Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Lamaran


__ADS_3

Hari hari Yunna lewati dengan lancar tanpa halangan apa pun. Saat ini Yunna sedang berada di taman belakang, duduk di kursi di bawah pohon asem.


Memang saat ini waktunya istirahat sehingga dia tidak berada di kelas, murid murid sibuk mengisi perut mereka. Penuh dan berisik sudah pasti, kantin yang cukup luas pun akan terasa sempit ketika jam istirahat tiba, makanya Yunna jarang sekali pergi ke kantin di waktu istirahat, dia akan ke kantin jika dia sedang jam kosong.


Ketika menikmati segarnya angin sepoi-sepoi di bawah pohon, bunyi telpon membuat dia kaget apalagi getarannya di saku celana membuat dia tersentak.


"Aduh telponnya, haha...kaget aku." Monolog Yunna.


"Ya hallo... assalamualaikum. Gimana kak?" Ucap Yunna membuka percakapan di telepon


"Iya sayang ..kamu lagi apa?"


"Lagi istirahat, santai di bawah pohon." Jawab Yunna


"Kamu jam berapa pulang?"


"Hari ini sampai jam 3 kak...kenapa mau jemput?"


"Mau bareng kakak gak pulangnya? Kita mau makan makan nih, ikut yuk...ada kak Adi, kak Naomi dan suaminya, juga kak sillia." Ajak Jihan


"Gak deh kak...aku mau selesaikan skripsi aku ..ini udah sampai penutup.  Jadi Minggu ini aku beres, tinggal print semua dan tanda tangan, nunggu sidang deh." Yunna tersenyum lebar dan terlihat senang.


"Oh ya kak...boleh aku pake motor? Minggu depan aku tes bikin SIM ya...sayang motor gak di pake." Ijin Yunna


"Gak...jangan sekarang, nanti aja...Jakarta itu kota besar dan ramai banget, kakak khawatir banget...nanti deh tahun depan ya..ya..ya.." tolak Jihan.


"Kak...kak Jihan gimana sih, aku dah gede kak...aku dah 18 tahun, ingat? Itu motor selama sebulan cuma dipanasin Mulu, sayang mama udah beli tapi belum dipake."


"Nanti deh...kakak mau lihat dulu kamu, coba di taman dulu, udah lancar baru ke jalan besar yang gak ramai udah lancar nanti sama kakak tes Drive dulu di jalan ramai. Ok."


"Aish...kakak ini ... Aku dah mahahir kak..di Bandung aku jago ... Sering ko anterin bunda ke pasar." Ucap Jihan.


"Tapi ini Jakarta sayang..."


"Kak..aku bosan harus antar jemput kak zergan Mulu...dia sekarang sering sibuk .. masa nunggu kak Jihan terus kan gak enak."


Yunna tak sadar ada seseorang yang dari tadi mendengar percakapan nya dengan seseorang di telpon.


"Ya udah tes dulu sama kakak Sabtu ini...kalo ok, baru Senin bikin SIM."

__ADS_1


"Thanks ya kak...aku dah besar kak...ingat..aku dah 18 tahun..ok..." Yunna tersenyum lebar


Tak lama telp di tutup langsung ada suara seseorang berdehem.


"Khem...Miss Yunna..boleh bicara?"


Yunna melirik ke arah suara di belakang nya. "Oh ....kamu Kenzo...gak ke kantin? Ada apa?" Tanya Yunna


"Boleh duduk di situ?" Tunjuk Kenzo ke samping bangku yang diduduki Yunna.


"Kamu mau duduk, silahkan.." Yunna langsung berdiri karena merasa tak nyaman jika duduk berdua dengan muridnya.


"Kenapa berdiri ..kita bisa duduk bareng kan?" Yunna tersenyum manis


"Ini sekolah Kenzo, tak baik kita duduk di kursi berdekatan begitu ..nanti timbul fitnah." Kenzo tersenyum miring " trus kalo duduk sama Nathan si murid Playboy itu gak papa?" Yunna sungguh kaget dengan pernyataan Kenzo


"Maksud kamu apa ya?" Kenzo mendekati Yunna lalu memeluk nya dari belakang dan yunna Sangat kaget dengan apa yang Kenzo lakukan. "Kenzo..lepas...kenzo..." Yunna berusaha melepaskan diri dari pelukan Kenzo


"Baik, akan aku lepas asal kamu mau jadi pacar aku, gimana?" Kenzo menggertak sambil menambah erat pelukannya.


"Kenzo..lepas dulu...baru kita bicara ok." Yunna sungguh takut jika nanti ada yang melihat dan menimbulkan fitnah.


Yunna bisa bernafas lega sekarang, sungguh tadi sangat mengagetkan dan membuat jantungnya berdegup kencang.


"Kenzo...kami murid aku dan kita tak mungkin pacaran." Kenzo tersenyum manis "bukankah kamu cuma mengajar selama Miss Riri cuti, selepas itu kamu bukan lagi guru ku.... lagipula umur kita sama kan? 18 tahun, jadi gak masalah." Ucap Kenzo santai namun tidak dengan yunna, bagaimana dia tahu dirinya masih 18 tahun, apa dia mendengar percakapannya di telpon?


"Kenzo...darimana kamu tahu aku masih 18 tahun? Kamu pikir aja, hitung sendiri ..aku ini sudah kuliah, skripsi ku Minggu ini selesai, lulus SMA berapa tahun tambah kuliah. Apa mungkin usiaku 18 tahun?" Kenzo termenung dan ucapan itu memang benar ..harusnya sih usia Yunna 22 tahun lah ya...


"Ok..kalo emang usiamu 22, aku gak masalah...aku bersedia menerima kamu. Gimana?" Tanya Kenzo yang keukeuh mau Yunna jadi kekasihnya.


"Maaf Kenzo...aku sudah punya pacar...kami sudah setahun berhubungan, jadi aku harap kamu bisa menerimanya." Kenzo terlihat sedih ketika mendengar sang gadis pujaan telah memiliki kekasih.


"Baik...sebelum janur kuning melengkung, aku tak akan mundur...ingat itu Miss...maaf jika aku akan membebanimu, tapi ini lah aku, tak mudah jatuh cinta dan tak mudah melupakanmu." Kenzo bangkit dari duduknya " kalo begitu aku permisi Miss Yunna...satu kalimat terakhir yang akan aku ucapkan.. I love you, thanks." Kenzo pergi dari taman langsung menuju kelas tempat dia belajar.


Semenjak hari itu yunna juga Kenzo tak pernah bertemu ataupun berbicara secara pribadi, setiap mengajar mereka seolah olah hanya hubungan murid dan guru sampai masa cuti itu pun berakhir.


Yunna sangat senang, banyak tantangan dan pengalaman yang menarik ketika mengajar di SMA, karena dia pun tak lama lagi akan menjadi asdos (asisten dosen) di mana dia mendapatkan ilmu pengetahuan sampai menjadi seorang sarjana.


Yunna saat ini sudah lulus dan sudah menjadi seorang sarjana, dia langsung direkrut menjadi seorang asdos. Namun dia hanya beberapa bulan saja menjadi asdos dan melanjutkan kuliahnya menjadi S2. Mengapa? Karena menjadi asdos banyak rintangannya, di mulai dengan dosennya yang kecentilan ingin menjadi kekasih sampai meminta untuk menjadi istri bahkan menjadikan Yunna istri ke dua. Tak sedikit yang bersedia menceraikan istrinya asal Yunna mau jadi istrinya. Yang lebih parah lagi ada yang meminta Yunna menjadi simpanan, tentu saja dia tidak mau. Maka dari itu dia lebih baik melanjutkan kuliah dan menjadi dosen, bukan asisten dosen.

__ADS_1


Sudah dua tahun dia menjadi dosen, usianya saat ini sudah 21 tahun, dan rencana zergan meminang Yunna di usia 20 pun tak bisa dilaksanakan karena Yunna sedang sibuk sibuknya mengajar...banyak dosen yang pensiun sehingga jam mengajar Yunna begitu padat setiap harinya sampai mendapatkan pengajar pengganti.


Saat ini lah zergan melamar sang pujaan hati, di sebuah restoran bintang lima, di ruang VIP zergan menyiapkan segalanya.


Sebuah meja ditata dengan rapi, disajikan makanan yang mewah dan sebuah kue ulang tahun untuk Yunna tepat di hari ulang tahun nya yang ke 21.



"Zergan...ini ...oh sayang ..makasih .." Yunna terlihat terharu menatap sebuah ruangan yang ditata begitu indah...sebuah meja yang dikelilingi bunga yang berbentuk ❤️ cinta...di sepanjang jalan menuju meja itu ditaburi bunga dan diiringi lampu lampu, begitu indah dan romantis..


"Kamu suka, sayang?" Yunna meneteskan air mata bahagia nya.


"Aku suka banget....makasih." Yunna memeluk zergan begitu mesra.


"Ayo..." Zergan menuntun Yunna sampai ke meja dan menarik kursi untuk Yunna duduki.


Zergan bertepuk tangan dua kali lalu tak lama seorang pelayan datang menghampiri dengan membawa sebuah kue kecil namun begitu cantik.


"Ow...kamu ingat ulang tahun ku?" Yunna begitu terkejut, bahagia sudah pasti.


"Tentu saja aku ingat...mana mungkin aku lupa ulang tahun kekasihku.." zergan mengedipkan sebelah matanya.


Pelayan pun menyimpan kue tersebut di atas meja dan zergan menyalakan lilin lalu meminta Yunna untuk meniupnya...


"Happy birthday nya love ..... Ayo tiup lilin nya?" Yunna tersenyum manis " padahal gak perlu dinyalain, kan mau ditiup juga. Hehe .." Yunna tersenyum manis dan zergan malah mencubit pipi Yunna dengan gemas.


"Kalo gak dinyalain lilinnya, emang mau diapain sayang? Di makan?" Yunna tertawa kecil. "Makanya gak usah pake lilin sayang kan?"


"Aish...kamu ini...ada ada saja...ayo dimakan sayang." Zergan mberikan sebuah sendok supaya Yunna cepat memakan kue itu.


Ketika Yunna mengunyah kue nya terasa ada yang keras di mulut.


"Ini apa?" Zergan tersenyum manis


"Coba lihat, itu apa?" Yunna mengeluarkan sesuatu yang keras dan berlubang. "Ini......cincin?" Yunna begitu terkejut mendapatkan sebuah cincin " apa mungkin ini kepunyaan chef nya, sehingga dia lupa melepaskannya ketika membuat kue  dan masuk ke dalam adonan?" Yunna sedikit termenung dan zergan begitu gemas dengan tingkah Yunna, baginya Yunna masih gadis kecil yang polos.



Tiba tiba zergan setengah berlutut di lantai. "Yunna... Az-Zahra...kekasih hatiku ..." Yunna langsung terkejut atas apa yang dilakukan zergan saat ini. "Maukah kau menikah dengan ku? Menjadi istri dan ibu dari anak anakku kelak? Sudah 6tahun kita saling kenal, 4 tahun kita berpacaran, rasanya aku sudah tidak dapat lagi menahan diri untuk menjadikanmu pendampingku untuk selamanya." Yunna begitu terharu mendengar ucapan dari zergan..tak ada lagi jawaban yang pasti kecuali...

__ADS_1


"Ya ..aku bersedia zergan .. terima kasih karena sudah sabar menungguku selama itu." Merekapun saling berpelukan dan menghabiskan makan malam dengan romantis.


__ADS_2