
Pagi telah tiba, seperti biasa Yunna akan menyiapkan sarapan. Walaupun hati sakit namun dia masih istrinya yang berkewajiban menyediakan sarapan. Tak ada ucapan apa pun di pagi ini, dia masih terdiam dan menyimpan beberapa potong sandwich. Yunna duduk dan menikmati sarapan pagi nya.
Setelah selesai dia langsung membawa tas dan pergi dari rumah. Sedangkan zergan masih tertidur di atas sofa depan televisi, ya... Yunna pergi pagi sekali, masih pukul 5:30 tapi dia cepat cepat untuk pergi karena masih malas untuk melihat wajah zergan.
Zergan yang baru tertidur pukul 1 dini hari, membuat dia terbangun pukul 7 pagi. Ketika bangun dan melihat handphone, dia terkejut sudah bangun kesiangan. Dia teringat kejadian semalam dan itu berhasil membuatnya meremas kepalanya.
"Shit! Apa yang harus aku lakukan?" Dilihatnya handphone itu dan sudah begitu banyak pesan juga miscall, siapa lagi kalo bukan Nola sang bos besar.
Zergan mendengus kesal...dia bangun lalu menuju kamar mandi namun ketika melewati meja makan, di sana dia dapat melihat beberapa potong sandwich, bibirnya tersenyum manis merasa jika ada sebuah kesempatan untuk nya.
Dengan semangat dia masuk ke kamar mencari istri tercinta, namun apa yang terjadi? Yunna sudah tak ada...ruangan kosong.
"Yunna .. sayang... Yun..." Zergan mencari Yunna mulai dari kamar, kamar mandi, bahkan ke taman belakang. Berharap sang istri tengah menyiram tanaman di sana.
Zergan terduduk di ranjang miliknya, dia merasa harus mencari Yunna. Dia pergi untuk bersiap, setelah mandi dan merasa cukup tampan, dia bertekad untuk mencari sang istri di kampus.
Yunna yang sudah pergi sedari tadi ternyata dia malah mengambil cuti, saat ini dia pergi ke sebuah taman, dia duduk di bawah pohon rindang dan melamun memikirkan kelanjutan hubungan nya dengan zergan. Dia butuh seseorang saat ini untuk berbagi rasa...
...
...
Saat ini adalah masa masanya bagi dia terpuruk... Tak ada semangat lagi.
Yunna berdiri dengan tatapan kosong, dia berada di dekat jurang. Menatap ke bawah dan tersenyum.
Tiba tiba tanpa di sadari ada yang menarik dirinya dengan cepat dan dia kaget tengah berada di dekapan seseorang.
Aroma nya .. seperti dia kenal. Dia begitu kaget dengan kejadian tadi karena begitu cepat. Yunna hanya mengedip ngedipkan matanya.
"Jangan....jangan bertindak bodoh... Apapun yang terjadi...jangan kau lakukan itu .. tidak.... Itu dosa... Jangan." Pelukan nya bertambah erat namun Yunna masih mencerna ucapan laki laki itu. Apa laki laki? Yunna tambah terkejut ketika mulai mengenal suaranya.
"Apakah kau tidak bahagia Miss? Jika iya... Ada aku di sini yang selalu menunggumu." Yunna tambah yakin siapa yang tengah memeluknya saat ini.
Yunna menangis kembali.... Saat ini tangisan mengeluarkan suara...dia menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
"Hiks..hiks ..aaaaa...aaaaaaa...hiks.. hiks..." Yunna menangis di dekapan nya dan memeluk erat sang pemilik tubuh tegap itu.
" Menangis lah, lepas kan bebanmu...jika itu akan membuatmu lebih lega." Yunna mulai berhenti manangis setelah 15 menit... Dia mulai menengadah kan wajahnya. Ditatap wajah sang laki laki itu dan yang ditatap tersenyum lebar.
"Hai.... Apa menurutmu aku lebih ganteng?" Yunna kembali menangis
"Hei .... Kenapa menangis? Apa semengerikan itu kah wajahku? Haruskah ku bersihkan?" Yunna masih meneteskan air matanya namun kali ini ada sebuah senyuman manis di bibir nya.
"Hai muridku yang ganteng.... Kau bawa saputangan atau tisu?" Kenzo tersenyum manis " aish... Kau tetap cantik walaupun habis menangis... " Kenzo memberikan saputangan nya.
Preeeet.... Yunna mengeluarkan ingusnya dan Kenzo nyengir.
" Mampet ya? Makanya jangan nangis terus. Mata merah, hidung tersumbat, tenggorokan kering, kepala pusing. Huuh.... Hahaha...sepertinya Miss harus cuti ngajar deh." Saat ini mereka duduk kembali di bawah pohon.
"Aku memang cuti, aku butuh berpikir..nih saputangan nya." Kenzo menatap Yunna " no.. thanks. Bawa aja." Yunna menatap wajah Kenzo " kamu jijik?" Kenzo menggeleng gelengkan kepalanya " emmm enggak... Cuma ..itu... siapa tahu kamu masih butuh jadi pegang saja, toh aku tak ada niat untuk menangis dalam waktu dekat ini." Yunna tersenyum lebar dan yunna langsung mendekat kan saputangan itu ke arah kenzo dan dia langsung mundur dengan perlahan..
Yunna melihat pergerakan kenzo, dia tambah ingin menggoda Kenzo.
"Nih ambil..aku sudah tidak butuh... Nanti aku mau beli yang baru. Ayo ambil." Yunna terus mendekat dan Kenzo berdiri
Kenzo pergi sebentar dan membawa sebotol air mineral.
" minumlah, kau pasti haus." Yunna mengambil dan menghabiskan sampai setengah botol. " Kau mau?" Kenzo menggeleng " aku udah tadi di mobil."
"Sudah baikan?" Dan yunna menganggukan kepalanya
" Ya... Makasih karena di saat saat berat ini kamu ada di sini... Tapi.. by the way... Aku gak lagi mimpi kan? Kok bisa kamu di sini, di pagi ini?" Kenzo tersenyum.
Flashback
"Miss.. Miss...hai.." Kenzo terdiam
"Kenapa dia tak melihatku? Trus sedang apa dia malam malam begini di apartemen zambrut?" Gumam kenzo
" Tapi kok wajahnya serius dan sedih begitu.? Apa mungkin terjadi sesuatu?" Kenzo mengikuti Yunna dari jauh.
__ADS_1
Di sana dia menatap Yunna terdiam di balik pintu dengan badan bergetar. Ketika Yunna masuk ke sana Kenzo mendekati pintu apartemen itu, dia dapat mendengar semua yang mereka ucapkan. Ketika zergan menarik tangan Yunna, Kenzo dengan sigap berlari dan bersembunyi dan menjauh dari sana.
Kenzo juga ikut syok, sangat tak di sangka... Seorang suami tega berbuat begitu di belakang istrinya. Kenzo tahu dia, wanita yang dicintainya saat ini tengah terluka. Ingin rasanya dia tarik dan dekap dengan erat untuk dia lindungi dan ingin juga memberikan beberapa pukulan di wajah si brengsek itu.
Tadi pagi ketika dia dalam perjalanan ke kantor, melihat Yunna memasuki taman, sehingga mobil Kenzo berbalik arah dan memarkirkan mobilnya di sana.
Flashback end
"Saat itu aku pulang dari kantor dan baru sampai di depan apartemen, ketika aku menerima telpon di lobby, aku melihatmu. Dan tadi pagi... Aku juga tak sengaja melihat mu saat akan pergi ke kantor." Yunna tersenyum kecil "kenapa kamu sekarang di sini? Bukankah kamu akan ke kantor?"
"Kebetulan aku ada meeting jam 10, jadi waktu ku masih banyak. Tenang saja... Dan aku bisa cancel jika kamu masih membutuhkan ku." Yunna langsung menggeleng gelengkan kepalanya " no..no..no.. jangan... Masa kamu gak masuk gara gara aku sih? Client kamu bagaimana? Mereka orang sibuk dan sangat penting. Itu tidak profesional namanya." Kenzo tersenyum manis
"Tapi bagiku kamu lebih penting daripada mereka Yunna.... aku tak akan tenang jika wajah sedih itu masih terlintas di benakku." Yunna terlihat sendu dan berkaca kaca " orang lain merasa diri nya lebih penting daripada client yang bernilai milyaran rupiah, tapi suaminya merasa dia harus menghasilkan milyaran rupiah walaupun istri akan tersakiti. Sungguh miris.
"Hei...jangan menangis lagi... Air matamu terlalu berharga. " Kenzo menghapus jejak air mata itu lalu dia menatap Yunna.
"Yunna lihat aku.." Yunna menatap wajah Kenzo " pppffftt ahahahaha...wajah kamu...aduh...ppft.. Kenzo hentikan." Yunna tertawa karena melihat wajah Kenzo yang aneh dan bikin ketawa.
Pipi Kenzo dikembungkan, matanya di julingkan dan hidung di besarkan juga kedua alis yang berkerut. Kenzo melakukan beberapa wajah lucu dan sukses membuat Yunna tertawa.
Kenzo tersenyum lebar. " Ini Miss ku yang dulu ... Selalu tertawa... Jangan menangis lagi Hem.heeeeeeeem heeeemmmmmm dilaha dil Ar matahpi masaaaaha." Yunna yang awalnya terharu kembali tertawa, ternyata Hem nya itu berlanjut.
"Udah Kenzo... Udah cukup. Perut aku sakit zo...." Kenzo tersenyum puas.
" Ok... Sekarang apa rencana kamu?" Yunna terdiam. Setelah satu menit dia baru berbicara " aku mau menemui seseorang. Jadi tenang lah.. aku tak akan berbuat hal gila."
"Bagaimana tidak, tadi kamu...tadi..."
"Tadi apa? Apa? Kamu kira aku bakal bunuh diri? Ya gak lah, udah sakit, dosa, masuk neraka. Ih gak layau....kalo gue mati enak banget mereka bebas hidup bahagia, kalo hidup, gue bisa bisa lumpuh dan melihat mereka menikah? Enak aja... Mending aku cari cowok lain yang mencintai aku tulus dan hidup bahagia." Kenzo tersenyum lebar
"Good...itu baru Yunnaku." Yunna tersenyum manis dan di dalam hatinya dia berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengirimkan seseorang untuk menghibur nya.
"You are not alone, Yunna " ucap Kenzo dengan tulus.
Setelah 2jam mereka di sana, merekapun berpisah. Kenzo mengendarai mobil nya ke kantor dan Yunna menemui seseorang di kantor dan memberikan beberapa berkas kepadanya.
" Ini pak Zayn... Simpan dulu semua berkas ini, namun jika saya bilang ya pak ..baru daftarkan pengajuan itu ke pengadilan." Zayn yang sudah pasti paham menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Siap Bu... Saya akan menyiapkan segalanya, jadi sewaktu waktu saya tinggal mendaftarkannya." Yunna tersenyum
"Terimakasih atas bantuannya, kita bertemu lagi nanti pak Zayn. " Mereka berjabatan tangan.