
Krieeeet... Pintu terbuka dengan perlahan, Yunna melihat ruangan yang berbeda dengan ruangan ruangan yang lain.. ini tidak seperti ruangan perawatan ataupun ruangan khusus mayat .... Di sana terlihat seseorang yang sedang berdiri di samping meja yang bercahaya kan lilin, bertaburan bunga mawar merah dan lilin di beberapa tempat..
"Oh....Kenzo..." Kenzo tersenyum di samping meja itu, walaupun tak sejelas menggunakan lampu namun Yunna dapat melihat senyuman yang tersungging di bibir Kenzo yang tak pernah menjamah rokok, begitu merah apalagi dengan kulit putih nya.
Ruangan yang sangat indah dan udara nya yang sejuk karena ternyata ruangan itu tempat para dokter beristirahat dan bersantai jika tugasnya sudah selesai atau tempat untuk menghilangkan penat.
Bagaimana tidak sejuk, tempat itu seperti taman dengan pohon indah dan rindang. Tepat di bawah pohon itulah mejanya berdiri.
...Yunna berjalan mendekat ke arah Kenzo, dan yang lain pun ikut masuk.....
"Happy birthday Yunna.." teriak dari semuanya.
Ya mereka hadir..Naomi, sillia, Jihan, Adi, Arsen pun menyempatkan diri untuk datang, Andre, Eva, hendra juga Bayu.
Yunna sungguh terkejut dengan kue yang di bawa oleh kak Jihan..
Kenzo melangkah mendekati yunna, lalu hendak memeluk nya, namun Yunna menahannya.
"Stop!" Kenzo mengeryitkan dahinya
"Kenapa? Aku hanya ingin memelukmu sayang." Yunna menggeleng
"Jadi kalian mengerjaiku? Kalian tega...aku hiks ..sudah sangat sedih tahu... hiks"
"Jadi Kamu mau aku bener bener celaka gitu?" Yunna menggeleng
"Enggak tapi aku gak mau dikerjai seperti ini..."
"Emang siapa yang bilang Kenzo celaka dan meninggal?" Tanya Naomi
"Tadi kakak tidak menjelaskan apapun." Naomi tersenyum
"Kakak sedang mengurus korban kecelakaan, dan kakak harus secepatnya menanganinya..paling tidak kita sudah berusaha.."
"Ya kan kamu lari langsung menangis histeris gitu..emang siapa yang bilang Kenzo kecelakaan?" Yunna melirik Bayu dan Bayu hanya nyengir aja.
"Aku gak bermaksud begitu Yun, aku dapat kabar dari Jihan kalo Kenzo di rumah sakit...aku pikir Kenzo kecelakaan...aku buru buru ke ruangan mu dengan panik..tapi aku juga gak bilang celaka kan?"
"Ah sudah lah..yang penting sekarang kita berkumpul dan berbahagia sekarang, toh memang niatnya mau jahilin kamu kok. Hehehe. " Ucap Jihan
"Masih marah? Mau peluk atau mau aku pergi nih?" Yunna menangis namun tersenyum dia masih syok dengan kejadian di bawah tadi.
"Peluk aja..." Kenzo langsung memeluk Yunna begitupun Yunna yang sudah tak perduli dengan orang yang melihat nya.
"Uuuuh dasar manja... Bungsu memang gak bisa dilawan sih ya... Dosen, CEO sama aja kalo dah ketemu pacar atau suami manja aja langsung." Ucap Arsen sambil memeluk Naomi.
Hendra mengedarkan pandangannya... " Jadi kalian pasangan, trus di sini tinggal kita bertiga yang belum punya?" Eva menyunggingkan senyumnya
"Lo aja kali...gue enggak ya... Walaupun LDR, gue tetep punya pacar.. makanya bang..cepet nyari."
__ADS_1
"Itu tuh..lagu dipeluk kenzo.." Kenzo membesarkan matanya.
"Miss... Happy birthday..." Hendra mendekat dan hendak memeluk Yunna namun ditarik kerahnya oleh Kenzo.
"Berani Lo..Masih ada gue juga.."
"Hahahaha..." mereka tertawa bersama.
"Kalo belum ada jamur kuning melengkung mah masih bisa zo.." Yunna menganggukan kepalanya
"Bener dra.. entar kalo Kenzo gak jadi nikahin aku... Kami siap siap aja ya.."
"Yesss... Miss Yunna sudah ngasih lampu kuning..."
"Ijo bang...ijo...bukan kuning.."
"Ya kuning lah...ijo mah aku bisa kapan aja nikahin Yunna, kalo Kenzo udah gak ada, baru gue dapat lampu ijo... Nih semua saksi di sini."
"Hayo loh zo... "Goda semuanya.
"Gak papa... Toh Yunna bakal jadi istri gue... Iya gak Yun.." Yunna hanya tersenyum
Kenzo langsung berlutut di bawah dengan sebuah cincin di tangan kanannya.. Yunna terbelalak melihat itu..
"Yunna Az-Zahra.. mau kah engkau menjadi istri ku dan menjadi ibu dari anak anakku, selalu di sampingku sampai maut memisahkan kita?" Yunna mulai berkaca kaca
"Kenzo... Apa orang tua mu tak keberatan?" Kenzo tersenyum dan menggeleng
"Aku akan jawab tapi jangan kamu potong ucapan ku " Kenzo menarik napasnya dengan panjang
"Perasaan Aku gak enak kalo begini" Yunna pun tersenyum mendengar ucapan Kenzo.
"Dengar kenzo Azof Mahendra, laki laki yang aku cintai saat ini.."
"Kok saat ini sih? Selamanya dong."
"Protes aja sih..diem, mingkeum." Ucap Yunna gemas.
"Kenzo Azof Mahendra, pria yang aku cintai...aku bersedia menikah dengan mu..tapi... Dengan catatan aku dan kamu melalui tes kesuburan dahulu. Biar kita tidak ragu dalam melangkah. Jika ternyata aku sehat, maka aku siap menikah denganmu tapi jika aku benar benar mandul, maka aku minta kamu melepaskan ku..."
Kenzo senang dengan penerimaan Yunna namun dia akan sangat bersedih jika hasil dari kesuburan itu ternyata Yunna mandul dan akan meninggalkan nya untuk selamanya.
"Bagaimana? Mau terima atau tidak?" Kenzo terdiam dan menunduk.
"Baiklah..." Ucapnya dengan berat...
"Besok kalian bisa cek kesuburan, aku yang akan melakukan nya." Ucap Sillia karena dia memang seorang dokter spesialis kandungan juga anak dari olok RS ini.
"Baiklah...cukup sedih nya..kita mending makan yang manis dan melihat yang manis...ayo makan kue sambil lihat aku" ucap Adi sang kakak Ipar, suami dari Jihan.
__ADS_1
"Yey...masih aja narsisnya... " Ucap Jihan
"Di..Lo kapan berubahnya?" Ucap Naomi
"Daripada tegang mi...kan gak enak kalo tegang di depan orang, mending tegang nya berdua di kamar... Iya gak sayang.." ucap Adi sambil memeluk Jihan
"Oh my God Adi..." Yang lain malah ketawa aja...
Mereka menikmati kue nya bersama namun para dokter harus kembali ke tempat kerjanya masing masing... Karena saat ini Adi dan Naomi masuk shift siang, sisanya bisa pulang setelah membereskan laporan nya.
Tinggal mereka berdua menikmati suasana romantis...namun masih tersisa keganjalan dalam hati Kenzo..
"Gimana makanannya enak?" Yunna tersenyum dan mengangguk
"Enak... makasih ya.." Kenzo berusaha menenangkan diri nya.
"Yun, bisa kah syarat tadi kamu tarik kembali? Mau kamu subur ataupun tidak, kita tetap menikah..ok" Yunna menggeleng sambil tersenyum.
"Enggak...aku gak bisa, aku mohon zo...Jika aku mandul, tapi tetap memaksakan diri menerimamu dan kita menikah... Hidupku tak akan tenang... Selalu dihantui rasa bersalah, sedih dan takut kau tinggalkan. Walaupun pada kenyataannya kamu tak meninggalkanku, tapi perasaan itu akan selalu muncul.. apalagi aku sudah mengalaminya." Ucap Yunna dengan sendu.
"Baiklah.. semoga Allah bisa memberikan yang terbaik untuk kita. Aamiin"
"Aamiin."
Setelah makan selesai, mereka pun pulang dengan bergandengan tangan, seakan akan Kenzo takut pegangan itu akan terlepas.
**
Pagi telah tiba, mereka sudah membuat janji dengan dokter sillia untuk mengecek kesuburan keduanya.. untuk semalam mereka cukup beristirahat sehingga stamina hari ini cukup baik.
Mereka berdua sudah melakukan serangkaian tes, dan hasilnya akan di dapatkan keesokkan harinya.
Setelah capek dengan tes yang dilakukan, Kenzo mengajak Yunna untuk berjalan di taman, mereka melihat anak anak berlarian ke sana kemari, ada yang di gendong oleh ayahnya, ada yang berkejaran dengan ibunya... Saat ini taman itu penuh dengan pasangan yang datng dengan anak anaknya.
"Apakah aku bisa mengandung zo..." Yunna menatap seorang balita lucu yang sedang belajar berjalan.. mungkin usianya baru setahun.
"Aku yakin kamu pasti bisa... Kita akan berusaha...ingat..akan selalu ada jalan.. seperti Hendra bilang... Masih ada seribu jalan untuk bahagia." Yunna tersenyum mengingat ucapan Hendra namun air matanya tetap menetes.
Kenzo mengusap punggung Yunna dengan lembut..." Jangan berkecil hati.... Tuhan tahu yang lebih baik untuk kita."
**
Saat ini Yunna duduk di kursi bersama Kenzo, mereka merasakan ketegangan. Panas terasa di sekujur tubuh namun merasa dingin di kaki dan tangan. Sillia yang baru datang membawa hasil tesnya membuat tangan Yunna bertambah dingin.
"Yun, Kenzo..kalian sudah siap?" Kenzo dan yunna saling berpandangan dan saling berpegangan tangan.
"Iya kami siap..." Hati mereka berdetak kencang. Bernapas pun terasa sesak.
"Baiklah... Hasil dari Kenzo...emm Tidak ada masalah...kamu sehat dan bisa mendapatkan keturunan. Asal makan terus di jaga ya.." ada rasa syukur yang terucap di dalam hati
__ADS_1
"Alhamdulillah ya Allah.." ucap Kenzo namun dia belum bisa bernapas lega sebelum hasil Yunna keluar.
"Yunna....hasilnya...