
Setelah acara pernikahan zergan malah di kesalkan dengan Berita Yunna ternyata sang CEO dari Yun's Company.. dia sangat menyesal telah meninggalkan Yunna... Kenapa dia tak terpikirkan jika Yun's Company itu ternyata milik mantan istrinya.
Malam pertama yang seharusnya romantis dan penuh gairah, malah dipenuhi rasa penyesalan dan rasa cemburu.
Dia tak dapat menerima jika Yunna sudah move on dengan pria yang sangat tampan, yang ternyata sekertaris nya..itu malah membuat zergan tambah geram karena dia membayangkan jika Bayu dan yunna bisa bermain di kantor.
Ah...zergan prustasi... Membayangkan bagaimana pria lain menyentuh tubuh Yunna membuat darahnya mendidih. Apalagi sekarang dia sudah banyak dikenal karena masuk berita utama dan selama ini sudah jadi tranding topic panas di sekitar para pengusaha yang ada di dunia. Hampir setiap berita wajah Yunna hadir di sana, bahkan banyak para pengusaha yang masih jomblo menyatakan ketertarikannya.
Kembali terngiang ngiang ucapan para pria yang hadir di pernikahan nya, semua terpana melihat Yunna, bang Dimas pun tadi berusaha mendekatinya namun Bayu selalu menggandeng Yunna dengan mesra.
Zergan berusaha membuka Instagram milik Yunna, di sana terlihat beberapa photo kebersamaan Yunna dan Bayu.
Beberapa photo memperlihatkan kedekatan mereka. Zergan tambah kesal dan marah. Rasanya dia ingin membanting handphone nya namun dia masih bisa berpikir rasional.
...
...
"Mereka begitu dekat.. apa mungkin Yunna sebenarnya sudah bermain di belakangku juga?" Gumam zergan
...
...
"Kapan mereka berdua bepergian, kalo lihat hoddy nya sih itu yang sering dipakai pas kuliah dulu. Apa mereka teman kuliah?"
...
...
__ADS_1
Melihat pakaian dan koper Yunna, zergan jadi teringat dulu ketika kuliah Yunna bilang akan pulang ke Bandung, Yunna membawa koper yang besar dan dia sangat kesulitan setiap pulang ke Bandung , jadi zergan membelikan koper kecil itu untuk Yunna.
Zergan yang sedang kesal berdiri di depan jendela kaca lalu beranjak ke balkon kamar Nola, ya.. saat ini mereka pulang ke rumah mertuanya dulu, Minggu depan mereka akan mengisi rumah Nola, saat ini rumahnya masih di renovasi dan akan membuat kamar untuk sang Baby.
Nola yang sudah menjadi istrinya saat ini dengan sangat santai memeluk zergan dari belakang, berharap mendapatkan pelukan mesra dari sang suami, malah dia dibiarkan saja, tak ada pergerakan apapun, zergan hanya diam.
Nola melepaskan pelukannya lalu melihat wajah zergan yang terlihat seperti banyak pikiran.
"Kamu kenapa sayang?"
"Aku lagi banyak pikiran, banyak kerjaan yang harus aku kerjakan." Bohong Zergan
"Ayolah kak.. ini malam pengantin kita, masa kamu malah mikirin kerjaan sih?" Zergan tersenyum kecil.
"Ya.. maaf... Dan untuk bukan madu juga maaf kita tak bisa melakukan nya." Nola tersenyum lalu memeluk dari depan.
"Gak papa kak...kan aku hamil masih rentan, trimester pertama itu gak boleh naik pesawat..lagian kita juga masih bisa honey moon di rumah.." zergan mengecup dahi Nola namun pikirannya membayangkan Yunna.
Nola yang sangat sangat siap dan tak sabar, langsung menciumi zergan. Keduanya terhanyut dalam gairah. Zergan yang teringat akan banyak pria mengidolakan mantan istrinya dan bayangan pria lain menjamah Yunna, membuat zergan bergerak liar di dalam Nola.
"Ahh. Sayang...stop...kamu kenapa sih....jangan main kasar.. ada janin di perut aku" zergan tak mengindahkan apa yang Nola ucapkan.
Nola merasa sangat marah, selama bercinta dengan zergan, mungkin cuma dua kali zergan memanggilo Yunna, dan dia dengan sabar menerima, namun sekarang dia adalah istrinya.
"Sayang...oh ..aku sampai.." Nola terlihat kesal karena malam ini zergan bermain kasar terhadapnya.
Dia berpikir apa yang menyebabkan zergan berbuat itu, apa mungkin zergan merindukan Yunna di ranjang? Pikiran pikiran nya membuat dia kesal, marah dan panas.
Malam ini Nola berbesar hati menerimanya, dia capek dan tak mau berdebat dengan suaminya yang baru beberapa jam statusnya sudah sah.
"Kak...kenapa?" Tatap Nola
"GPP sayang, aku cuma rindu saja dan lupa ada baby kita di sini jadi bersikap kasar. Maaf ya .. apa baby kita terluka? Lain kali aku main lembut deh..." Zergan mengusap perut Nola yang masih rata sambil masih terengah engah mengatur nafasnya.
"Gak papa kok, aku masih bisa. Besok kita cuti ya...kita habiskan waktu seharian di kamar aja, aku lagi pengen manja manja sama kamu." Zergan tersenyum.
__ADS_1
Niatnya ingin bermanja manja namun rencana tak bisa terlaksana, pagi pagi sekitar pukul 9, suasana pagi sudah dihebohkan dengan laporan rusaknya mesin pemintal di pabrik konveksi milik Nola yang berada di Bandung.
Nola yang bertanggung jawab dengan pabrik ini mau tak mau harus pergi ke Bandung saat ini juga.
Zergan yang sudah ditunjuk sebagai direktur cabang juga harus melihat ke sana. Zergan sedikit lega karena di Jakarta ada bang Dimas yang meng handle urusan kerjasama dengan AKK Golden Company.
Saat itu juga Nola dan zergan pergi menuju pabrik konveksi yang ada di Bandung. Sekitar pukul satu siang mereka sampai di sana.
Tanpa makan siang mereka langsung melihat mesin yang dikabarkan rusak itu, zergan bingung harus bagaimana padahal sekarang dia sedang dikejar deadline...pesanan kain harus di serahkan Minggu ini. Dua mencari cari perusahaan yang memiliki mesin pemintal yang sama atau lebih memilih membeli yang baru agar bisa dipergunakan terus.
"Sayang, aku minta daftar perusahaan yang memiliki mesin pemintal dong, kalo bisa yang sama ya.. trus cari info juga mengenai harga mesin pemintal nya berapa biar kita hitung yang lebih menguntungkan yang mana?"
"Siap kak.." Nola langsung menghampiri Yudi senior di sana untuk membantu mencari informasi yang dibutuhkan.
Sekitar 2jam dia mencari informasi itu dan akhirnya dapat, zergan yang sedari tadi berbincang dengan teknisi berusaha untuk memperbaiki mesin tersebut... Dia sedikit lega katanya mesin dapat diperbaiki dengan mengganti sparepart nya. Namun di mana itu?
Jika dia ingin mendapatkan informasi tentang sparepart nya, berarti dia harus menemukan pemilik mesin yang sama
Zergan kembali ke ruangan sang direktur, di sana Nola baru saja menyimpan berbagai berkas penting.
Satu persatu zergan amati, hanya dua perusahaan yang memiliki mesin pemintal yang sama. Miller Company dan Yun's Company. Zergan terkejut dengan informasi ini. Kenapa hanya dua perusahaan ini yang memiliki mesin handal itu? Dia harus segera menemui Yunna.
Zergan berencana untuk menemui Yunna besok pagi, saat ini dia akan membuat janji terlebih dahulu. Senyuman terukir di bibir zergan. Dia tak sabar bertemu sang mantan istri yang dia cintai.
Perut Nola berbunyi kencang, dia baru sadar jika mereka melewatkan makan siang. Zergan menatap Nola dengan mesra " kamu lapar ya? Aku juga... My baby juga lapar ya?" Zergan mendekat lalu mengelus perut Nola. Mereka memutuskan untuk makan di restoran dekat kantornya.
Langkah kaki sedikit tergesa gesa, mereka benar benar kelaparan. Ketika merek mendudukkan tubuhnya, mata zergan langsung tertuju pada seorang wanita dan seorang pria.
Mereka terlihat begitu dekat namun ada yang aneh, Yunna tersenyum manis kepada siapa? Arah mata zergan tertuju kepada seseorang yang baru saja masuk ke restoran itu.
...
__ADS_1
...
"Siapa lagi itu?" Gumam zergan.