Aku, Kamu Dan Dia

Aku, Kamu Dan Dia
Habis manis sepah di buang


__ADS_3

Cekrek.... "Sayang......" Kenzo yang wajahnya tersenyum berubah 180 derajat saat melihat Yunna yang terduduk di pangkuan zergan.


Mereka berdua menoleh ke arah suara. Terlihat seringai di bibir zergan tatkala Kenzo terlihat marah.


Tuk ...buket bunga terjatuh ke lantai.. Kenzo terlihat sedih dan tak mampu mengeluarkan kata kata... Sungguh Yunna merasa bersalah Kenzo melihat dirinya seperti ini, namun itu bukan kesalahannya...itu ulah zergan.


Yunna langsung berdiri namun tangan Yunna masih di cekal zergan.


"Kak...lepaskan...kakak udah keterlaluan." Teriak Yunna


"Kenzo...ini tidak seperti yang kamu pikirkan...please dengarkan aku dulu ya..." Kenzo tersenyum pahit..


"Aku...aku tak tahu harus bagaimana lagi yun..."


"Stop...jangan lanjutkan Ucapan mu sebelum mendengar penjelasan ku.."ucap Yunna dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kak lepas...ini terakhir kalinya kakak bertemu aku...aku gak akan mau ketemu kakak lagi jika ini yang akan kakak lakukan..." Zergan terlihat khawatir


"Yunna...aku tahu kamu masih cinta sama aku kan?" Zergan menatap Yunna dan Kenzo sudah tak tahan dengan apa yang dia lihat. Rasanya cukup sudah dia menunggu bertahun tahun namun memang hati Yunna bukan untuknya.


Kenzo membalikkan badannya, dia hendak pergi dengan rasa sakit yang menusuk.


"Kenzo..stop..." Kaki Kenzo berhenti namun tak membalikkan badannya.


"Jika kamu pergi kali ini, tanpa mendengar penjelasan ku.. maka hubungan kita berakhir."


"Bukankah itu yang kau inginkan Yunna? Agar kau bisa kembali padanya?" Ucap Kenzo lemah


" Kak..lepas..kau sudah punya istri dan untuk apa kau ke sini dan menghancurkan hubungan ku dengan nya?" Zergan tersenyum kecil


"Jadi dia kekasihmu, bagaimana dengan Bayu sekertaris mu itu, berapa pria yang kau kencani?" Teriak zergan dan membuat Yunna benar benar tersinggung


"Tutup mulutmu kak...kita berbeda..aku tak mungkin menjalani dua hubungan sekaligus...Bayu adalah kakak sepupu ku..dan dia kekasihku. "


Tunjuk Yunna ke arah Kenzo.


"Namun sepertinya tidak lagi... Dia tidak mempercayai ku.. dia tak cukup mengenalku..." Air mata yang sudah dia tahan akhirnya menetes juga.


"Yunna..kita mulai lagi dari awal..ok..Yunna..aku akan meninggalkan Nola.." Yunna tersenyum miring


"Ingat anak kak..kau akan memiliki anak dari Nola..dan aku...tak akan pernah bisa memberikannya padamu... Aku tak akan menikah jika tak ada yang bisa mengerti dan menerima ku apa adanya." Yunna menghempas kan tangannya ketika melihat zergan lengah dan sedikit melonggarkan pegangannya.


"Sebaiknya kalian berdua keluar saja.." Kenzo mencerna percakapan antara zergan dan Yunna lalu dia membalikkan badannya.

__ADS_1


"Yunna ..maaf kan aku karena tidak mempercayai mu .." tangan Yunna terangkat


"Stop .. cukup... Hari ini aku tak ingin bicara...pergilah Kenzo...aku tahu..dan aku sadar..aku tak pantas untuk mu.. aku hanya seorang wanita mandul...kamu lebih baik cari wanita lain yang lebih pantas .." Kenzo merasa sedih dengan apa yang diucapkan Yunna. ..


"Ucapan mu cukup membuatku mengerti jika kau tak tahu dan tak mengenal diriku dengan baik.. tuduhan mu benar benar menyakiti hatiku Kenzo " Kenzo sungguh menyesal atas ucapannya tadi.


"Maaf...aku terlalu cemburu Yunna..please..maafkan aku."


" Ambil kembali bunga mu dan berikan untuk wanita yang lebih cocok untuk mu..." Kenzo terkejut mendengar ucapan Yunna. Hatinya sakit..seperti di sayat sayat.


"Yunna..." Kenzo terlihat sedih


"Keluarlah ..aku capek, ingin istirahat."


"Yun...dengar..aku akan datang..dan datang..terus...aku masih sangat mencintaimu dan aku yakin kamipun demikian."


"Jangan terlalu percaya diri tuan zergan..rasa cintaku saat ini sudah berubah menjadi rasa benci... Semua sirna setelah apa yang kau berikan padaku.. penghianatan itu...aku memang memaafkan mu namun.. memaafkan bukan berarti melupakan. Kau masih bisa melakukan hal yang sama di belakangku. Buktinya sekarang kau melakukan nya lagi kan? Mencoba bermain di belakang Nola istrimu...sebenarnya apa yang kau cari Zergan Founder?" Zergan baru mendengar ucapan sedingin itu dari mulut Yunna.


"Aku bukan ingin selingkuh Yun..aku sadar...hanya kamu yang aku cinta..namun aku terlanjur membuat Nola hamil..dan sekarang aku menikahinya..jika saja dia tidak hamil, aku akan meninggalkannya."


"Habis manis sepah dibuang hah? Bersyukur lah anda akan memiliki anak.. terima saja..toh kalian menikmatinya saat bercinta." Yunna menutup matanya saat mengatakan itu...lalu membukanya lagi dan tersenyum.


"Jangan berpura pura lagi zergan...cukup nikmati kehidupan mu yang sekarang, dengan memiliki istri cantik, posisi yang nyaman dan anak yang akan membuatmu lebih bahagia. Sudah lengkap bukan?"


"Terimakasih atas rasa cintanya..tapi sekarang aku tak butuh... Aku membutuhkannya saat kita masih menjadi suami istri.."


"Yunn.." ucap Kenzo dengan lembut


"Kenzo ..pulanglah... Kumohon..aku tak mau membentak mu... Silahkan kalian berdua keluar...jika tidak aku yang keluar " tak ada pergerakan sama sekali. Keduanya menunduk, Sehingga Yunna berdiri lalu membawa tasnya keluar ruangan.


Kenzo dan zergan berdiri lalu mengikutinya sambil memanggil Yunna


"Yun..Yunna...Yunna." keduanya memanggil namun Yunna tak memperdulikannya.


Yunna bertemu dengan iren...dia berbicara sambil berlalu.


"Ren, aku pulang...tolong sampaikan ke pak Bayu...suruh nanti dia telpon aku ya.." iren yang membawa nampan dengan segelas jus malah melongo tak mengerti dengan apa yang dia lihat saat ini.


Yunna sudah menaiki lift khusus CEO dan zergan juga Kenzo baru naik lift sebelah.


Yunna menelpon seseorang untuk membawa mobil ke depan lobby saat berada di dalam liftnya. Tak lama lift terbuka, Yunna yang sedang berdiri menunggu di depan melihat Nola baru turun dari mobil.


Lift terbuka dan zergan juga Kenzo berlari mengejar Yunna dan mereka memegang tangan Yunna satu persatu.

__ADS_1


Nola di sebrang jalan sudah terlihat amarahnya. Dia berjalan dengan sangat cepat dan setengah berlari, tanpa zergan ketahui Nola sudah melihatnya dia memegang tangan Yunna.


"Lepaskan...kalian seperti anak kecil saja..."


"Yun..aku mohon maaf kan aku ya.." pinta Kenzo..


"Yun..aku mohon .."


"Mohon apa?" Potong Nola yang sudah bertolak pinggang dan sontak Zerganpun terkejut.


"Nol...a.." gagap nya zergan


"Kenapa ? Kaget? Sedang apa Kaka di sini? Pegang tangan dia lagi?" Matanya begitu memperlihatkan amarah. Zergan dengan cepat melepaskan pegangan tangan nya.


Yunna tersenyum manis "wajah kamu Semerah itu ya? Marah? Cuma melihat dia memegang tanganku saja kamu sudah semarah ini? Dia memegangku di lobby ...tempat umum dan gak akan mungkin kami melakukan hal yang menjijikan... bagaimana jika kamu memergoki kami tidur di apartemen, seperti aku memergoki kalian berdua yang sedang bercinta..UPS...salah berzinah.." Nola langsung membelalakkan matanya


"Maaf...kantorku bukan tempat menjijikan...silahkan kembali ke dunia kalian... Dan ingat...urus suamimu ini supaya tidak datang lagi ke sini..." Yunna melepaskan tangannya dari Kenzo.


Yunna langsung memasuki mobilnya karena mobil itu sudah datang saat mereka bersitegang.


Menjalankan mobil dengan kencang, dia pergi menemui Eva di kampus.. rasanya dia ingin mencurahkan segala rasa yang menyesakkan ini kepada temannya. Hanya dia tempat curhat yang selalu ada untuk nya.


Kenzo terdiam lalu dia pergi untuk menyusul Yunna, dia pikir mungkin Yunna akan pulang ke rumah bunda. Namun saat dia akan menuju rumah bunda Ester, dia kembali berpikir untuk memberikan waktu Yunna agar bisa lebih tenang. Kenzo pun memilih pulang ke rumah dan memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk membuat Yunna memaafkannya.


Di lain tempat zergan sedang kalang kabut, dia bingung harus menjelaskan bagaimana kepada Nola.


Saat ini mereka berada di rumahnya. Nola mondar mandir dan bertolak pinggang, sedangkan zergan duduk dan menunduk di sofa.


"Apa sih yang kakak pikirkan Hem? Untuk apa kakak pergi menemui dia? Kamu janji gak akan menemui dia kan?" Teriak Nola penuh emosi.


"Nola...aku hanya ingin mengajukan kerja sama sayang...dia memiliki mesin itu... dan ternyata dia sudah membeli  2 mesin sehingga mereka memiliki 4, kesempatan kita untuk bekerja sama terbuka lebar ..dulu dia menolak karena sudah tanda tangan kontra dengan yang lain dan hanya 2 mesin yang mereka miliki..namun aku mendapatkan informasi kemarin mesin baru datang..dan kesempatan kita untuk bekerja sama bukan?"


"Kakak bohong ...buka itu alasannya... Kakak ingin kembali dengannya kan?"  Teriak Nola


"Nola... terserah kamu mau bilang apa..aku sudah capek..kamu tak percaya padaku..." Balas zergan kesal lalu meninggalkan Nola sendiri di lantai dua.


"Kak..tunggu.." Nola berlari mengejar zergan yang sudah berada di bawah, namun kaki Nola tersandung dan..


Duh..dug..dug ...Nola terjatuh dan terguling guling di tangga, zergan sangat kaget dengan apa yang terjadi..tak lama terlihat darah keluar begitu banyak...


"Mang Tarjo...mang Tarjo..." Teriak zergan...


"Nola...Nola..." Nola tak sadarkan diri.. terlalu banyak darah yang keluar dari kaki Nola...

__ADS_1


__ADS_2