
Sebuah mobil CRV sudah terparkir di depan rumah Yunna, saat ini dia sudah membereskan pakaian nya. Sekarang dia harus pindah dahulu ke apartemen nya. Selama statusnya belum jelas dia harus berjauhan dengan zergan. Mengenai rumah biar jadi urusan nanti saja.
Eva teman Yunna menunggu dengan sabar menunggu Yunna membereskan pakaian nya dan memasukkan ke dalam koper. Tak lama terdengar suara mobil datang.
Ceklek suara pintu terbuka. Terlihat zergan menatap Eva heran, sedang apa teman Yunna di rumah nya.
"Oh hello va, pa kabar?" Sapa zergan
"Baik." Jawab singkat Eva yang merasa enggan menyapa zergan karena dia sudah tahu jika keadaan hubungan rumah tangga sahabatnya itu.
Ketika zergan melangkah kan kakinya ke kamar, dia kaget melihat Yunna yang sudah siap menggeret kopernya.
"Sayang.. mau ke mana?" Tanya zergan bingung dengan koper yang di bawa Yunna.
"Aku pindah.. barang yang lain nanti aja..." Zergan benar benar kaget.
"Aku pindah dulu ke apartemen... Masalah rumah, liat nanti aja ya. Oh ya... Cuma mengingat kan.... Besok jam 10 kita bertemu di pengadilan. Ok." Zergan mematung tak bisa bergerak, matanya masih menatap punggung Yunna yang baru beberapa langkah harus terhenti karena ada Nola masuk ke rumah nya.
"Eh... Yunna... Mau ke mana?" Ucap Nola dengan tatapan mengejeknya.
"Padahal Lo gak usah pindah, rumah Lo ini bisa Lo tempatin, atau gak rumah mewah yang baru zergan beli juga GPP, kita hibahkan untuk Lo..." Yunna tersenyum miring
"Gue gak butuh, gue gak semiskin itu sampe harus ngemis minta rumah sama Lo berdua." Eva sahabat Yunna langsung menghampiri " Yun, ayo pergi. Gue gak mau lama lama di sini dekat sama pelakor, suka gatal gue." Ucap eva menyindir
"Apa Lo bilang, pelakor..gatel? " Suara Nola meninggi
"Kalo bukan pelakor apa? Wil, wanita idaman lain? Atau wanita simpanan? Sama aja kan, cuma beda penyebutan aja." Nola tambah kesal namun dia menahan diri sedangkan Yunna menepuk pundak Eva
"Udah va, kita pergi aja." Ucap Yunna
"Yun, biar kakak aja yang pindah ya.. kamu tinggal di sini aja." Yunna tersenyum manis "gak usah kak...aku bisa tinggal di apartemen aku kok. Dulu aku juga tinggal di situ." Yunna yang mulai melangkah akan pergi, langsung dipanggil lagi.
"Yunna, ini undangan buat Lo...jangan lupa datang ya... Oh ya...biasanya kan dulu Lo selalu selangkah lebih maju dari gue, mulai kuliah yang lebih muda dari gue, lulus lebih dulu dari gue, juga nikah lebih dulu...tapi sekarang aku bangga bisa mengalahkan mu, a-ku le-bih du-lu ha-mil." Seburat senyum mengejek terlihat di wajah Nola
Deg...Yunna merasakan sakit... Memang dia belum bisa memberikan anak pada suaminya itu... Namun bukan keinginannya kan? Eva yang hendak berbalik di tahan Yunna. "Sabar va."
Yunna berbalik dan tersenyum " aku ikut senang dengan kabar itu. Semoga bahagia.." Yunna dan Eva terus melangkah tanpa berbalik karena tidak mau dihentikan lagi oleh Nola, rasanya sudah cukup dia mendengar celotehan Nola.
Zergan hanya bisa menatap punggung Yunna dari kejauhan, dia tak bisa berbuat banyak karena ada Nola di sana.
Yunna saat ini sudah sampai di apartemen nya yang dulu, dia masuk dan menyimpan koper nya. Dia pandangi seluruh apartemen itu dan tersenyum, dulu dia tinggal di sana saat SMA sampai kuliah, dan sekarang dia kembali lagi di sini.
Yunna menghela napasnya dengan teratur dan tersenyum kecil. Eva yang melihat pun merasa sedikit sedih.
" gue temenin malam ini.." Yunna tersenyum lebar " asyik... Bener Lo ya temenin gue." Eva menganggukan kepalanya " besok juga, gue antar Lo ke pengadilan ya..." Yunna menggeleng " besok Lo harus ngajar, gue bisa berdua sama pengacara gue."
Eva tersenyum" gue besok gak ada jadwal ngajar sayang, besok tuh off nya gue. Masa Lo lupa sih?" Yunna berpikir sejenak. " Oh iya..ya... good.. gue seneng." Mereka tertawa.
Tak lama suara dering handphone terdengar.
__ADS_1
Drrrrt... Drrrrt... Yunna melihat nama yang tertera di sana lalu tersenyum. Dan senyuman itu tak luput dari pandangan Eva.
"Hallo assalamualaikum...."
"Hi... waalaikmslm.... Ganggu gak nih?"
" Gak kok... Ada apa zo?"
"Emmm malam ini sibuk?" Yunna melirik ke arah Eva. Dan Eva mengangkat dagu dan kedua tangannya seakan akan bertanya 'apa, siapa'
"Sebenarnya sih dibilang sibuk enggak, aku ada di apartemen ku yang dulu, di sini juga ada Bu Eva." Eva terlihat bingung, Bu Eva berarti dia ngobrol sama murid kah? Rasanya Eva penasaran.
"Kamu yakin mau ke sini?" Yunna Kembali menatap wajah Eva
"Mau di bawain apa?"
" Gak usah repot repot.."
" Aku bawain kesukaan Miss aja deh. Ok..." Yunna tersenyum manis " emang kamu tahu kesukaan aku?"
" Ya..iya lah tahu... Mana ada cowok gak tahu apa kesukaan wanita yang dicintainya."
Deg.. uhuk..uhuk... Yunna tersedak ludahnya sendiri.
"Kamu gak papa? Minum gih sana." Yunna berjalan ke dapur dan mengambil segelas air putih dan meminumnya.
" Udah?"
" Kamu kaget banget emang denger ucapanku? Yun... Kamu yang paling tahu bagaimana perasaan ku saat ini Yun... Dari dulu sampai sekarang, namu tak tergantikan... aku serius." Yunna terdiam dan termenung
" Yun... Kamu dengar aku kan? Awas jangan pingsan.. atau....kamu terbang karena kata kata ku ya. " Terdengar tawa di balik telpon hingga membuyarkan lamunan Yunna.
"Pede amat." Terdengar lagi tawa dari pria itu
" Udah, kelamaan...jadi Dateng gak?"
" Jadi dong.... Tunggu aku ya beb. Oh ya... Kirimin alamatnya."
"Ok." Telpon pun berakhir
Eva terus memperhatikan tingkah laku Yunna, saat ini di dapur dia sedang terlihat menarik napas nya sekali kali dia melihat ke langit langit rumah.
"Aduh...kaget gue." Eva menepuk bahu nya sehingga yunna terperanjat kaget
"Segitunya..." Eva tersenyum lebar dengan tatapan menyelidik seakan sedang mengajukan banyak pertanyaan kepada Yunna.
"Apa? Liatnya kayak gitu amat."
"Siapa dia? Calon pengganti zergan?" Eva mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum lebar
__ADS_1
"Hus... Jangan ngomong sembarangan... Eva, gue cerai aja belom udah ngomong pengganti aja."
" Biarin aja, dia juga gak cerai sama Lo udah selingkuh.. gue masih kesel tahu gak sama dua cecunguk itu."
" Gitu gitu juga dia suamiku va, kita belum sah bercerai."
"Ok..ok..istri Sholehah... Gue masih gak habis pikir sama Lo.. disakitin juga masih baik, kalo gue... Udah gue bejek bejek tuh muka dua curut itu." Yunna tertawa mendengar ocehan sahabat nya itu.
" Makasih ya va, Lo udah care sama gue... Gue seneng banget dan bersyukur punya sahabat kayak Lo." Mereka berpelukan.
Setelah menyimpan semua pakaian di lemari, tak lama terdengar bel berbunyi. Yunna langsung tersenyum. 'Itu pasti Kenzo' pikirnya.
Dibukanya pintu dan ya itu lah si tampan Kenzo dengan membawa banyak makanan.
"Wah... Banyak amat zo... Gak mungkin abis kalo kita makan bertiga." Kenzo tersenyum manis
"Abis kok... Kalo gak kan bisa simpan di kulkas Miss ku." Ucap lembut Kenzo.
" Masuk.. masuk..emm zo.. panggilan nya ganti jangan Miss terus, gue serasa ngomong sama murid tahu gak?" Sambil melangkah masuk Kenzo tersenyum " boleh boleh Miss ku sayang.. udah aku ganti kan?"
"Itu gak di ganti Kenzo... Cuma ditambahin sayang aja."
"Ok sayang, cintaku, belahan jiwa ku, bidadari surga ku." Kenzo berhenti dan mereka saling bertatapan.
"Khemmm" suara deheman terdengar. Mereka melirik sumber suara dan Kenzo tersenyum manis
" malam Bu Eva..." Ucap Kenzo sopan.
" Oh... Ini ternyata... Kamu Kenzo kan? Dulu kita pernah belajar satu kelas deh...kita lulus di tahun yang sama." Kenzo menganggukan kepalanya
" Eits.. jangan panggil aku bu eva ya... Aku bukan guru mu loh."
" Tapi sekarang kamu sudah jadi dosen kan di sana."
" Iya sih, tapi aku gak ngajarin kamu ya... Gue protes nih."
" Ok..ok.. Eva si gadis cuek..." Mereka tertawa bersama.
"Kamu beda banget ya, lebih ganteng dan macho... Pasti temen temen cewek pada klepek klepek sama Lo... Dari dulu lo banyak yang suka, Ampe pusing dan budek telinga gue."
" Masa sih? Tapi ada kok yang kayaknya gak tertarik sama sekali deh. Cuek gitu.. padahal aku dah suka sampe hampir 7 tahun loh." Kenzo melirik Yunna
"Oh... Itu cewek yang Lo bilang... 'gue udah punya bidadari di hati gue' yang itu kan? Dan Lo masih cinta sama dia?" Kenzo menganggukan kepalanya sambil menatap Yunna.
"Gila...gila... Kamu udah nikah sama dia?" Kenzo menggeleng dan matanya menjadi sendu.
"Kita belum pernah pacaran, apalagi nikah. Tapi dia sudah. Dan cintaku tak pernah berkurang." Eva melihat tatapan Kenzo kembali ke arah Yunna dan Eva mulai mengerti dan dia merasa senang karena sahabat nya ada yang mencintai nya dengan tulus.
"Aku mencintainya dengan tulus va, aku harap suatu saat nanti dia dapat menerima ku." Ucap Kenzo lembut dan belum mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Yunna.
__ADS_1
Yang ingin tahu perjalanan Kenzo sama Yunna saat di SMA, singgah di cerita si Nathan dan Cathy ya.. "pasangan somplak" tapi di bab pertengahan sih.