Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
New CEO


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama bagi Yunna menjabat sebagai CEO Yun's Company. Dia diperkenalkan kepada seluruh karyawan oleh Bunda Ester.


Seluruh karyawan kagum melihat seorang wanita yang masih muda namun mampu membuat perusahaan ayahnya berkembang pesat walaupun di balik layar.


Wajah cantik nan memukau menjadi sorotan awak media. Karena ada salah satu karyawan yang mengabadikan momen tersebut sehingga informasi pengangkatan CEO baru untuk Yun's Company jadi bocor.


Beberapa wartawan datang ingin mewawancara sang new CEO, namun bunda meminta maaf karena hari ini belum bisa memberikan informasi.


Para wartawan sedikit kecewa namun kekecewaan itu akan terbayarkan karena bunda sudah berjanji akan mengadakan pesta penyambutan CEO baru di hari Sabtu Minggu ini. Semua wartawan akan di undang begitupun dengan semua relasi dan karyawan boleh ikut hadir.


Yunna tersenyum manis melihat bunda yang sangat bahagia karena Yunna sudah berdiri di tempat nya sekarang. Melihat sang putri kecilnya sudah dewasa dan mampu melewati setiap masalah yang ada dengan bijak membuat bunda bangga dan terharu.


Saat ini Yunna dan bunda tengah sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor. Baru saja mereka akan beranjak dari kursi nya Jihan menelpon Yunna.


Drrrt ...drrrt... "Kak Jihan?" Gumam Yunna


"Siapa Yun?" Yunna tersenyum " kak Jihan Bun." Bunda menganggukan kepalanya " salam dari bunda ya... Bunda ke atas duluan bawa tas." Yunna tersenyum manis


"Assalamualaikum. Ya kak?"


"Yunna.. apa benar zergan mau nikah lagi?" Sambar Jihan


"Assalamualaikum kak... Jawab dulu dong kak.."


"Oh ya.. waalaikmslm. Ayo jawab sekarangh ini ada apa? Kok kakak gak tahu apa apa sih?"


" Begini kak, memang kak zergan mau menikah lagi ..."


"Kok bisa...enak banget tuh cowok. Kurang apa kamu buat dia? Bisa bisanya dia melakukan itu sama kamu..."


"Kak..kak...wait... Dengerin dulu ya...jangan bicara dulu sebelum Yunna selesai.ok."


"Ya udah ceritakan dari awal, jangan ada yang ditutupi lagi." Yunna menceritakan seluruh kejadian, tak ada yang dikurangi. Semua dia cerita kan alasan zergan berselingkuh dan mengapa Yunna menggugat cerai.


" Kenapa kamu gak bilang sama kakak Yun...hiks..hiks...paling gak, kakak ada di saat kamu terpuruk... Paling gak kakak dapat mensupport kamu dek.." Jihan menangis sampai tersedu sedu.


"Kak ..Yunna sudah ikhlas kak, yang lalu biar berlalu..aku dah menerima. Mungkin ini Suratan takdir kak."


"Tapi Naomi nanya ke kakak...aduh kakak harus jawab apa? Kami tahu kan kalo Naomi marah gimana? Dulu pacar kakak selingkuh juga Naomi hajar abis abisan dia."


"Kak... Bilang aja yang sebenarnya tapi kakak juga bilang, aku GPP... Gak perlu diperpanjang..aku dah bahagia kok sekarang dan gak terlalu sedih lagi. Tolong kakak jelaskan aku baik baik saja. Ok kak?"


"Jangan apa apakan zergan ya kak. Biarkan ini jadi urusan Yunna aja."

__ADS_1


"Ya mudah mudahan bisa ditahan, kalo gak kakak gak tanggung ya..."


"Kak Jihan ih..."


"Eh kamu ada di mana sekarang, nanti makan di rumah kakak aja yuk."


"Lagi di Bandung kak, sekarang Yunna akan ambil alih perusahaan ayah. Bunda udah capek katanya."


"Oh ya bagus kalo gitu. Salam buat bunda ya."


"Ya kak, bunda juga tadi titip salam buat kakak."


Hubungan telepon pun berakhir dan mereka kembali dengan aktivitas nya masing masing.


Saat tiba di kantor, kebetulan sebagian karyawan sudah sampai dan ada yang masih berada di depan. Melihat sang CEO baru saja turun seluruh karyawan yang melihat langsung berjajar dan menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat dan yunna tidak segan segan merespon nya dengan tersenyum dan mengangguk kan kepalanya sambil melangkah masuk menuju ruangan baru nya.


Semua merasa senang karena sang CEO ini tidak jutek, sombong apalagi dingin. Mereka bangga punya pemimpin yang ramah.


Hari kedua ini Yunna sudah disuguhkan dengan jadwal yang padat. Dia ada beberapa meeting yang harus dilaksanakan.


Sekitar tiga meeting yang harus dihadiri oleh nya.


Saat ini dia melihat berkas yang akan menjadi bahan meeting dengan pemilik perusahaan konveksi besar ternama di dunia ivon's.  Beliau akan mengajukan kerjasama untuk meminta perusahaan Yunna bisa mensuplai kain yang berkualitas tinggi dan limited edition. Dan beliau berani membayar dengan mahal. Juga meminta beberapa desain pakaian musim dingin karena beliau akan membuat nya untuk di produksi di bagian benua Eropa.


"Ibu Yunna, lima belas menit lagi kita ada meeting, seperti berkas yang sudah dilihat, kita akan bertemu dengan ibu ivon."


"Iya ibu Yunna." Bayu cengengesan.


"Ah kak Bayu ada ada aja....aku tuh serasa tua kalo dibilang ibu Yunna sama kak Bayu."


"Ya udah ... Neng geulis... Siap ya bentar lagi meeting."


"Siap kak." Yunna mengacungkan jempol nya


"Maaf Bu Yunna dan pak Bayu... Perwakilan dari perusahaan ivon's sudah datang dan sedang duduk menunggu anda."


"Ok. Makasih...oh ya..


Tolong bikinin minumnya ya.." Yunna tersenyum manis


"Baik Bu."


Yunna beserta Bayu berjalan menuju ruang meeting dan duduk di kursi sambil melirik ke kanan dan kiri mencari ibu ivon.

__ADS_1


"Maaf ibu ivonnya mana ya?" Yunna bertanya kepada dua orang yang tengah duduk dan terus memandangi Yunna sedari tadi.


"Oh... Bunda..maaf.. maksud saya ibu ivon saat ini sedang ada keperluan mendadak, jadi beliau meminta saya untuk mewakilinya."


Yunna mengangguk tanda mengerti.


"Saya Yunna pemilik perusahaan ini dan ini bapak Bayu sekertaris saya yang akan mempresentasikan semua yang anda perlukan hari ini."


"Saya Augus Milano, anak ibu ivon mewakili beliau" Yunna tersenyum ramah.


"Jika demikian, kita bisa mulai meeting nya ya, supaya urusan kita cepat selesai dan anda dapat dengan segera melanjutkan kegiatannya." Pria itu tersenyum manis


"Baik..."


Bayu saat ini sedang mempresentasikan tentang kwalitas bahan kain juga model model pakaian yang sudah dibuat untuk perusahaan ivon's namun Augus hanya menatap ke arah Yunna dan yunna merasa kurang nyaman dengan tatapannya.


"Bagaimana pak Augus? Ada yang kurang jelas dan perlu ditanyakan?"


Augus terkejut dan berkata "anda single?" Yunna mengeryitkan dahinya "apa?"


"Oh maaf maksud saya semua sudah jelas, tak ada lagi yang perlu ditanyakan."


"Yakin tak ada yang di tanyakan pak, sedari tadi bapak tidak memperhatikan saya, tapi memperhatikan ini Yunna..." Augus terlihat malu


"Cukup kok, saya paham, semua yang anda sampai sudah saya baca di berkas ini dan kami dari pihak ibu ivon tidak keberatan dan cukup merasa puas."


"Baiklah kalo begitu..meeting kita bisa kita tutup." Ucap Yunna dan diangguki oleh seluruh peserta meeting.


Semua orang hendak keluar namun Augus menahan tangan Yunna


"Maaf, boleh bicara sebentar?" Yunna berbalik dan tersenyum "iya.. silahkan."


"Apa anda sibuk setelah ini?" Yunna terlihat bingung dengan ucapan Augus "emmm saya ada meeting lagi siang ini, dan ada waktu satu jam akan saya pakai untuk memeriksa berkas berkas. Memangnya ada perlu apa? Jika ada pertanyaan anda bisa bicarakan dengan pak Bayu."


"Oh tidak..tidak..bukan.. saya hanya ingin lebih kenal dengan anda, jika anda ada waktu saya ingin mengajak anda makan siang." Yunna tersenyum kecil " maaf saya sudah ada janji.. sekali lagi saya minta maaf."


"Tapi apa boleh saya minta no telp anda, mungkin ada beberapa yang ibu ivon mau tanyakan yang saat ini tidak terpikirkan oleh saya."


"Ada no pak Bayu, ibu ivon sudah mempunyai no beliau dan bisa langsung bertanya jika beliau mau." Augus tersenyum kaku dan menggaruk tengkuknya.


"Baiklah... Ini saya yang minta.. apa boleh saya meminta no anda?" Yunna sedikit berpikir


"Mungkin kita bisa berteman. Ayolah.. sesama pengusaha kita harus menjalin hubungan baik bukan?"

__ADS_1


"Baiklah. Berikan handphone nya padaku "


Yunna tahu maksud dari Augus ini tapi dia mencoba berpikir positif dan membenarkan apa yang diucapkan Augus jika mereka bisa berteman dan menjalin hubungan baik demi perusahaan...


__ADS_2