Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Bantuan


__ADS_3

Yunna melihat Kenzo datang dan mereka bertiga duduk bersama, Yunna yang di apit oleh dua laki laki ganteng membuat semua wanita yang berada di restoran tersebut merasa iri.


Mereka bertiga memesan makanan ringan dan minuman. Zergan dapat melihat senyuman Yunna yang tiada hentinya, melihat keakraban mereka bertiga membuat zergan kesal dan cemburu.


Nola yang sedari tadi memperhatikan sang suami menjadi kesal dan marah. Di samping zergan ada Nola namun zergan tetap menatap Yunna dari jauh.


Zergan yang melihat ke arah Yunna langsung memiliki ide. Zergan berdiri menghampiri Yunna. Nola pun terbengong di tempat duduknya.


"Maaf mengganggu." Yunna, Bayu dan Kenzo terkejut melihat kedatangan zergan bahkan berani menghampiri mereka bertiga.


"Kakak...lagi apa di sini?" Yunna sungguh merasa aneh ada zergan di Bandung.


"Kebetulan kalian di sini, saya ada perlu. Emm pak bayu, sekertaris saya sudah hubungi bapak kan? Saya perlu bertemu dengan pimpinan Yun's Company, apa besok kita bisa bertemu?" Zergan melirik Yunna


"Kakak gak perlu formal begitu, biasa aja.. memang ada perlu apa kak?" Yunna langsung melirik Bayu.


"Kak, besok jadwal saya padat gak?" Bayu langsung melihat schedule di tab miliknya.


"Besok kamu padat banget Yun, kita lusa ada meeting di luar kota juga. Kamu sibuk sampe Minggu depan. Sabtu Minggu ini kita ke Bali untuk mengurus pembangunan hotel di sana bersama AKK Golden Company."


"Kalian kerja sama dengan AKK juga? Emang Yun's Company bukan bergerak di bidang konveksi aja ya?"


"Gak kak .. itu perusahaan ku sendiri. Ya... Di bantu kak Arsen juga sih. Hehe..maklum masih belajar." Zergan tambah terperangah. Tak disangka ternyata Yunna bisa secepat itu melangkah maju.


Nola yang sudah tak dapat menahan cemburunya, langsung mendekati zergan.


"Hai Yun... Lagi ngapain di sini? Bertiga lagi..."


"Oh hai .. biasa.. lagi makan aja.. nongkrong abis jenuh dengan pekerjaan, ya.. santai dulu dikit." Nola terlihat menyunggingkan senyumnya.


"Wah hebat ya .. gimana gak fresh ya... Di apit dua cowok ganteng." Cibir Nola

__ADS_1


"Oh ya jelas dong... Dulu kan aku gak bisa kayak gini, selalu di kekang karena ada yang posesif... Sekarang aku bebas punya banyak teman.. yang penting kami masih dalam batas wajar kenapa enggak?" Zergan yang merasa tersindir hanya diam.


"Jadi gimana kak, besok sampe Minggu aku sibuk jadi kayaknya gak bisa bertemu kakak. Mungkin Senin bagaimana?" Zergan tertegun, dia bingung harus bagaimana, dia harus membereskan semuanya Minggu depan.


"Oh ya.. bunda ada di kantor gak besok? Aku mau bertemu bunda aja, gimana?"


"Bunda ya... Beliau mau umroh, besok pagi berangkat abis subuh." Zergan bingung harus bagaimana.


"Kamu tahu di mana kak Arsen? Aku butuh banget ketemu dia Yun."


"Memang ada apa sih kak? Oh ya... Silahkan duduk aja di sini, kita gabung." Kenzo terlihat memalingkan wajahnya sekilat lalu menarik napas nya. Sebenarnya Kenzo sedikit cemburu namun dia berusaha lebih mengerti. Yunna dapat menangkap gerakan itu. yunna menurunkan tangannya lalu mengusap tangan Kenzo dengan lembut lalu tangan itu di genggamnya erat namun raut wajah Yunna tak berubah seakan akan tidak ada apapun yang terjadi, padahal jantung mereka berdegup kencang. Mereka saling melirik dan menyunggingkan senyuman kecil sampai orang tak dapat melihatnya.


Zergan menceritakan tentang keadaan pabriknya dan sungguh Yunna tidak tahu tempat di mana harus membeli sparepart dari mesin tersebut.


"Setahu Yunna sih kak, mesin itu di buat di Jerman, nah kalo spare part nya mungkin harus beli ke sana juga deh ... Tapi gak tahu ya .. coba kakak hubungi kak Arsen lewat telepon dulu, trus janjian deh."


Zergan menarik napasnya, dia bingung harus bagaimana.


"Kalo kak Arsen kan bisa tanya Daddy nya, kalo Yunna mana tahu,  ayah kan sudah gak ada, mau tanya juga ke siapa?" Zergan tersenyum


"Ayo kak... Kita gak perlu buang buang waktu di sini.. toh dia gak bisa bantu kan?"


"Istri kakak benar, saya gak akan bisa bantu, saya ada kontrak dengan pak Kenzo sampai tahun depan, jadi kemampuan kami terbatas...maaf." Yunna langsung berubah formal karena ucapan Nola.


"Baik lah yun, mungkin aku harus hubungi kak Arsen atau cari cara lain. Kami permisi, maaf sudah mengganggu waktu kalian " zergan pamit dan melangkah duluan, terlihat kekesalan dari raut wajah zergan akibat ulah Nola.


Zergan melangkah cepat dan Nola berusaha untuk mengejar zergan.


"Kak...tunggu...jangan cepat cepat. Aku gak bisa mengikuti mu. Kak..." Teriak Nola. Zergan terdiam di depan mobilnya. Menunggu sangbistti dengan kesal.  Dia mengacak acak rambutnya.


"Kamu kenapa sih Nola, tingkah mu kayak bocah tahu gak?" Nola yang disebut bocah tentu saja langsung merasa marah dan kesal.

__ADS_1


"Maksud kakak apa ya sebut aku bocah?"


"Tingkah kamu kalah sama Nola yang lebih muda dari kamu tapi masih bisa bersikap baik dan dewasa."


"Kamu sekarang membela dia?"


"Nola... Bukan membela...tapi kamu harus tahu posisi kita, kita butuh bantuan dari Yunna dan Arsen. Bersikaplah yang baik...jangan ketus seperti itu..."


"Bagaimana aku tidak ketus, kamu senyum dan terus menatap dia. Kamu masih cinta sama dia iya?"


"Hah ..Nola...Nola... Kamu tak perlu tanya juga harusnya tahu... Aku sangat mencintai Yunna, dan kita baru bersama sebagai suami istri baru dua hari .. sedangkan aku dan yunna 3 tahun Nola..."


"Jadi kamu mau balik ke istri kamu, iya?" Teriak Nola


"Enggak... Bagaimana pun kamu sekarang sedang mengandung anakku. Gak mungkin aku tinggalkan."


"Oh .. jadi jika aku tak hamil kamu akan meninggalkan ku iya? Apalagi sekarang Yunna sudah menjadi seorang CEO... Tapi kamu harus ingat zergan, dia man-dul."


Zergan sendiri tahu jika belum tentu Yunna mandul, karena mereka belum pernah di periksa ke dokter.


"Terserah kamu, aku capek pengen tidur." Zergan masuk ke dalam mobil begitupun Nola, dia duduk di kursi samping zergan.


"Yun, gimana rasanya ketemu mantan suami?" Goda Bayu


"Kak..udah deh... Jangan goda aku." Kenzo menunggu reaksi yunna selanjutnya.


"Tak mau bahas mereka lagi, istrinya entar marah kak. Hehehe"


"Jika mereka meminta bantuan mu, kira kira mau di bantu gak?"


" Realistis aja deh, ini bukan karena gue mau balas dendam ya kak... Kita punya kontrak dan gak mungkin dong kita batal kan lalu bantu dia. Rugi dong kita... Batalin kontrak kita harus bayar ganti rugi."

__ADS_1


"Jadi?"


"No."


__ADS_2