Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Sandiwara Yunna


__ADS_3

Yunna benar benar kaget atas apa yang dia dengar, suaminya berbicara begitu keras.


"Kakak...lagi apa gelap gelapan." Tanya Yunna heran.


"Tak penting aku berada di kegelapan, asal kamu jawab pertanyaan ku... Dari mana saja kamu seharian." Yunna binggung, tumben dia bertanya.


"Emang kenapa kak? Bukan kah tak masalah aku kemana aja? Toh kakak sudah tak dapat mengantarkan aku ke mana pun." Ucap Yunna dengan acuh.


"Kenapa kamu menjawab begitu? Aku khawatir padamu Yunna, kamu istriku."


"Oh ..masih anggap aku istri ternyata...aku kira kakak lupa sudah punya istri..." Zergan merasa geram dengan jawaban Yunna, selama tiga tahun menikah zergan belum pernah diperlakukan demikian.


"Kenapa kamu cuek sama kakak, kamu marah?" Zergan berbicara dengan keras dan yunna tersenyum lebar.


"Emang kakak perduli? Bukankan pekerjaan lebih penting sekarang kak, buat apa pedulikan lagi Yunna...ya Yunna kan cuma istri kakak...gak ada kelebihan yang lain." Zergan termenung dengan ucapan Yunna


"Yunna....kakak sibuk kerja bukan karena kakak gak peduli sama kamu..justru kakak perduli...selama dua bulan lebih kakak lembur buat kamu sayang ...." Yunna mencebikkan bibirnya


"Cih...mungkin bukan buat Yunna, tapi buat yang lain."


"Maksud kamu apa?"


"Kakak...udah gak perduli lagi kan sa Yunna...bilang aja kak terus terang." Matanya berkaca kaca dia menahan rasa sakitnya.


"Dengar Yunna, sayang....aku kerja keras demi kita sayang demi masa depan kita, lihat...ini sertifikat rumah dan tanah milik kita sayang...hasil kerja keras aku buat kamu...kita bisa tinggal di sana Minggu depan jika kamu mau." Yunna hanya melihat sekilas


"Aku gak perlu rumah mewah kak, yang aku inginkan itu hanya kamu, suami aku seorang. Hidup bahagia bersama kamu tanpa harta melimpah pun bagi aku udah cukup. Aku tak perlu berlebih. Lagi pula aku bekerja kak...kita bisa mengambil rumah di perumahan elit. GPP mencicil 5 tahunpun." Zergan menggeleng


"Aku malas jika harus mencicil. Yang penting sekarang kita sudah punya rumah dan semua isi perabot nya. Kita tinggal tempati."


"Dan tadi kakak ke kampus nyari kamu, katanya kamu gak mengajar, jadi seharian ini ke mana aja? Di rumah juga tidak ada....baju juga baru kan? Kamu menginap? Di mana?" Yunna tersenyum


"Jadi kakak masih perduli toh sama Yunna, ok...Yunna emang gak  ngajar...Yunna pergi ke Bandung nengok bunda...kalo gak percaya telpon aja bunda. Seharian Yunna sama bunda...Yunna lagi kangen aja dan pengen lihat kondisi bunda..." Zergan mendekat lalu mendekap Yunna


"Maaf Yunna, kakak udah berpikiran jelek sama Yunna, kakak takut Yunna pergi sama laki laki lain..." Zergan mengecup dahi Yunna dengan mesra namun Yunna hanya tersenyum sinis di balik dada zergan. Sudah terasa hambar bagi Yunna, tak ada lagi kehangatan, rasanya dingin dan tidak lupa jijik....


"Munafik kamu kak ... Semalam kamu asik asik sama Nola... Sekarang pura pura peduli. " Batin Yunna.


Saat ini mereka pun menikmati makan malam. Di tengah makan terdengar suara dering handphone.


Drrrrt....drrrrt...


"Gak diangkat telponnya?" Tanya Yunna


"Gak penting..." Zergan membalikkan handphone nya.


"Emang siapa?"

__ADS_1


"Bos besar...pasti nyuruh ke kantor."Yunna tersenyum di dalam hatinya "hemm bos besar ya..."


"Emang kakak harus lembur lagi? Bukannya udah pulang?" Tanya Yunna


"Aku cuma ijin sebentar tadi ke kantor notaris, kan tadi ngurusin rumah kita sayang."


"Emang gue peduli?" Ucap yunna dalam hati.


Drrrt...drrrrrt telpon kembali berdering.


"Angkat kak...atau mau aku angkat?" Langsung zergan mengambil handphone nya. "Jangan..nanti dia marah, masa istri ikut campur urusan kerjaan."


Yunna tersenyum kecil  hampir tak terlihat " kerjaan memuaskan birahi ya kak ..sedeng." batin nya


"Inikan udah malem kak...masa harus balik lagi, gila apa? Gak ada hari esok memang?" Zergan terlihat bingung.


Memang sekarang sudah malam, kalo tetap pergi Yunna pasti curiga, dia bukan cewek bodoh, dia itu sudah S2. Mana mungkin bisa dibodohi...bisa bisa curiga dan ketahuan.


Telpon kembali berdering dan zergan langsung angkat lalu pergi ke luar rumah, Yunna yang sempat melirik dan tahu itu bos besar, langsung Yunna perlahan mendekati zergan yang sedang asik mengobrol.


"Sayang .. please...ini sudah malam, masa aku ke sana? Nanti Yunna curiga "


"......"


"Ya aku tadi ada perlu dulu sayang...dan aku sedikit lelah."


" Sayang, kemaren kita bercinta semalaman, jadi biarkan aku bersama istri ku malam ini."


"...."


"Ok. Besok...ya janji...besok aku hanya milikmu sayang."


Yunna yang sudah cukup mendengar kan langsung pura pura ke dapur dan membereskan piring bekas makan.


Yunna yang sedang mencuci piring terkejut karena di peluk sang suami. Dia langsung mematung tak bergerak.


"Kenap sayang, kamu kaget ya?" Yunna berbalik dan menatap zergan


" iya..kakak bikin kaget aja sih?" Yunna tersenyum lebar


"Aku kangen sayang..." Zergan berbisik dan hendak mencium Yunna namun Yunna sudah tak Sudi untuk disentuh, rasanya menjijikan.


Yunna oleskan busa sabun di hidung, lalu pipi zergan supaya zergan teralihkan dan tak jadi menciumnya.


Yunna berlari dan zergan mengejar sampe mereka tertawa bersama.


Malam telah larut, zergan sudat tertidur pulas, Yunna sedari tadi berpura pura tertidur, dia menunggu zergan tertidur pulas baru dia akan melancarkan aksinya.

__ADS_1


Yunna raih handphone milik zergan lalu membukanya, di sana terkunci memakai tanggal pernikahan Yunna, Yunna sekilas tersenyum.


"Kenapa masih pake tanggal pernikahan kak, toh sekarang kau sudah tak menghargai pernikahan ini." Ucapnya dalam hati, begitu menyesakkan...ya setiap ingat perselingkuhan, dekapan mesra semua langsung tertuju kepada Nola.


Yunna akan ingat bahwa ketika suaminya memeluk mesra, pasti dia akan ingat zergan yang memeluk mesra Nola. Begitupun hal hal yang lain.


Yunna mulai membuka aplikasi WhatsApp lalu Yunna langsung membuka pesan milik zergan dengan sang bos besar. di sana ada percakapan diantara bos besar dan suaminya.


Bos besar


"Kamu kok gak Dateng sih hari ini?"


^^^Zergan ^^^


^^^"Aku ada perlu dulu, besok saja aku ke sana. Ok"^^^


Bos besar


"Aku kangen kamu, sayang..kapan kita bisa seterusnya bersama, bangun setiap pagi hanya melihat wajahmu."


^^^Zergan^^^


^^^"Besok ok...besok aku datang. Tapi tak bisa menginap."^^^


Bos besar


"Sayang, ayolah...ceraikan istrimu dan kita menikah. Apapun yang kau inginkan aku akan kasih. Bukankah kau ingin menjadi direktur?"


^^^Zergan^^^


^^^"Ya sayang, tapi aku tak bisa menceraikan nya, nanti dia mengamuk dan meminta teman kakaknya membunuhku."^^^


Bos besar


Perceraian itu hak mu sayang, kenapa mereka ikut campur? Ayo lah. Kau kasih saja rumah mewah itu untuk Yunna sebagai konfensasi. Atau masih kurang? Mau aku tambah?


^^^Zergan^^^


^^^"Apa selama ini kamu belum puas memiliki aku Hem? Kita bahkan bercinta hampir setiap hari. Jadi untuk saat ini jangan bahas itu dulu. Atau akan aku tinggalkan kamu."^^^


Bos besar


"Terserah"


Dengan cepat Yunna men screenshot semua percakapan antara bos besar dan sang suami.


Yunna terdiam, membaca semua pesan seakan ada yang Yunna tangkap. Di sini terlihat Nola menginginkan mereka bercerai, namun zergan tetap menolak.  Apa zergan melakukannya hanya untuk harta? Yunna sungguh tidak tahu.

__ADS_1


Terlihat Nola yang begitu menggebu untuk memiliki zergan seutuhnya. Yunna tampak tambah marah...sahabatnya yang selama ini terlihat baik di depan ternyata busuk di belakang.


__ADS_2