Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Masalah Perusahaan atau hati ?


__ADS_3

Zergan saat ini kelimbungan, dia tidak bisa menghubungi Arsen, sehingga dia langsung ngambil keputusan membeli mesin pemintal yang baru. Mesin yang seharusnya cuma satu, dengan berat hati zergan harus membeli 2 mesin sekaligus. Alhasil pengeluaran membengkak dan pekerjaan tetap mundur dari deadline.


Perusahaan yang bekerjasama dengannya pun merasa kecewa dengan kejadian ini  dan hendak memutuskan kontrak sampai bulan depan.


Zergan menarik napas berat. Dia berpikir dia harus mengambil langkah.


"Yunna pasti sudah santai sekarang. Jadi aku harus temui Yunna di kantornya. " Gumam Zergan.


Tak lama seseorang datang lalu memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Hai sayang... Lunch mau di mana nih?" Tanya Nola yang langsung bergelayut manja.


"Sayang .. aku ada perlu mendesak, kamu makan sama bang Dimas aja ya.. katanya dia hampir sampai.. kasian kalo gak ada yang menemani makan siang." Nola menatap zergan dengan tatapan yang susah  untuk ditebak.


"Kamu ada perlu apa?" Selidik Nola


"Aku ada perlu mau ketemu client, dia ingin membicarakan tentang kontrak kita, aku harap dia tidak mengakhiri kerjasama kita."


"Pak teguh?" Tebak Nola


"Iya..pak Teguh...dan kamu kan lagi hamil jadi jangan terlalu capek. Ok." Zergan melepaskan pelukan Nola lalu memakai jasnya dan mengambil handphone juga tas nya.


"Baiklah.. mudah mudahan beliau mau memikirkannya lagi." Nola berusaha berpikiran positif.


Zergan langsung pergi menaiki mobilnya dan di jalan dia menghubungi Yunna.


"Hallo assalamualaikum Yun.."


"Waalaikmslm kak... Ada apa ya kak?"


"Kamu lagi santai kan?"


"Iya...ini baru mau pergi makan siang."


"Bisa kita bertemu, berdua saja?"


"Memang ada apa ya kak?"


"Ada yang perlu kita bicarakan. Please kasih aku waktu untuk bicara."


"Baiklah .. kita bertemu di restoran BF ya.. sekarang aku berangkat ke situ.. "


"Ok.. makasih sayang.." Yunna mengerjapkan matanya dan ketika hendak berbicara zergan sudah keburu menutup telponnya.


"Sudahlah Yunna, dia mungkin tidak sadar mengatakan itu.." gumamnya.


Zergan sudah berada di sana dan tak lama Yunna sampai di tempat itu.

__ADS_1


Yunna tersenyum dan duduk di depan  zergan. Zergan sungguh merasakan kerinduan setiap berjauhan dan bertemu Yunna, bagaimana tidak, walaupun dia bertemu tapi tak mungkin langsung memeluknya kan? Apalagi di tempat umum.


"Sudah memesan makanan kak?" Zergan tersadar dari lamunannya.


"Oh... Belum." Zergan langsung memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman


"Mba.. ayam bakar madunya  dua ya, juice strawberry pake toping yogurt satu dan ice tea nya satu. Em ya.. sambalnya pake jeruk limau ya."


Yunna memperhatikan pesanan zergan, semua kesukaannya disebutkan dengan benar.


" Kakak masih ingat makanan favoritku?" Zergan tersenyum


"Tentu saja...kita menikah 3 tahun, belum pacaran dan saling mengenal. Mana mungkin aku lupa dengan kesukaanmu?"


"Makasih sudah memesankan nya untuk ku." Zergan terus menatap mesra memperlihatkan kerinduan nya namun Yunna memutus tatapan itu.


Makanan datang dan mereka menyantapnya dengan perlahan.


"Yun... Kakak rindu kamu."


Deg .. hati Yunna berdegup kencang... Yunna tak menyangka kata kata itu yang akan dia dengar saat ini.


"Maksud kakak apa?" Yunna menatap zergan dengan perasaan bingung


"Aku... Benar benar merindukan mu, aku sungguh tersiksa Yunna... "


"Yun, lihat mata aku...Yun.." Yunna yang awalnya tak mau menatap akhirnya dengan perlahan menatap zergan.


"Kamu masih cinta kan sama aku?"


"Kak...stop, ok...aku tak mau bahas ini...kita sudah bukan sepasang suami istri lagi."


"Yun, bisakah kita mulai lagi? Sungguh...aku minta maaf...aku..salah..aku tak berpikir dengan benar ... Semua aku lakukan karena nafsu dan impian yang menyesatkan."


"Kakak akan memiliki anak, jadi stop. Kakak sudah dapatkan segalanya.. impianmu..anak dan harta. Sekarang sudah menjadi direktur kan? Jadi syukuri segala yang sudah kakak dapatkan."


"Tapi aku tidak mencintai nola, sayang." Yunna memejamkan matanya menarik napas lalu perlahan menghembuskan.


"Kalo kakak tidak mencintai nya, kakak tak mungkin bermain di belakangku, setiap hari kalian berhubungan badan, bahkan sampai punya anak, itu sungguh ... Tidak masuk akal"


"Itu hanya nafsu sesaat saja, sayang."


"Please... Stop panggil aku sayang kak... Mengingat penghianat itu membuatku sesak... Jika hanya karena  nafsu, aku tanya, apa aku selama tiga tahun tak pernah memuaskan mu? Setahuku kita merasakan kepuasan yang sama."


"Sayang .. itu karena nola yang di awal memberikanku obat perangsang, dan setelah kejadian itu dia mengiming-imingi ku hadiah dan kenikmatan... Setelah itu dia banyak menuntut untuk memuaskan nya... Sebagai seorang laki laki.. jika terus digoda pasti akan tergoda juga bukan?"


"Ya kalo begitu tergoda lah terus kak.. sekarang dia istrimu. Kau ingin menyentuhkan tiga kali sehari pun tak masalah. Sekarang sudah halal.. bahkan jika kalian ingin melakukan di kantor, bisa kau lakukan bukan? Jadi nikmatilah."

__ADS_1


"Yun..."


"Stop kak... Sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan, jika tentang rumah tangga yang sudah tidak ada, sebaiknya kita akhiri saja."


"No..jangan... Aku ingin kita bekerja sama, apa mungkin bisa aku menyewa mesinmu? Banyak client akan memutus kontrak nya dengan kami karena kelambatan kerja mesin yang sekarang."


"Maaf kak.. aku sudah terikat banyak kontrak.. lagipula, aku serahkan semuanya kepada kak Bayu."


"Siapa Bayu bagimu Yunna? Kenapa kau begitu mempercayainya?" Nada zerga mulai meninggi.


"Bukan urusan kakak..yang perlu kakak tahu, kak Bayu bukan cuma sekedar sekertaris aku, dia salah satu orang spesialku."


"Salah satu? Berarti....kamu memiliki beberapa orang spesial? Sampai seperti itukah dirimu setelah cerai dengan ku? Jika kamu tidak puas dengan satu pria, maka kembalilah padaku... Aku dapat memuaskan mu seperti dulu...tapi jangan dengan pria lain." Yunna sungguh terkejut mendengar penuturan zergan.


"Menurut kakak, sekarang aku sudah seperti Tante girang? Haha... Kak zergan... Sudahlah..jangan urusi urusanku..urus urusan kakak sendiri saja." Yunna berdiri lalu menyimpan beberapa lembar uang merah dan menyimpannya di sana.


"Yun, Yunna..." Zergan mengejar Yunna yang sudah keluar dari restoran. Di sana kebetulan Kenzo baru turun dari mobil karena akan bertemu client di sebrang restoran BF


"Yunna.." gumam kenzo lalu menghampiri mereka berdua.


"Oh hai ." Yunna terkejut melihat ada Kenzo di sana, Yunna khawatir jika Kenzo akan berpikiran yang tidak tidak tentangnya dan zergan.


"Kamu ada di sini?" Yunna tersenyum kikuk.


"Iya..aku ...ada perlu dengan pak zergan..beliau mengajukan kontrak dengan perusahaan ku, namun aku tak bisa kabulkan." Kenzo tersenyum


"Kamu udah makan, Hem?" Kenzo menyentuh pipi Yunna dengan lembut dan tatapan mesra. Zergan yang melihatnya merasakan panas teraaamat panas.


"Sayang ..kok diam saja sih? Udah makannya?" Tanya Kenzo lagi. Yunna yang kaget dengan tingkah Kenzo membuat Yunna tahu jika saat ini Kenzo tengah cemburu dan perlihatkan tindakan kepemilikan.


"Iya... baru minum aja."


"Baiklah, ayo makan denganku? Aku masih punya waktu 30 menit sebelum ketemu client. Gimana." Yunna terlihat menimbang nimbang


"Baiklah." Yunna tersenyum manis dan Kenzo mencium kening Yunna.


"Aku sangat merindukanmu sayang... Aku senang kita bertemu di sini. " Zergan mengerjapkan matanya


"Jadi Yunna bermain dengan dua pria sekaligus?" Batin zergan.


"Maaf kak .. kami undur diri.."


"Yunna... tunggu ..Bisa kau pikirkan lagi yang tadi kita bicarakan?"


"Yang mana kak? Masalah perusahaan atau hati?" Kenzo mengerutkan keningnya.


"Ayo.." Kenzo memeluk pinggang Yunna..

__ADS_1


__ADS_2