Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Bunda


__ADS_3

Mereka berjalan menuju ruangan meeting sambil ngobrol di sepanjang jalan.


"Mas Bayu baru lima bulan jadi sekertaris bunda, itupun bunda yang paksa. Katanya apa coba?" Yunna menunggu kelanjutannya" apa Bun?"


" Aunty...masa aku yang ganteng ini jadi sekertaris sih, ....gitu katanya" semua orang tertawa


"La iya...dia kan harusnya jadi pilot, bukan sekertaris. " Lanjut bunda dan yunna melongo..." Hebat nih mas Bayu..."


"Mas...kalo jadi istri pilot, bebas gak sih ikut terbang keliling dunia. Seru kayaknya ya." Bayu mengeryitkan dahinya dan tersenyum


"Emang kamu mau nikah lagi sama pilot?" Yunna mengangkat bahunya "mau be... Who knows" Bayu menggeleng gelengkan kepalanya


"Trus si zergan cowok posesif itu mau Lo kemanain?" Yunna tersenyum "buang ke laut...hehehe."


"Kamu ada ada aja...lagi berantem ya?" Yunna tersenyum manis


"Boleh dong Yunna di kenalkan dengan para pilot mas...buat stok, kalo zergan gak ada." Bunda mengeryitkan dahinya " hus...jangan sembarangan bicara Yunna." Yunna hanya tertawa


"Hahahah...bunda..." tawa yunna. Tapi Bayu bisa melihat seperti ada sesuatu di balik senyuman itu.


"Kalo kamu butuh pilot, ada mas Bayu kok. Ngapain cari pilot lain...yang lain kegantengannya masih di bawah mas Bayu. " Semua tertawa lepas.


"Kalian ini ada ada saja" ucap bunda


"Oh ya Bun, emang mba putri kemana Bun"


"Putri kan melahirkan, trus suaminya nyuruh langsung resign..biar fokus urus anak katanya..." Yunna mengangguk.


"Kalo nanti Yunna gantiin bunda, siapa sekertaris Yunna .. kan mas Bayu di sini..Yunna di Jakarta. Lagi pula nanti mas Bayu juga akan kembali bertugas sebagai pilot kan Bun?" Bunda menganggukan kepalanya


" bunda lagi nyari...tenang aja." Bayu menatap Yunna " jadi nanti kamu yang mau ambil alih perusahaan?" Yunna mengangguk


"iya mas...kasian bunda...katanya pengen istirahat. Aku mau urus dulu masalah di Jakarta baru handle perusahaan. Dan mau atur jadwal ngajar juga...kalo sibuk berarti harus resign dari kampus kan?"


Akhirnya mereka sampai di ruang meeting dan menyelesaikan meeting nya sampai waktu makan siang.

__ADS_1


Mereka bertiga pergi makan di restoran dekat Yun's Company. Di sana Yunna menyempatkan diri untuk menelpon zergan. Dia keluar dari restoran dan menelpon sang suami.


"Assalamualaikum..kak..."


"......."


"Kakak ..semalam pulang atau menginap di kantor lagi?" Yunna menekankan kata terakhir nya.


"......"


"Oh gitu...pasti capek ya....ya udah hari ini lembur lagi gak?"


"......"


"Ok. Tapi pulang ya...." Saat menutup telponnya sang bunda ada di belakang Yunna, dia merasa ada yang tidak beres dengan raut wajah sang anak.


"Yunna... sebenarnya ada apa dengan kalian? Bunda tahu ada yang tidak beres." Bunda menatap dengan serius dan penuh kelembutan.


"Bunda...." Mata Yunna memerah dan berkaca kaca.


Bayu sebagai saudara sepupu, walaupun sepupu jauh tetap saja dia merasa marah dan kesal. Rasanya ingin menarik zergan dan menghabisinya.


"Jadi...menurut bunda, aku harus bagaimana? Aku tahu...mungkin kak zergan begitu karena Yunna belum busa memberikan keturunan bunda." Bunda menggeleng gelengkan kepalanya " itu tak bisa dijadikan alasan Yunna, memang laki laki diperbolehkan menikah lagi dengan catatan sang istri memang tak bisa memberikan keturunan, namun dia masih subur."


"Sekarang bunda tanya...apa kalian sudah diperiksa ke dokter dan berkonsultasi?" Yunna menggeleng


"Berarti itu belum bisa dijadikan alasan. Ingat... Tuhan yang kasih keturunan bukan manusia. Dan lagi sang suami juga harus ijin sama istri jika memang itu alasannya...sang istri tidak bisa menolaknya." Lanjut bunda


"Satu lagi yang lebih penting...tak perlu punya anak kandung, pasangan yang tidak bisa memiliki anak masih bisa mengadopsi anak anak di panti asuhan. Jika suami istri itu saling mencintai dan tidak mau saling melukai dan menyakiti hati." Yunna terdiam dan merenung.


"Sudah .. kamu yang sabar ya.... Apapun keputusan kamu..bunda dukung...cari tahu dulu dan dapat kan informasi baru telpon bunda, kita cari solusi terbaik. Ingat...kasih ada bunda di sini." Bayu lalu mendekat.


"Ada mas Bayu juga di sini..." Mereka terkejut dengan kehadiran Bayu di belakangnya dan Yunna tersenyum manis kepada Bayu.


"Makasih bunda, mas Bayu..." Bunda mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Waktu sudah siang dan yunna harus pergi, rencananya dia akan menemui pengacara untuk mengurus perceraian nya...dia ingin konsultasi dulu, apa dia akan lanjut atau tidak, bagaimana nanti.


"Yunna...ini pak damar pengacara di perusahaan kita di Jakarta, coba temui beliau dan nanti beliau yang akan mempertemukan kamu dengan pengacara yang khusus sering menangani masalah pernikahan." Bunda memberikan kartu nama pak damar dan Yunna menganggukan kepalanya


"Iya Bun, Yunna coba telp dulu deh." Yunna langsung menghungi Pak damar dan mereka sudah buat janji jam 4 sore di sebuah restoran.


Yunna menjalankan mobilnya dan sampai lah dia di sebuah restoran yang sudah di janjikan bertemu dengan pak damar.


Di sana pak damar sudah duduk dengan seorang pengacara yang tampan dan gagah. Pak damar yang sudah melihat seorang wanita dari pintu langsung melambai tangannya, dia tahu itu Yunna karna Yunna sudah mengirimkan photo dirinya.


Yunna mencoba menelpon pak damar lalu pak damar mengangkat dan tersenyum kecil. Yunna langsung yakin memang itu pak damar yang dia cari.


Yunna mendekat " pak damar?" Pak damar lalu tersenyum " iya...silahkan duduk nona Yunna." Yunna menarik kursi lalu duduk di sana


"Nona Yunna...ini pak Zayn yang sering menangani masalah pernikahan, jadi nona bisa konsultasi dengan beliau." Mereka saling menatap dan tersenyum


"Yunna...senang bertemu dengan anda."


"Zayn.." terkesan dingin, itu lah Zayn dia hanya tersenyum kecil saja.


"Bagaimana, anda ingin langsung mengajukan permohonan perceraian atau ingin konsultasi dulu?" Ucap Zayn langsung to the poin.


"Jika saya sudah yakin dengan perceraian dan ingin prosesnya berjalan dengan cepat, apa yang harus saya lakukan." Zayn tersenyum


"Apa alasan anda ingin menggugat cerai suami Anda? Karena dia tak mampu menafkahi atau dia tak mampu memuaskan hasrat?" Yunna tersenyum lebar " tentu saja bukan keduanya..." Yunna tersenyum sinis


"Maaf, karena kebanyakan dari client saya yang perempuan, kedua hal tersebut dijadikan alasan, walaupun mereka diselingkuhi, selama kedua itu mereka dapatkan mereka akan menerima saja." Yunna menganggu mengerti.


Jaman sekarang wanita banyak sekali yang tidak merasa peduli. Bukan tak sakit hati, namun wanita itu merasa lemah dan tak mau ambil pusing, terkesan masa bodoh dan pasrah. Namun tidak akan dengan seorang Yunna...di sini lah para wanita yang harus berjuang seperti Yunna...jangan mau ditindas...


Yunna menceritakan segalanya, dan sang pengacara manggut manggut mendengar penuturan Yunna.


"Sebaiknya anda mencari bukti lagi, baik photo, rekaman video, apalagi jika mereka berdua bergandengan dan memasuki hotel itu lebih bagus, pesan mesra dan semua bukti langsung akan diterima maka proses perceraian tidak akan membutuhkan waktu yang lama."


Setelah pertemuannya dengan sang pengacara, dia pulang ke rumah sebelum Maghrib tiba. Dia masuk dan menyalakan semua lampu dan tanpa dia sadari suaminya sudah duduk di sofa ruang depan.

__ADS_1


"Kemana saja kamu..." Suara tegas itu terdengar dan mengagetkan Yunna.


__ADS_2