
Sudah 3hari Nola di rawat di RS, dokter pun datang untuk mengontrol keadaannya. Setiap jam 9 pagi Soni datang dan memeriksa.
Kedatangan Soni sungguh ditunggu tunggu oleh Nola, dia ingin menanyakan keadaannya sendiri.
"Dok.. bagaimana keadaanku?" Soni tersenyum
"Melihat kondisi anda saat ini, saya lihat sudah banyak kemajuan. Mungkin dua hari lagi ibu boleh pulang, tapi ingat...jangan kecapean ya.. jangan terlalu banyak melakukan aktivitas yang berat." Nola mengangguk.
"Dok, untuk bisa hamil kembali, biasanya boleh menunggu berapa lama?" Soni terdiam dan semua keluarganya pun terdiam.
Soni menelan ludah dengan sulit, dia lalu mendekat dan meminta zergan untuk berdiri di dekat Nola.
"Ibu, ketika ibu mengalami pendarahan, rahim ibu menjadi rusak akibat benturan keras.. anda berguling dan membentur berkali kali, kecelakaan itu mengakibatkan kerusakan parah...sehingga mau tidak mau demi nyawa ibu.... rahim ibu... kami angkat." Nola terdiam dia berusaha mencerna informasi yang disampaikan oleh dokternya.
"Ma...ma...maksud anda...dok.... dokter... Saya tidak bisa hamil lagi?" Dokter itu mengangguk perlahan.
"Enggak .....enggak....gak mungkin... aku gak mau .... Aku tak bisa hamil kak...kenapa kak ... hiks.. hiks... Enggak .... enggaaaaak."
Nola histeris, dia menangis, meraung raung, teriak dan mengamuk... Semua barang yang ada di dekatnya akan dia lempar, zergan berusaha menenangkan, dia tarik dan peluk dengan erat walaupun Nola selalu memberontak...
"Ini semua gara gara kamu kak.. jika saja kamu tak menemui dia, aku tak akan begini...lepas.." teriak Nola di dalam dekapan zergan, dia berusaha melepaskan diri namun badan zergan besar dan berotot jadi susah untuk nya bisa lepas.
"Sabar Nola ... Sabar..."
"Sabar kamu bilang kak ... Aku bukan hanya kehilangan anakku kak ..tapi aku kehilangan segalanya...aku tak akan punya anak lagi kak...hiks..hiks...dan kamu akan dengan gampang meninggalkanku kan kak. " zergan mengelus punggung Nola, berusaha membuat nya bisa tenang.
Orang tuanya kebetulan belum datang jadi saat ini di dalam ruangan hanya ada zergan, dokter Soni juga seorang perawat.
"Sus, tolong ambil obat penenang. Cepat" perawat itu langsung bergegas pergi dan kebetulan Naomi lewat depan pintu ruang perawatan Nola.
"Bagaimana keadaan Nola saat ini ya?" Gumam Naomi dan bugh..
"Aduh..suster lili...kenapa lari lari begitu?"
"Itu dok...saya Buru buru maaf ya dok" suster lili langsung pergi dan Naomi membiarkan nya, mungkin darurat tapi itu ruangan Nola jadi dia berpikir ada sesuatu yang terjadi di dalam sehingga membuatnya bergerak untuk memasuki ruangan tersebut
"Sabar sayang ... Sabar ... "
"Mudah bagimu kak untuk bilang sabar karena kau bisa mencari gantinya kan, kau bisa mencari wanita lain untuk memiliki perempuan lain dan meninggalkan ku." Teriak Nola
"Aku benci kamu Yunna... Benci .. gara gara kalian aku kehilangan anakku dan rahimku." Zergan tetap memeluknya dengan erat.
Naomi yang baru mendengar ucapan Nola, membuat dia merasa tersinggung dan marah. Kenapa tidak, adik nya disalahkan atas apa yang terjadi.
"Apa kamu bilang Nola? Kamu menyalahkan Yunna dengan apa yang terjadi? Wah...wah...wah... Luar biasa sekali kamu ya..." Naomi tepuk tangan dengan senyum miringnya.
Soni dan zergan yang tahu seperti apa dokter Naomi ini mungil ini tak seperti kelihatan nya, langsung menenangkan sang dokter.
"Senior....tolong .. anda tenang dan gak usah dipikirkan .... Sebaiknya anda ke ruangan anda dan beristirahat." Naomi mendelik tajam ke arahnya sehingga membuat Soni menunduk.
"Hey cewek gak tahu diri... Lo harusnya sadar...tuhan masih kasih kesempatan buat Lo hidup lebih baik. Lo harusnya introspeksi diri sendiri, kenapa hal ini terjadi....bukan bisanya menyalahkan orang lain."Nola masih terlihat marah dan meronta-ronta
"Lo hina adik gue, Lo bilang mandul dan dengan sombongnya Lo bilang gue selangkah lebih maju dari Lo...gue saranin Lo hidup ikhlas... Jalanin dengan baik.. anak? Lo bisa angkat seorang anak di panti asuhan."
"Gue tadinya pengen melihat Lo sehat Nola, gimana juga Lo pasien dan gue juga ikut merasakan apa yang kau rasakan..tapi liat Lo begini bikin gue jadi kesel " lanjut Naomi..
__ADS_1
"Pikirkan itu Nola... Hiduplah lebih baik... Smoga cepat sembuh " Naomi pergi dari tempat itu, dia melangkah dengan nafas yang memburu.
"Untung cewek, kalo cowok...udah tak unyel unyel tuh mulut." Gumam Naomi di depan ruangannya.
Setelah diberi pemenang, Nola terlihat lemah lalu tertidur. Biarkanlah nola beristirahat dahulu, yang perlu zergan lakukan saat ini adalah berpikir.
Zergan terduduk di sofa memikirkan segala sesuatu yang telah terjadi.. sebenarnya dia masih mencintai Yunna. walaupun mempunyai anak dari Nola, rencananya dia akan kembali ke Yunna walaupun harus bermain di belakang nola. Namun ternyata Yunna tidak mau dan yang lebih mengagetkan, Yunna sekarang adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan.
Jika zergan kembali dengan yunna, dia bisa menjadi seorang pemimpin tanpa penghalang, Yunna bisa kembali mengajar dan dia sebagai Dirut, direktur utama bahkan CEO, siapa lagi yang akan menjalankan, Yunna tak memiliki siapapun, dia anak tunggal. Jika masih dengan Nola, bukan hanya mertuanya yang otoriter dan seenaknya, namun ada Dimas yang tak mungkin dia lewati.
Selain kembali kepada orang yang dicintai, dia juga akan mendapatkan kedudukan yang bagus. Masalah anak Sekarang bukan yang terpenting, dia tak akan mungkin mendapatkan nya lagi dari Nola, sedangkan dengan yunna, mereka bisa mencoba bayi tabung.
Pikiran pikiran zergan akan ambisinya kembali bangkit, dia mulai memikirkan rencana supaya bisa kembali dengan yunna.. bagaimana dengan Nola? Bisa dia pikirkan nanti..
**
Saat ini Yunna berada di kampus, hari ini memang jadwalnya mengajar. Setelah kejadian tiga hari yang lalu, Yunna belum berkomunikasi lagi dengan Kenzo, Kenzo pun ingin memberikan waktu untuk Yunna lebih tenang.
"Yun, udah beres Lo ngajar? Ini udah jam 3." Tanya Eva
"Udah kok, cuma gue pengen diem dulu.. gue lagi banyak pikiran va..mau pulang ke apartemen tapi males.. "
"Lo emang keliatan pucat Yun, sebaiknya Lo pulang dan istirahat." Eva terlihat khawatir
"Iya sih...gue selama seminggu ini bolak balik Mulu Bandung Jakarta...tiga hari gue di Jakarta tiga hari gue di Bandung. Gue harus nyari orang buat yang bisa handle dan dipercaya di sana.. paling gak seminggu sekali lah gue ke sana."
"Bukannya Lo punya kak Bayu yang urusin ya?" Yunna menganggukan
"Emang ada kak Bayu, selama ini dia yang handle, tapi dia kan cuti cuma setahun ya, nan sebentar lagi dia balik ke profesinya jadi pilot... Dari dulu dia gak mau ngurusin perusahaan va, kalo dia mau pasti udah dari dulu dia ngurusin perusahaan milik bokap nya."
"Jadi Lo nyari orang...tapi kan susah Yun kalo bukan saudara, kita gak mungkin mempercayakan sebuah perusahaan ke tangan sembarangan." Yunna terdiam dia sedang berpikir
"Iya va, gue juga kayaknya pusing banget ini..entar di rumah bantu urut dikit ya.."
"Ok..siap.." Eva mengacungkan jempolnya
"Eh tapi .. saudara Lo siapa? Adik Lo? Perasaan kan Lo gak punya adik ya? Yang ada kakak, trus dia di Paris kan?"
"Sepupu gue, dia baru balik dari London kemarin, abis nyelesein S2." Yunna cuma manggut manggut aja denger penuturan Eva.
Tak lama Eva menelpon.
"Woy... Bang...sibuk gak?"
"woy way woy... Salam curut"
"hehehe assalamualaikum... Bisa tolongin bentar gak bang?"
"waalaikmslm. Tolongin apaan? Gue sibuk"
"Bantuin orang dapet pahala tau.."
"ya udah tolongin apaan, ini biar gue tinggal dulu."
"Lo emang lagi apa sih? So sibuk amat Lo."
__ADS_1
"Eh walaupun gue baru lulus ya, gue udah dapet proyek tahu .. gue lagi bikin desain sebuah hotel mewah."
"Baru lulus harusnya santai dulu ngapa, bernapas dulu gitu."
"Emang selama ini gue kagak napas apa? Udah ngomong Mulu. Sekarang gue harus ngapain?"
"Temen gue sakit nih...bisa ke sini gak, anterin temen gue, entar pulang nya bareng gue..Lo gak usah bawa mobil ya.. naik ojol aja biar cepet."
"Ya udah gue ke sana sekarang."
Telpon pun berakhir. Eva melihat Yunna menelungkup kan kepalanya di meja. Eva menghampiri dan memeriksa yunna, dia pegang kening Yunna, ternyata keningnya mulai panas.
"Yun, Yun Lo pucat terus sekarang badan Lo mulai panas, Lo demam Yun..kita langsung ke dokter aja kali ya? Ke RS ok..."
"Hemm" Yunna hanya berdehem.
Tak lama suara telpon berdering dari hp eva.
Drrt drrrt...
"Ya halo...bang Lo udah nyampe..cepet sini bang, temen gue panas banget ini, langsung ke RS deh kayanya.."
"Ya udah nih dah nyampe, ruangan Lo di mana?"
"Tanya satpam aja bilang mau ke Bu Eva gitu."
"Ok..sip"
Tok ..tok...tok " Eva..Lo di dalem?"
"Oh ya bang sini bang..tolongin bang."
Pria itu langsung masuk dan melihat teman dari saudaranya.
"Lo kuat bangun gak? Yok bangun yok" Eva mencoba membangunkan Yunna. Ketika diangkat dan di balikkan.
"Miss Yunna?" Pria itu terlihat kaget.
"Emmm ...va...gue pusing va..." Yunna memijat kepalanya
"Yun, ke RS ya?" Yunna menggeleng
"Gak usah, aku udah ada obat dari kak Jihan kok."
"Ya udah ayok...kita ke mobil dulu yuk..sini gue papah Lo." Yunna melirik ke samping Eva.
"Va, saudara Lo dah datang? "
"Ya..nih sebelah gue.." pria itu tersenyum
"Mau aku gendong?" Yunna menyipitkan matanya
"Hendra? Ini Lo kan Hendra teman Nathan?" Pria itu mengangguk.
"Kalian saling kenal?"
__ADS_1
"Ya." Jawab mereka berbarengan
Yang mau tahu siapa Hendra, mampir ya ke ceritaku pasangan somplak..di sana Yunna bertemu dengan Hendra juga Kenzo .