
" Miss, ngajar di sini?" Yunna menganggukan kepalanya.
"Kok Lo berdua bisa saling kenal sih? Kan ni orang abis lulus langsung ke London, kuliah di sana."
"Kita ketemu di sekolah dulu...di SMA.. gue temannya sahabat Miss Yunna.." Eva menganggukan kepalanya.
"Gak nyangka kita ketemu lagi ya.." Yunna Hanya tersenyum.
"Gimana kabar Nathan, hp gue ilang susah ngontak dia...gue kangen Nathan.." Yunna berkaca kaca.
"Nathan jadinya kuliah di London juga bareng aku sama Cathy.. walaupun Cathy bosan tinggal Mulu di negaranya tapi mau gak mau ngikutin Nathan lah.."
"Nah udah sampe...ayo kita turun Yun.." Yunna terlihat sangat lemah.
"yakin Lo gak mau ke RS Yun?" Yunna menggeleng.
"Udah sini aku gendong aja.." tanpa aba aba Hendra langsung gendong Yunna.
"Eh dra..." Kaget Yunna
"GPP Miss... Anggap aja abis nikah mau masuk kamar pengantin. Hehehe." Yunna memukul dada Hendra pelan karena dia lemas.
"Ada ada aja Lo..."
"Dasar curut Lo bang ..main gendong aja, gue kan kaget." Hendra mah cengengesan aja.
Mereka sampai di apartemen Yunna, Yunna langsung di tidurkan di ranjangnya.
"Va, gue tunggu di luar ya...di sofa..." Eva menganggukan kepalanya.
"Miss...cepet sembuh... Jangan banyak pikiran...kita akan selalu ada buat Lo Miss." Yunna tersenyum
"Makasih ya dra.." Hendra hanya mengacungkan jempolnya.
"Yun, Lo lemes banget, pucat dan demam. Beneran gak mau ke RS?"
"Gak usah, gue udah dapet obat kemaren dari kak Jihan cuma belum gue makan, gue lupa."
"Yeh ..Lo mah...sini gue pijitin. Kepala Lo sakit kan?"
"Iya...pusing banget."
Eva mulai memijit kepala dan punggung Yunna.
"Lo jangan banyak pikiran, eh gimana sama kenzo? Dia udah menghubungi Lo?" Yunna mengangkat bahunya.
"Tiga hari ini gak ada kabar, tau deh.. hari ini ..." Yunna mencek hp nya tapi ternyata mati.
"Hp gue mati... tolong cas in dong." Eva langsung mencharge hp milik Yunna dan melanjutkan pijitannya sampe selesai.
"Mana obat Lo ..sini makan dulu..."
"Tuh di laci, tapi gue belum makan emang GPP?"
"Ya Lo makan dulu lah. Gimana sih Lo... Nih gue tadi beli roti di kantin. Entar gue masakin Lo buat makan malam ya...awas Lo kalo gak di makan."
"Iya bawel..." Yunna memakan roti lalu meminum obatnya. Tak lama Yunna pun tertidur karena pengaruh obat.
Melihat sahabatnya sudah tertidur lelap, Eva pergi ke dapur, dia melihat ada beberapa sayur juga ikan. Dia langsung disibukkan dengan kegiatan memasaknya.
Sedangkan saudaranya sedang asik main game..dia sabar menunggu di sofa depan televisi.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara bel..
Ting nong..Ting nong... Eva yang sedang sibuk meminta Hendra untuk membuka pintunya.
Ceklek, pintu di buka... Mereka saling tatap. "Emmmm Lo...Kenzo kan?" Kenzo menyipitkan matanya.
"Lo....Hendra?" Dengan ragu Kenzo memanggil namanya.
"Iya ini gue man...Hendra..Lo ngapain ke sini?" Kenzo malah bengong.
"Heh ..Lo yang ngapain di sini? Ini apartemen Yunna kan?" Dia melihat lagi no di balik pintu itu.
"Iya ini apartemen Yunna, dan Lo...ngapain di sini?" Kenzo terlihat agak kesal lalu terdengar suara dari dapur
"Bang ..siapa itu?" Teriak eva
"Sini aja Lo va." Hendra malah cuek masuk ke dalam dan duduk di sofa melanjutkan permainannya yang tertunda.
Eva melangkah dengan tangan memegang sayuran.
"Eh Lo zo...masuk..masuk...maaf nih, gue lagi sibuk masak buat Yunna." Eva masuk langsung ke dapur.
Kenzo yang masih gak mengerti dengan apa yang dilihat malah celingak celinguk.
"Va, gue gak salah masuk apartemen kan?" Eva malah mengangkat kedua bahunya
"Tau deh ..emang lo cari siapa?"
"Ya pacar gue lah..Yunna.." Eva menatap Kenzo sambil memotong sayuran
"Bukannya udah diputusin ya?" Kenzo terlihat kecewa mendengar itu dari mulut Eva.
"Wah .enak aja...kemaren itu belum sah ya .. putus sepihak tidak diterima. Dan kalian lagi apa di sini? Yunna nya mana?"
"Sakit? Sakit apa?" Eva mengangkat wajahnya dan menatap Kenzo.
"Lo bilang Lo pacarnya tapi gak tahu Yunna sakit? Parah Lo.."
" Gue ngasih waktu buat Yunna agar bisa lebih tenang dan berpikir dengan kepala dingin."
"Ya tapi bukan berarti Lo gak ngasih kabar atau gak nanyain kabar sama sekali kan?" Kenzo menarik napas panjang
"Iya gue salah... Tapi hari ini gue chat dan telp tapi di luar jangkauan." Eva tersenyum.
"Hp nya low, dia gak cek hp soalnya sakit, kepalanya pusing, wajah pucat dan demam...mana sempat dia mikirin charger hp."
"Gue masuk ke kamar ya..." Kenzo langsung masuk dan melihat kondisi Yunna
Melihat Yunna terbaring lemah dan wajah pucat membuat dia merasa bersalah tidak bisa menjaga kekasihnya. Dia berniat akan menjaganya sepanjang malam.
Kenzo mengusap keningnya, menyibakkan rambutnya dan merapikannya supaya tidak menghalangi wajahnya.
"Yunna...maaf sayang... Aku harap kita masih bisa bersama." Kenzo mengecup dahi Yunna dengan lembut.
Kenzo mengambil air dingin untuk mengompres Yunna, dengan telaten dia memeras handuk kecil yang sudah diperas dan disimpan di dahi Yunna..
Beberapa kali Kenzo melakukannya, setelah 30 menit dia mengompres, dia cek kembali kening sang kekasih, Kenzo tersenyum ketika panas di kening Yunna sudah mereda.
Ketika Kenzo hendak beranjak, tangan Kenzo ada yang memegang. Kenzo sungguh kaget ketika melirik ke arah tangannya. Yunna sudah membuka matanya dan tersenyum namun matanya berkaca-kaca.
Kenzo menatap Yunna penuh cinta dan langsung mendudukkan dirinya di ranjang, yunna bangun dan mendudukkan tubuhnya lalu menatap Kenzo kembali.
__ADS_1
"Maafkan aku yunna..." Yunna tersenyum dan memeluk Kenzo dengan erat.
Mereka melepaskan rindu karena selama beberapa hari tidak saling berkomunikasi..
" I love you Yunna." Yunna hanya mengangguk dalam pelukan Kenzo.
" Cepat sembuh ya...jangan sakit..aku tak tega melihat mu begini." Yunna melepaskan pelukannya
"Eva kasih tahu kamu?" Kenzo menggeleng
"Aku kangen kamu Yunna, aku chat dan telp kamu tapi cuma terkirim saja, gak ada balesan, trus chat selanjutnya ceklis satu. Di telpon gak aktif..aku khawatir."
"Jadi kamu datang ke sini?"
"Iya"
Setelah sholat Maghrib merekapun duduk di meja makan untuk menikmati masakan Eva.
Mereka duduk berempat dan mengisi acara makan dengan percakapan mulai dari ringan sampe ke berat.
"Zo... Kalo Lo sakiti Yunna, nanti Yunna gue ambil dari Lo...gue bakal langsung nikahin dia dan lo gak mungkin bisa lagi kembali padanya." Ucap Hendra enteng
"No way ya... Siapa yang bakal lepasin yunna?" Kenzo kesal mendengar ucapan Hendra.
"Emang Lo suka sama Yunna gitu?" Hendra cuma tersenyum.
"Yun, kamu mau gitu?" Yunna juga cuma tersenyum
"Gak ya... Jangan sampe, langkahin dulu mayat gue Lo kalo mau jadiin dia istri."
" Tinggal langkah ya langkahin aja...susah amat.... Sono Lo tiduran gue langkahin Sekarang."
"Mayat gue Dra..mayat gue...Lo dari dulu kagak berubah ya Dra... "
"Gue gak perlu berubah kalo hanya untuk mencintai Yunna..ya gak Miss?" Yunna sama Eva malah ketawa
"Kalian tuh sebenernya teman apa saingan sih di SMA?" Tanya eva
"Saingan va, gue udah suka Miss Yunna dari dulu, tapi ada cowok ini yang nempel Mulu, kesel gue. Gue relain ya va asal Yunna bahagia. Tapi kalo ni cowok sia siain yunna ya gue ambil Yunna. Ya mudah mudahan Yunna mau sih. Ya gak Miss?"
Yunna ketawa lagi " emang iya Lo suka gue dari dulu?"
"Gak percaya ya? Tanya Nathan aja, nih gue kasih no dia..hp nya mana Miss" Yunna menyodorkan hp nya dan Kenzo malah membesarkan matanya.
"No...no...Nathan..aish...nambah lagi dong saingan gue ..Yun...Yunna...Yun... Kita nikah besok ya..Yun.." Hendra mengeryitkan dahinya, Eva dan Yunna malah ketawa ngakak.
"Woy Kenzo... Lo ngajak nikah atau merajuk pengen dibeliin mainan?" Kenzo malah cemberut melihat reaksi Yunna dan ucapan Eva.
"Habis ni bocah ngasih no hp Nathan, dia kan saingan terberat ku dari dulu. Gimana sih?" Yunna mengeryitkan dahinya
"Kenzo..Kenzo...Nathan kan udah nikah zo.." Yunna geleng geleng kepala
"Ya kalo masih sama Cathy... Kalo dah cerai sama kayak kamu?" Terbersit di pikiran Hendra untuk jahilin Kenzo.
"Sebenarnya, Nathan emang nyariin Yunna sih...katanya mau ke indo. Cathy kan balik lagi ke Damian." Hendra menunggu reaksi Kenzo.
"Yun..Yunna..please.. waktu kemaren di kantor..kamu ingat aku bawa bunga? " Yunna mengangguk
"Aku juga bawa cincin Yun... Aku ingin melamar mu...mau gak kamu menikah denganku?" Posisi Kenzo sekarang itu Kenzo sedang setengah berlutut.
"Will you marry me, please?" Yunna hanya menatap Kenzo heran, dia sungguh heran dengan apa yang Kenzo lakukan saat ini.
__ADS_1
**
Bener bener nih si Hendra... Dari dulu trio somplak kagak berubah.