat muncul di bibir indah dan seksi milik Kenzo.


"Zo...lo kenapa senyum senyum gitu... kesambet Lo?" Ucap teman sebangku Kenzo yang di kenal dengan nama Lian.


"Gak apa apa, cuma  lagi seneng aja...yang dicari cari nongol sendiri." Ucap Kenzo sambil tetap menatap seseorang yang sedang memegang spidol di tangan kirinya.


"Ternyata dia kidal." Ucapnya dalam hati.


"Jangan bilang....Lo..." Belum beres Lian jawab Kenzo langsung Nyamber " she is mine Lian...she ia mine..." Ucap kenzo tanpa  mengedipkan matanya. "Zo...dia guru kita zo...tapi emang cantik sih...gue juga mau.. walaupun beda berapa tahun tapi kok kelihatan muda gitu ya? Usianya kayak masih belasan gitu. Paling gak sama kayak kita...tapi gak mungkin kan usianya 18 tahun." Ucap Lian yang diangguki Kenzo.


Terlihat Yunna yang begitu serius mengajarkan pelajaran yang harus di bahasnya saat ini.


"Ok student, this time i Will explain about describing people. Can someone join with me here?" Ucap Yunna begitu fasih berbicara


"Can you come here?" Yunna menunjuk seseorang yang ternyata sang ketua kelas.  " Ok thanks Ega." Ucap Yunna kepada Ega karena sudah bersedia berdiri di sampingnya.


"There are two things we can describe about people, namely character and physical... Now i want you to describe Ega " Yunna meminta murid muridnya mendeskripsikan Ega sang ketua kelas.


Yunna menunjuk satu persatu muridnya.


"He is talk." Yunna tersenyum dan menjawab "good.... next." Yunna menunjuk murid yang lain.


"He has white skin"   Yunna tersenyum kembali dan menganggukan kepalanya "yes...good." dia menunjuk lagi murid yang lain. " He has short hair." Yunna menunjuk lagi yang ternyata tanpa dia sadari menunjuk ke arah Kenzo


"You are  so beautiful." Yunna langsung terkejut dengan ucapan Kenzo


"Khemm. ... Not you but he...and not beautiful but handsome." Koreksi Yunna


"You are so beautiful, cute, has good skin, what is your name?" Yunna tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya. "Please be serious...this time i ask you to describe Ega." Kenzo tersenyum "just answer me Miss...what is your name?" Tanya Kenzo dan teman temannya sekelas terkejut dengan seorang Kenzo yang biasanya dingin acuh tak acuh bertanya tentang nama gurunya di depan kelas sambil tersenyum.


"Ok..kalo gak mau jawab kita bisa ngobrol di belakang." Kenzo kembali tersenyum dan yunna malah membelalakkan matanya.


Yunna merasa tak perlu meladeni muridnya yang satu itu, dia melanjutkan mengajar di depan kelas.


Waktu tiga jam sudah selesai, mereka harus berganti mata pelajaran. Yunna undur diri dari kelas menuju ke ruang guru karena dia kosong satu jam pelajaran dan akan lanjut setelah jam istirahat habis.


Di perjalanan ke ruang guru ada seorang murid laki laki berlari sambil tak melihat ke depan. Dia berlari namun pandangannya menoleh ke depan dan belakang terus yang akhirnya menabrak sang guru.


Brugh....buku pun berceceran di lantai..


"Maaf maaf Bu...aku tak sengaja...maklum orang ganteng lagu dikejar kejar cewek setres." Sang murid belum melihat ke arah guru dan ketika bukunya diberikan dia menatap tak berkedip


"Emmm. Ibu..." Sang guru mengangkat wajahnya menatap sang murid dan merekapun bertatapan.


"Nages...?" Ucap Yunna sambil menunjuk ke wajah Nathan


"Nages? Cuma seorang yang selalu memanggil dia nages... Nathan lalu membelalakkan matanya


"Omo...Omo....jangan...kamu bilang...kamu....Yunna." ucap nathan dengan terbata bata karena tak percaya dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


"Ya...ini gue...Lo ingat kan sama gue...tapi Lo...tambah ganteng ya nages.." Yunna tersenyum lebar


"Oh....my...God....Yunna...Lo tambah cantik aja sih? Bener bener gak percaya gue...coba gue tanya. Dulu gue sama lo sekolah di SMP mana?" Nathan bener bener ingin lebih yakin jika itu adalah Yunna sahabat nya waktu di SMP.


"SMP bina mandiri." Dengan cepat Yunna menjawab.


"Kepala sekolah nya pak Yusri, beliau pernah mengajar matematika juga saat Bu indah cuti." Yunna menjawab penuh percaya diri.


Nathan benar benar yakin sekarang dan refleks dia memeluk Yunna dengan erat. " Gue kangen banget...Lo kemana aja Yunna...di SMS gak di bales, di wa gak di baca, di telpon gak diangkat. Lo anggap gue apa heh?" Yunna bener bener kaget Nathan sampe seperti itu. Dan tanpa di sadari dari tadi ada yang memperhatikan bahkan sudah mengepalkan tangannya.


Mereka pun berdiri setelah Yunna melepaskan pelukan Nathan


" Kok Lo di sini sih? Baju Lo...bukan baju anak SMA." Samar samar Kenzo mendengar percakapannya mereka. Ya yang sedang memperhatikan saat ini adalah Kenzo.


"Udah jangan banyak nanya dulu. Sini handphone Lo." Yunna menengadah kan tangannya dan nathan memberikan handphone nya lalu Yunna menulis no nya yang baru.


"Dulu hape gue kecemplung ke got, rusak deh jadinya. Entar kita calling calling deh. Gue harus ke ruang guru dulu." Nathan bingung dengan penampilan Yunna dan harus ke ruang guru.


"Yunna asli Lo cantik banget...jauh beda sama waktu di SMP." Yunna tersenyum manis " entar istirahat kita ngobrol deh di taman belakang. Gimana? Gue jelasin semua. Ok." Nathan tampak antusias dengan ucapan Yunna.


"Ok. Pas istirahat. Gue tunggu di bawah pohon asem ya...harus datang." Ucap Nathan dan diangguki Yunna


Yunna beranjak pergi menuju ruang guru untuk beristirahat sejenak. Dan nathan pun pergi ke toilet, di sana dia bertemu dengan Kenzo.


"Khemmmm...Lo Nathan ya kelas 12 IPS ?" Kenzo membuka obrolan di saat mereka sedang mencuci tangan di depan cermin toilet.


"Yoi....Lo kenal gue..wah...ternyata gue terkenal juga ya sampe murid cowok...memang cowok ganteng kayak gue susah banget. Buat cewek gue di idolakan, buat cowok gue saingan. Cewek mana yang Lo mau? Gue gak minat..bawa aja...tenang..gue udah punya bidadari sendiri." Kenzo tersenyum manis


"Yunna....Miss Yunna...gue mau dia. Gimana? Bisa Lo jauhin dia?" Tanya Kenzo dengan tatapan tajam nya


"Yunna? Miss Yunna? Lo panggil dia Miss Yunna?" Terdengar keheranan di telinga Kenzo namun Kenzo menganggukan kepalanya


"Iya Miss Yunna, guru invaler. Dia mengganti kan Miss Riri selama beliau cuti melahirkan." Terlihat senyum merekah di wajah Nathan


"Yes..yes..yes...Yunna yang bakal ngajar...oh ya Allah...gue udah rindu sama dia ternyata dia bakal ngajar juga di kelas gue .. Alhamdulillah ya Allah...Baim senang." sekarang malah Kenzo yang keheranan.


"Lo kenal sama Miss Yunna?" Nathan langsung kembali melirik Kenzo dan dia sekarang paham kenapa Yunna ada di sekolahnya.


"Yunna emmm Miss Yunna itu...temen kakak gue..." Kenzo menganggukan kepalanya.


"Dan maksud Lo....Lo mau Yunna...Lo naksir dia bro?" Kenzo menganggukan kepalanya dengan mantap. " Busyet...baru ngajar udah ada yang ngait aja nih bocah." Gumam nathan.


"Apa... bocah?" Nathan langsung tersadar " emmm ya...Lo..kan bocah..mau sama guru.." Kenzo terlihat sedikit marah di bilang bocah.


"Eh...gue bukan bocah ya ..dan kalo gue bocah, Lo juga bocah dong." Nathan mengangkat bahunya.


"Dengar ya ..emm siapa nama Lo?"


"Lo gak perlu tahu nama gue."


"Whatever...Lo...gak bisa milikin dia, kenapa????? Karena dia milik gue. Ok. Bye." Nathan pergi dengan cepat keluar dari toilet menuju kelasnya.


"Dasar Playboy kampung cap cicak." Geram Kenzo.

__ADS_1



Ini wajah Nathan ya...


Jam istirahat telah tiba...mereka sekarang sedang duduk duduk santai di bangku bawah pohon asem.


Yunna sudah menceritakan alasan keberadaan nya di sekolah tempat Nathan belajar.


"Lo emang ya ..bener bener...gue baru mau lulus tahun ini di SMA, nah Lo udah mau lulus S1. Dasar murid akselerasi." Yunna tersenyum manis


"Lo juga sebenarnya bisa nages...cuma Lo dari dulu bandel gak ketulungan. Pasti ayah sama bunda kesel banget deh." Nathan tersenyum miring


"Iya sih ..gue emang bandel...coba kalo gue ikut jadi anak rajin, pasti tahun itu gue bisa ikut akselerasi sama Lo. Mungkin kita bisa barengan terus sampe sekarang....." Hening sesaat " lo main ke rumah bunda ya .. bunda pasti senang banget ketemu Lo." Nathan terlihat sendu


"Lo kenapa? Kok mukanya ditekuk gitu sih?" Nathan menatap Yunna dengan lekat.


"Lo dah punya pacar belom?"


"Kenapa emangnya?"


"Jawab aja kali."


"Udah sih ..namanya zergan.. lebih tua lima tahun sama gue..." Nathan terlihat sendu " coba Lo ada di samping gue dari dulu...Lo gak ngilang...pasti yang nikah sama gue Lo deh ... Bunda sama ayah suka banget sama Lo...sampe sampe suka marah kalo gue jahilin Lo." Nathan. Begitu sedih dan berbicara dengan lembut dan pelan, bagai tak ada gairah.


"Nikah? Lo...udah nikah?" Nathan mengangguk kan kepalanya


"Nath, jangan bercanda Lo...gue tahu Lo suka jahil...suka bertindak yang di luar nalar .. begajulan makanya gue  panggil nages...Nathan gesrek....tapi kali ini gak lucu nages." Yunna sungguh tak percaya dengan ucapan nathan.


"Bener gue...gue udah nikah, dijodohin dan ternyata dia punya pacar...gue bingung Yun, mau di bawa kemana hubungan kita ... " Nathan malah nyanyi lagi...


"Gak usah nyanyi, lo mah gak pantes nyanyi ..main drum aja udah."


"Dan ingat ..bukan hubungan kita tapi hubungan kami...ya Lo sama istri Lo...siapa namanya?"


"Cathy .."


"Dia emang kuat hidup sama Lo?"


"Ya harus lah ..gue suaminya...dan kita udah bikin perjanjian sampe pernikahan dua tahun." Yunna terbelalak "pernikahan bukan main main nages." Yunna menggas dan memukul kepalanya.


"Anjirrr...sakit woy..." Nathan mengelus Elis kepalanya


"Kalo Lo mulai suka, kejar dia... dapatkan hatinya...jangan mau kalah sama pacarnya...tapi emang serba salah juga sih ..dia udah punya pacar jadi cintanya milik pacarnya, tapi Lo kan suaminya jadi berhak untu mencintai dan dicintai..pacarnya Cathy juga pasti masih cinta. Ahhhh pusing gue .. gue cuma bisa doain hubungan Lo deh."


Mereka pun berpisah karena memang waktu sudah masuk jam ke 4 pelajaran, Yunna harus mulai mengajar kembali dan Nathan juga harus belajar di kelas.


Yang ingin tahu cerita nathan, mangga mampir di "pasangan somplak"


******


Makasih...


Visual zergan di next chapter ya..

__ADS_1


__ADS_2